kajian

"mengarungi samudra kehidupan kita ibarat para pengembara hidup ini adalah perjuangan tiada masa tuk berpangku tangan setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa segores luka dijalan Allah kan menjadi saksi pengorbanan.... "

Saturday, June 04, 2005

visi dan misi

Visi
mewujudkan pemerintahan yang bersih dan Peduli menuju Depok yang RAMAH (Religius, Aman, Mandiri, Adil, dan Sejahtera

Misi
Mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN dan Peduli akan kehidupan masyarakat
Memberikan Pelayanan publik yang Ramah, Cepat dan Murah
Membangun masyarakat yang Cerdas dan Religius
Meningkatkan kemampuan Ekonomi masyarakat secara merata
Menyediakan fasilitas umum yang Cukup, Baik, dan Merata
Menciptakan lingkungan yang Sehat, Bersih, Aman dan Tertib
Membangun kemitraan yang harmonis, memelihara kebersamaan dan menumbuhkan sikap toleransi

Dr.Ir Nur. Mahmudi Isma`il, M.Sc.

Nama : Dr.Ir Nur. Mahmudi Isma`il, M.Sc.
TTL : Kediri, 11 November 1961
Istri : Dra. Nur Azizah Tamhid,M.A
Anak : Ahmad Syaihan Isma`il
Fahimah Mahmudi Isma`il
Abiir Mahmudi Isma`il

Pendidikan
1991 – 1994 : Ph.D .Bidang Food Science and Technology
Fakultas Ilmu Perunggasan
Texas A & M University
1988 – 1991 : M.Sc Bidang Food Science and Technology
Fakultas Ilmu Peternakan
Texas A & M University
1980 – 1984 : I.r bidang Teknologi Pangan dan Gizi
Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor

Pekerjaan
2000 – 2001 : Menteri kehutanan
2000 : Menteri muda kehutanan
1999 – 2000 : Menteri kehutanan dan perkebunan
1999 : Anggota MPR RI, Ketua komisi VIII
1985 – Sekarang : Peneliti badan pengkajian dan penerapan teknologi
Deputi bidang pengkajian kebijakan teknologi
Direktorat pengembangan daerah dan peningkatan kapasitas Masyarakat
2003 – Sekarang : Ahli peneliti Madya bidang Agroindustri dan kebijakan publik ; BPPT

profil Drs. H. Yuyun Wirasaputra

Drs. H. Yuyun Wirasaputra

Pekerjaan : Pensiunan Pegawai Negeri

Pengalaman Kerja : Asisten sekretaris daerah kota depok
Kepala bagian sosial, Kabupaten Bogor
PLH. Walikota Administratif, Depok
Sekretaris Kota Administratif, Depok
Camat Beji, Depok
Camat Cariu, Kabupaten Bogor
Mantri Polisi Praja
Staf Bagian keuangan Kabupaten Bandung


Pengalaman Organisasi
: Penasehat NU, Kota Depok
: Penasehat MUI, Kota Depok
: Penasehat KTNA
: Wakil Ketua KORPRI, Depok

profil kota kita

Kota Depok dahulu merupakan sebuah dusun terpencil ditengah hutan belantara, yang kemudian pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tingi VOC Cornelis Cahstelein membeli tanah yang meliputi daerah Depok dan sedikit wilayah Jakarta Selatan serta Ratujaya Bojong Gede. Selanjutnya tahun 1871 Pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentuk Pemerintahan dan Presiden sendiri.
Keputusan tersebut berlaku sampai 1942. Gemeente Depok diperintah oleh seorang Presiden sebagai badan Pemerintahan tertinggi. Di bawah kekeuasaannya terdapat kecamatan yang membawahi mandat (9 mandor) dan dibantu oleh para Pencalang Polisi Desa serta Kumitir atau Menteri Lumbung. Daerah teritorial Gemeente Depok meliputi 1.244 Ha namun hapus pada tahun 1952 setelah terjadi perjanjian pelepasan hak antara Pemerintah RI dengan pimpinan Gemeente Depok, tapi tidak termasuk tanah-tanah Elgendom dan beberapa hak lainnya. Bermula dari sebuah Kecamatan yang berada dalam lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung yang meliputi 21 Desa, pada tahun 1976 perumahan mulai dibangun dan berkembang terus yang akhirnya pada tahun 1981 Pemerintah membentuk kota Administratif Depok yang peresmiannya diselenggarakan pada tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri Dalam Negeri (H. Amir Machmud).

Depok:
- Luas Wilayah : 20.504,54 Ha (200,29 Km).
- Jumlah Penduduk 1.006.537 (pada tahun 1998)

Terdiri dari 6 Kecamatan, 39 Desa dan 24 Kelurahan.
1. Kecamatan Pancoran Mas : 6 Kelurahan dan 5 Desa
2. Kecamatan Beji 6 Kelurahan
3. Kecamatan Sukmajaya : 11 Kelurahan dan 12 desa
4. Kecamatan Cimanggis : 1 Kelurahan dan 12 Desa
5. Kecamatan Sawangan : 14 Desa
6. Kecamatan Limo : 8 Desa

Gambaran Umum Kotamadya Daerah Tingkat II Depok Kondisi Daerah : dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 15 tahun 1999 tentang pembentukan Kotamadya daerah tingkat II Depok, disebutkan pada pasal 3 bahwa wilayah Kotamadya daerah Tingkat II Depok dengan luas wilayah 20.504,54 Ha meliputi :
1. Kecamatan Beji dengan Pusat Pemerintahan berkedudukan dikelurahan Beji, terdiri dari 6 kelurahan dengan jumlah pendududk sebanyak 80.377 jiwa dan luas wilayah 1614 Ha.
2. Kecamatan Sukmajaya, dengan pusat pemerintahan berkedudukan dikelurahan Mekar Jaya, terdiri dari 11 kelurahan dengan jumlah pendududk sebanyak 216.396 Jiwa dan luas wilayah 3.398 Ha.
3. Kecamatan Pancoran Mas, dengan pusat pemerintahan berkedudukan dikelurahan Depok, terdiri dari 6 Kelurahan dan 6 Desa dengan jumlah penduduk 156.118 jiwa dan luas wilayah 2.671 Ha.
4. Kecamatan Limo dengan pusat pemerintahan berkedudukan di Des Limo Kecamatan Limo, terdiri dari 8 desa dengan jumlah penduduk 66.891 jiwa dan luas wilayah 2.595,3 Ha.
5. Kecamatan Cimanggis dengan pusat pemerintahan yang berkedudukan di desa Cisalak pasar kecamatan Cimanggis. Terdiri dari 1 kelurahan dan 12 desa dengan jumlah penduduk 221.330 jiwa dan luas wilayah 5.077,3 Ha.
Kecamatan Sawangan dengan pusat pemerintahan yang berkedududkan di desa Sawangan. Terdiri dari 14 desa dengan jumlah penduduk 87.758 jiwa dan luas wilayah 4.673,8 Ha.


LETAK GEGOGRAFIS :
Kota Depok terletak disebelah Barat/Utara wilayah Kabupaten Dati II Bogor dan berbatasan langsung dengan Wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Tanggerang dan Kabupaten Bekasi. Secara Administratif Kota Depok mempunyai batas-batas sebagai berikut :
a.Sebelah Utara berbatasan dengan DKI Jakarta dan Kecamatan Ciputat Kabupaten Tanggerang.
b.Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bojong Gede dan Cibinong Kabupaten Bogor.
c.Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Sindur dan Parung Kabupaten Bogor.
d.Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Gunung Putri Kabupaten bogor dan Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi