mengevaluasi taubat
Setiap orang pasti pernah melakukan taubat, Secara tidak loangsung maupun langsung dilakukan. Namun seringkali pula kita tidak serius dengan apa yang telah kita lakukan. Malamnya kita bertaubat, tapi siangnya kita sudah kembali melakukan dosa. Kalo kata Aidh Al Qorni, taubat yang seperti itu merupakan taubat yang rusak. Beliau menyebutkan tanda-tandanya, diantaranya adalah:
1. Lemah Tekad.
Orang yang bertaubat dari kemaksiatan tapi ibadah wajibnya masih diabaikan termasuk
kedalam orang yang mempunyai tekad yang lemah untuk berubah. Ya salah satunya kalo
dah denger adzan tiba, mereka tidak segera menyambut panggilan 4JJ1. 4JJ1 telah berfirman: Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai 4JJ1, ikutilah Aku, niscaya 4JJ1 mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. 4JJ1 Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imron: 31)
2. Kecenderungan Hati Terhadap Dosa.
Dari waktu kewaktu, hati cenderung bereaksi dengan dosa, seperti berzina, pandangan yang haram, berlebih-lebihan, dan sebagainya.
3. Terlalu Pe-De.
Sebagian orang merasa terlalu yakin akan dirinya yang menganggap bahwa taubatnya diterima dan tidak akan terjerumus kedalam dosa. Tetapi ketahuilah..4JJ1 maha berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya (QS. Yusuf:21).
4. Mata yang membeku.
Bukan berarti mata yang membeku itu adalah mata orang-orang yang terkena es sehingga
matanya membeku ^_^, tetapi mata yang membeku disini adalah matanya orang-orang
yang tidak pernah menangis ketika dia melakukan dosa. Kalo udah begini, tandanya hati didalam diri seseorang itu sudah rusak dan harus segera diobati.
5. Diingatkan masih lalai.
Orang yang seperti ini sering kita namain dy sebagai orang yang belet. Sudah banyak
kejadian-kejadian yang ditampakkan suapaya bisa dijadikan sebagai suatu pelajaran, tapi
teeetep aja ada yg gak mau sadar dan masih belum bisa mengambil hikmahnya.
6. Tidak melakukan amal sholih sedikitpun.
Orang yang seperti ini tidak pernah menambahkan amal shalihnya dan tidak berupaya menebus kesalahan-kesalahannya pada masa silam. Ia tetap saja berada dalam kesalahan demi kealahan yang serupa.
Ciri-ciri Taubat Nasuha (Yang Jujur dan Sungguh-Sungguh) :
1. Seorang hamba yang bertaubat kondisinya lebih baik daripada sebelum bertaubat.
Suatu hari Imam Ibnu Taimiyyah pernah di tanya, Apakah seorang hamba yang bertaubat
itu sama seperti sebelum dia berbuat dosa?
Ibnu Taimiyyah menjawab ada yang serupa, ada juga yang lebih baik, dan ada juga yang lebih rendah daripada sebelum bertaubat. Semuanya tergantung urusannya masing-masing. Terkadang dosa yang membuatnya merana di sepanjang hari menjadi sebab kebahagiaannya di dunia dan di akhirat kelak (karena ia bertaubat-ed).
2. Rasa takut senantiasa menghantui siang dan malam.
Rasa takut disini bukan karena ada penampakan pocong dan sejenisnya loh! Tapi rasa takut terhadap amalan dosa yang secara tidak sengaja dia perbuat dan tidak segera memohon ampun kepadanya. Selain itu juga takut akan kematian yang menimpa bila dia ditakdirkan meninggal dalam keadaan suul khotimah (akhir yang buruk).
3. Hendaknya hati kita patuh, tunduk, dan merendahkan hati kepada 4JJ1.
Sungguh, rintihan para pendosa lebih baik di sisi 4JJ1 daripada gemuruh kesombongan seorang ahli ibadah. Sebagian manusia bersikap sombong dan bangga dengan amal kebaikan dan amal-amal shalihnya, sehingga dia menjadi orang yang angkuh di hadapan 4JJ1. Sebagian lagi tunduk patuh dan khusyu dengan dosa-dosanya. Dia menangis, merasa hancur lebur dan penuh kekhusyuan kepada Robbnya, sehingga dosa ini menjadi penyebab kebahagiaannya di sisi 4JJ1.
4. Sebaiknya seorang hamba senantiasa berkomitmen dengan sesuatu yang membuat
4JJ1 ridha kepadanya.Misalnya senantiasa membaca Alquran. Kita pun senantiasa berkomitmen dengan berbagai amal ketaatan, hingga kematian menjemput diri kita. Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al-Hijr:99).
Wallahu a'lam bi shshawab
1. Lemah Tekad.
Orang yang bertaubat dari kemaksiatan tapi ibadah wajibnya masih diabaikan termasuk
kedalam orang yang mempunyai tekad yang lemah untuk berubah. Ya salah satunya kalo
dah denger adzan tiba, mereka tidak segera menyambut panggilan 4JJ1. 4JJ1 telah berfirman: Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai 4JJ1, ikutilah Aku, niscaya 4JJ1 mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. 4JJ1 Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imron: 31)
2. Kecenderungan Hati Terhadap Dosa.
Dari waktu kewaktu, hati cenderung bereaksi dengan dosa, seperti berzina, pandangan yang haram, berlebih-lebihan, dan sebagainya.
3. Terlalu Pe-De.
Sebagian orang merasa terlalu yakin akan dirinya yang menganggap bahwa taubatnya diterima dan tidak akan terjerumus kedalam dosa. Tetapi ketahuilah..4JJ1 maha berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya (QS. Yusuf:21).
4. Mata yang membeku.
Bukan berarti mata yang membeku itu adalah mata orang-orang yang terkena es sehingga
matanya membeku ^_^, tetapi mata yang membeku disini adalah matanya orang-orang
yang tidak pernah menangis ketika dia melakukan dosa. Kalo udah begini, tandanya hati didalam diri seseorang itu sudah rusak dan harus segera diobati.
5. Diingatkan masih lalai.
Orang yang seperti ini sering kita namain dy sebagai orang yang belet. Sudah banyak
kejadian-kejadian yang ditampakkan suapaya bisa dijadikan sebagai suatu pelajaran, tapi
teeetep aja ada yg gak mau sadar dan masih belum bisa mengambil hikmahnya.
6. Tidak melakukan amal sholih sedikitpun.
Orang yang seperti ini tidak pernah menambahkan amal shalihnya dan tidak berupaya menebus kesalahan-kesalahannya pada masa silam. Ia tetap saja berada dalam kesalahan demi kealahan yang serupa.
Ciri-ciri Taubat Nasuha (Yang Jujur dan Sungguh-Sungguh) :
1. Seorang hamba yang bertaubat kondisinya lebih baik daripada sebelum bertaubat.
Suatu hari Imam Ibnu Taimiyyah pernah di tanya, Apakah seorang hamba yang bertaubat
itu sama seperti sebelum dia berbuat dosa?
Ibnu Taimiyyah menjawab ada yang serupa, ada juga yang lebih baik, dan ada juga yang lebih rendah daripada sebelum bertaubat. Semuanya tergantung urusannya masing-masing. Terkadang dosa yang membuatnya merana di sepanjang hari menjadi sebab kebahagiaannya di dunia dan di akhirat kelak (karena ia bertaubat-ed).
2. Rasa takut senantiasa menghantui siang dan malam.
Rasa takut disini bukan karena ada penampakan pocong dan sejenisnya loh! Tapi rasa takut terhadap amalan dosa yang secara tidak sengaja dia perbuat dan tidak segera memohon ampun kepadanya. Selain itu juga takut akan kematian yang menimpa bila dia ditakdirkan meninggal dalam keadaan suul khotimah (akhir yang buruk).
3. Hendaknya hati kita patuh, tunduk, dan merendahkan hati kepada 4JJ1.
Sungguh, rintihan para pendosa lebih baik di sisi 4JJ1 daripada gemuruh kesombongan seorang ahli ibadah. Sebagian manusia bersikap sombong dan bangga dengan amal kebaikan dan amal-amal shalihnya, sehingga dia menjadi orang yang angkuh di hadapan 4JJ1. Sebagian lagi tunduk patuh dan khusyu dengan dosa-dosanya. Dia menangis, merasa hancur lebur dan penuh kekhusyuan kepada Robbnya, sehingga dosa ini menjadi penyebab kebahagiaannya di sisi 4JJ1.
4. Sebaiknya seorang hamba senantiasa berkomitmen dengan sesuatu yang membuat
4JJ1 ridha kepadanya.Misalnya senantiasa membaca Alquran. Kita pun senantiasa berkomitmen dengan berbagai amal ketaatan, hingga kematian menjemput diri kita. Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al-Hijr:99).
Wallahu a'lam bi shshawab

0 Comments:
Post a Comment
<< Home