kajian

"mengarungi samudra kehidupan kita ibarat para pengembara hidup ini adalah perjuangan tiada masa tuk berpangku tangan setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa segores luka dijalan Allah kan menjadi saksi pengorbanan.... "

Friday, September 09, 2005

Mendekap cinta-Mu

Mendekap cinta-Mu

AlDakwah.org--Jam setengah empat. Aku terjaga oleh kokok ayam di halaman. Subhanallah mengalir dari bibir saat datangnya malaikat menyambut datangnya fajar. Malaikat yang menebar rezeki dan puji-pujian bagi Allah Sang Pencipta. Niatku segera kulakukan dengan harap membasuh jiwa dan kegalauan.

Sejenak kusapu pandang ke segala penjuru. Bangunan kecil di sebelah rumah yang berkonstruksi bambu terlihat mulai bergerak, tanda diawalinya kehidupan hari ini. Persegi empat dengan empat buah cagak kaki menggeliat oleh denyut pemiliknya, ayam-ayam yang ribut memberi kode akan datangnya hari. Kandang ayam yang tak seberapa tinggi segera riuh gempita saat sang jago mengepakkan sayap dan bertengger dengan anggun. Jengger dan bulunya menampakkan kegagahan sekaligus kesombongan. Gayanya sedikit pongah.


Aku berwudhu. Basmalah terucap dari hati dan bibir, kusela-sela jemari tangan ini, berupaya menghilangkan kotoran yang mungkin masih tertinggal. Kotoran tangan, maupun kotoran dari kekotoran tangan. Semua kekotoran yang timbul karena keganasan tangan ini ingin kulebur, kubuang, kucampakkan, dan kukubur hingga lepas dari jiwa. Pun demikian ketika mulut, hidung, muka…lillahi ta'ala kulakukan semuanya hingga pembersihan akhir, kaki.
"Ushalli sunnatan…….lillahi ta'ala."


Kurengkuhkan niat shalat dengan hanya kepada Allah ta'ala. Mukena berenda merah jambu kasayanganku menunggu dipakai. Selembar sajadah sebagai alas sholat pun demikian tampaknya.


"Allahu Akbar. Allah Maha Besar." Betapa besar kuasaMu Ya Robbi. Hamba hanya setitik kutu di hamparan kulit yang kasat mata. Kucoba menghadirkan jiwa dan raga ini dalam proses pengikatan janji dan meyakini kehadiran-Mu. Angkatan takbir tersusun atas kesejajaran jemari tangan dengan jempol di bawah telinga. Barisan jari yang tidak terlalu rapat tak renggang pula mengawali gerakan sholat, bakti pada Ilahi Rabbi. Dan kedua tangan pun kusedekapkan.


"Allah, Maha Besar diriMu. Kupuji dengan sebanyak-banyak pujian. Kau.kutasbihkan di pagi hari dan sore hari………..…Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untukMu Yaa Allah. ….…..dan hamba adalah insan yang berserah diri padaMu" indah sekali kalimat itu terucap.
"Diriku berlindung dari segala godaan setan yang terkutuk yang selalu menggoda manusia pada kegelapan jiwa."


"Kusebut namaMu wahai dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hamba baca seraya minta dengan tulus pertolongan Wahai Dzat yang Maha Suci " …………….. rangkaian dendrit-neurit bahu-membahu menghantarkan impuls ke otak, ada berita dadakan yang menunggu tenggat waktu. Makalah yang mesti dikumpul esok lusa……


……….Maaliki yaumi ad din. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin …makalah, bahannya ? pinjam buku di perpusda atau ke perpustakaan sekolah ? lanjut ke Pak Saimun, makan rujak gobed, hmmm…panas-panas di sekitar Sagan, yang bis-bisnya sembarangan ambil jalan.…..


…'Ah, kenapa pikiran itu datang…..hentikan!!!!!...Kau masih dalam daerah penghambaan pada Allah. Jangan hancurkan sholatmu dengan makalah. Nanti ! Sekarang sholatlah dulu'… nurani ini mengingatkan… Nyaliku menciut. Allah…..Allah……Allah…….lantunan sirri Al Fatihah berlanjut …" Segala puji hanya tersaji pada Allah, Duhai Sang Pencita Alam. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Engkaulah pengusa hari pembalasan."


……"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan minta pertolongan" ……betapa kecilnya hamba di hadapan-Mu……… "Ya Rabbii tunjukkan pada kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang padanya dianugerahkan nikmat-Mu , bukan jalan mereka yang dimurkai oleh-Mu dan bukan pula orang yang sesat …… Aamiiin."


"Bismillahi ar rahmaani ar rahiim …… wal fajri, demi fajar….pada demikian itu terdapat sumpah yang dapat diterima orang yang berakal ..adakah aku masuk diantara orang berakal ? mampu menguak rahasia alam yang ditantang Tuhan ? ……….kaum firaun yang mempunyai pasak-pasak yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri….lalu mereka membuat banyak kerusakan dalam negeri itu ………. Karena Tuhanmu menimpakan kepada mereka azab…….. hampir sama dengan negeri ini, pranata yang diberi hak mengatur namun kurang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya……………….


….. …dan kamu memakan harta dengan memcampurbaurkan, dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan berlebihan …………. Apa aku termasuk di dalamnya ?.……………… jangan berbuat demikian …. … pada hari itu diperlihatkan jahannam, dan ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya….alangkah baiknya kiranya aku semasa hidup mengerjakan amal shaleh … seharusnya semua manusia di bumi ini mampu berbuat demikian, dan negeri ini akan aman, makmur, gemah ripah loh jinawi … Ah, pikiranku bercabang lagi…….


"Allahu Akbar…..Maha suci Engkau Tuhanku Yang Maha Agung"………… ruku'ku, sudah sempurnakah gerakannya ? kepalaku terlalu tunduk ? sembilan puluh derajat ?………."Allah mendengar siapa yang memujinya"…………Allah..Allah..Allah…. Rabbana wa laka alhamdu…….


Allahu Akbar. Kedua lutut kuletakkan di atas hamparan sajadah. Berturut-turut kemudian dahi, hidung dan kedua telapak tangan. Oh ……kain penutup rambutku terlalu menutupi dahi , padahal dahi termasuk anggota badan yang harus terkena tempat sujud. Kalau tertutup seperti ini, ada sesuatu yang menghalanginya. "Syahkah sholatku ?" bangkit dari sujud………. berilah maghfirahMu, ya Allah………....kembali aku bersujud. Jerawat di hidung terasa sedikit perih saat bersatu sejajar kepala dengan kaki. Masya Allah……. Jerawat, jerawat ! … aku makan kacang atom kemarin di rumah eyang….Ah, eyang. Apa kabar, Yang ?


Allahu Akbar. Bismillahi ar rahmaani ar rahiim…Teruntuk padaMu puji-pujiian…Ar rahmaan Ar Rahiim.. pakai huruf ? atau ? Artinya bisa rusak kalau doanya salah …….. banyak orang yang kurang bisa membedakan makhraj huruf hijaiyah. Antara ha - ha - kha, a -'a, sa - sya - sha, dza - za - dla - zha masih banyak yang tertukar. Posisi lidah akan sangat menentukan, apakah di bibir, gigi, tenggorokan, pokoknya semua isi mulut harus kompromi dengan lidah untuk menghasilkan bacaan yang benar. Kesalahan umum, mungkin dianggap sambil lalu, padahal itu bahaya. Sayang sekali para penasyid banyak yang melakukan kesalahan ini dalam melantunkan lagunya, mereka kurang fashih. Jadi tak bisa disalahkan kalau ada sebagian dari umat islam tidak terlalu menikmati jenis musik ini karena kesalahan tadi. Mungkin karena sedari kecil, lama-kelamaan terbiasa dan susah dirubah.


Seekor nyamuk datang berkeliling tubuh, dengungnya keras sekali. Tampaknya makhluk ini mencari lokasi strategis untuk mmenghisap darahku, tapi……… ia memilih jerawat…aduh…. mesti ditabok nyamuknya ?


Kena ! tapi, jerawatku sakit.…jerawat ini memang sudah matang, cukup umur. Jadi sudah waktunya. Dan pasti, regangan pori-pori kulitnya akan membesar kalau pecah. Jadi mestinya langsung dikompres air dingin …………. kok ada yang tak berjerawat, ya ?……..ah, rawat muka terus pasti, pakai pembersih dan penyegar wajah !


Alhamdulillahirabbil'aalamiiin….ahad besok ada bazar rakyat, aku mesti cari pakaian pantas pakai. Lumayan, keuntungan banyak tapi sedikit modal. Resikonya ….. terkadang yang beli itu merangkap penjual, jadi baju yang masih bagus-bagus dijual lagi dengan harga yang lebih mahal. Target penjualan baju itu sendiri tak sampai ke orang yang lebih membutuhkan. Padahal sekarang harga-harga melangit. Baju satu saja harganya berapa ? belum lagi kalau peduli merk. Untung aku tak termasuk di dalamnya. Lebih sering beli kain dan dijahit . Tapi, ongkos jahit sekarang mahal juga….
maaliki yaumiddiin…..kasihan kan, yang seharusnya mendapat keringanan, justru nggak dapet…


Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin…….tapi di Indonesia juga sama. Yang seharusnya dapat subsidi justru tak sampai. Yang seharusnya dibantu, malah bantuannya dipakai foya-foya yang diserahi. Padahal itu amanah. Amanah itu bakal dipertanggungjawabkan besok di akherat. Bagaimana kalau kita tidak bisa mempertanggungjawabkan amanah itu. Lalu, kita diletakkan ke tempat yang serendah-rendahnya, di neraka.


Waaa….…Pantas dulu Nabi Muhammad sedih mendengar gambaran neraka. Bayangkan ! Nabi Muhammad sendiri yang sudah pasti jaminannya dari Allah, masih juga bermunajat, mohon ampun. Beliau juga memikirkan ummatnya. Ummati…ummati….ucapnya saat sakaratul maut…... Lalu aku ?
Innalillahi. Aku kalah lagi ! Sholatku dicuri . Rusak ! Setan , pergi kau !…kenapa sholatku jadi begini ?
Shiraathalladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdlu bi 'alaihim waladlaaalliin amiin……….


Bismillahirrahmaanirrahiim…demi waktu..wal 'ashri…sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali orang beriman dan beramal sholeh nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…..aku …. aku… coba ke rumah Pak Ali, cari bajunya. Beliau tak pernah menolak dengan sumbangan, baju bekas lagi. Semoga bazar ini bisa dapat untung, untuk modal kegiatan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang …….
Allahu akbar…"Orang yang tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya, di waktu kematian tidak akan mendapat barokah Allah…maka sholatlah dengan tuma'ninah, jangan tergesa, hayatilah...."


Attahiyyat almubaarokatu ash sholawatu ath thoyyibaatu lillah…………assalaamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh ………. Ada hasrat buang angin …. asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah………sebentar lagi sholat selesai…assalamu'alaikum … assalamu'alaikum wa rahmatu allahi wa barakaatuhu……………………….

Kemana sholatku tadi ? kenapa aku tak merasakan kedalaman hati di sana ? Oh Allah, kecintaanku pada-Mu belum seberapa, ibadahku tidak ada artinya. Khusyu' belum kudapat, konsentrasiku buyar. Aku masih banyak salah langkah, walau bagaimana aku mencobanya…..
Allah, apa guna lafal-lafal yang terucap selama ini, kalau sekedar mampir di bibir, sekedar hafalan yang aku sendiri tak mendalami. Aku tahu makna dari bacaan sholat, tapi masih juga semua terlewat begitu saja. Untuk apa aku sholat seperti ini, kalau sholatku masih sekedar gerakan, tanpa ruh yang menggelayut di dalamnya ? Allah, beginikah ibadahku….


Aku berusaha menjaga semua. Niat tlah kubulatkan, wudlu kuhayati, dengan harap kucuran air di badan dengan harap menghapus seluruh kotoran jiwa dan raga. Suci dari hadats dan najis. Bajuku bersih, alat sholat, dan sajadah pun demikian. Aku pun menghadap ke kiblatMu, arah barat sedikit condong ke kanan. Masuk waktu sholat, ya…..ini waktu sholat…kurang apa lagi, Ya Ilahi Rabbi…..


CintaMu Ya Allah, yang ingin kurengkuh, suatu kecintaan hakiki yang tak lekang oleh masa. Kecintaan fitrah yang sudah menjadi impian tiap muslim. Kecintaan yang mengharap keridlaanMu dan tak mengharap pujian, memberikan ketenangan jiwa, bukan kegundahan dan keacuhan hati. Sebentuk cinta yang abadi.
Dengan tak mengubah posisi duduk kulantunkan istighfar. Kumantapkan hati dengan isian puji padaMu, Ilahi Rabbiii. Hati ini ingin…..ingin sekali menangis, merengek, dan meratap di hadapanMu, ya Allah, tapi mata ini kering, tak mampu mengeluarkan air mata.


Kotor ! hatiku terlalu kotor untuk mengharap dan mendekap cintaMu. Ya Allah, aku ingin sekali bersamaMu, ingin rasanya aku merasakan kedekatanMu, kebersamaanMu padaku yang hina dina ini.

Ya Allah…..syahkah sholatku tadi ?
Dan aku buru-buru mengambil air wudlu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home