kajian

"mengarungi samudra kehidupan kita ibarat para pengembara hidup ini adalah perjuangan tiada masa tuk berpangku tangan setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa segores luka dijalan Allah kan menjadi saksi pengorbanan.... "

Friday, September 09, 2005

persiapan ramadhan ....

Berikut ini adalah petunjuk singkat mengenai puasa yang meliputi: Segi hukumnya, golongan manusia dalam soal puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan beberapa keutamaannya. - Puasa adalah ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. - Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang agung, sebagaimana sabda Nabi sallallahu 'alaihi wasallam, "Islam itu didirikan di atas lima perkara; Bersaksi tiada sesembahan yang hak melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah." ( Muttafaq 'alaih)
Golongan Manusia dalam Berpuasa.
Puasa diwajibkan kepada setiap muslim, baligh, mampu dan bukan dalam keadaan musafir (bepergian).
Orang kafir tidak diwajibkan berpuasa dan jika ia masuk Islam tidak diwajibkan mengqadha' (mengganti) puasa yang ditinggalkannya selama ia belum masuk Islam.
Anak kecil di bawah usia baligh tidak diwajibkan berpuasa, tetapi dianjurkan untuk dibiasakan berpuasa.
Orang gila tidak wajib berpuasa dan tidak dituntut untuk mengganti puasa dengan memberi makan, walau pun sudah baligh. Begitu pula orang yang kurang akalnya dan orang pikun.
Orang yang sudah tidak mampu untuk berpuasa disebabkan penyakit, usia lanjut, sebagai pengganti puasa ia harus memberi makan setiap hari satu orang miskin (membayar fidyah).
Bagi seseorang yang sakit dan penyakitnya masih ada kemungkinan untuk dapat disembuhkan, jika ia merasa berat untuk menjalankan puasa, maka dibolehkan baginya tidak berpuasa, tetapi harus mengqadha'nya setelah sembuh.
Wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui jika dengan puasa ia merasa khawatir terhadap kesehatan dirinya dan anaknya, maka dibolehkan tidak berpuasa dan kemudian mengqadha'nya di hari yang lain.
Wanita yang sedang dalam keadaan haidh atau dalam keadaan nifas, tidak boleh berpuasa dan harus mengqadha'nya pada hari yang lain.
Orang yang terpaksa berbuka puasa karena hendak menyelamatkan orang yang hampir tenggelam atau terbakar, maka ia mengqadha' puasa yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.
Bagi musafir boleh memilih antara berpuasa dan tidak berpuasa. Jika memilih tidak berpuasa, maka ia harus mengqadha'nya di hari yang lain. Hal ini berlaku bagi musafir sementara, seperti berpergian untuk melaksanakan umrah, atau musafir tetap, seperti sopir truk dan bus (luar kota), maka bagi mereka boleh tidak berpuasa selama mereka tinggal di daerah (negeri) orang lain dan harus mengqadha'nya.
Beberapa Rukhsah yang Tidak Membatalkan Puasa.
Jika seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang membatalkan puasa disebabkan lupa atau tidak mengerti atau pun tidak sengaja, maka puasanya tidak batal. Berdasarkan ayat, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah." (QS. al-Baqarah : 286) "Dan tiada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) adalah yang disengaja di hatimu." (QS. al-Ahzab : 5)
Jika orang yang sedang berpuasa makan dan mimun karena ia yakin bahwa matahari telah terbenam, maka puasanya tidak batal; dan tidak batal pula puasa orang yang makan dan minum karena yakin bahwa fajar belum terbit (padahal yang sebenarnya waktu sahur telah habis, red).
Jika orang yang sedang berpuasa berkumur, lalu masuk sebagian air ke dalam tenggorokannya tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. Dan tidak batal puasa seseorang yang ketika tidur bermimpi (hingga keluar mani), karena tidak ada nash yang menyatakan hal tersebut batal.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Hal-hal yang membatalkan puasa ada delapan:
Melakukan jima' (hubungan intim suami istri) pada siang hari Ramadhan bagi yang sedang berpuasa, maka wajib mengqadha' puasanya dan membayar kafarah mughallazhah (denda berat) yaitu dengan memerdekakan seorang hamba sahaya. Jika tidak mendapatkan hamba sahaya maka wajib baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Dan jika tidak mampu, maka ia berkewajiban memberi makan enam puluh orang miskin.
Mengeluarkan air mani dengan cara onani atau masturbasi, mencium, memeluk, merangkul dan lain-lainnya.
Makan minum atau menghisap sesuatu, baik yang bermanfaat atau yang berbahaya seperti rokok.
Menyuntikkan obat yang dapat mengenyangkan dan dapat menahan rasa lapar, karena melakukan itu berarti sama dengan minum. Sedang menyuntikkan obat yang tidak mengenyangkan, maka hal tesebut tidak membatalkan puasa, walaupun disuntikkan pada otot atau urat nadi, baik terasa di kerongkongan atau tidak.
Keluar darah haidh dan nifas
Mengeluarkan darah dengan jalan hijamah (membekam) atau yang serupa. Sedang keluar darah dengan sendirinya atau karena mencabut gigi dan yang semisalnya, tidak membatalkan puasa, karena hal tersebut tidak termasuk dalam pengertian hijamah.
Muntah disengaja, tetapi jika muntah tanpa disengaja atau dibuat-buat, maka tidak batal puasanya.
Transfusi darah sebagai pengganti darah yang keluar, seperti seseorang yang sedang berpuasa terluka (kecelakaan dan sejenisnya) yang mengakibatkan keluarnya darah.

Beberapa Petunjuk Berkenaan dengan Masalah Puasa
Seorang yang dalam keadaan junub tetap harus berniat puasa, meskipun ia mandi janabah setelah terbit fajar (Shubuh).
Wanita yang suci dari haidh sebelum fajar tiba (bulan Ramadhan), maka wajib berpuasa walaupun ia mandi besar setelah terbit fajar.
Seseorang yang sedang berpuasa dibolehkan mencabut gigi, mengobati luka atau menggunakan obat tetes mata/telinga.
Diperbolehkan bagi yang sedang berpuasa untuk bersiwak, baik diwaktu pagi maupun siang hari, bahkan itu termasuk sunnah Nabi sallallahu 'alaihi wasallam.
Untuk mengurangi rasa panas dan dahaga dibolehkan menggunakan AC atau air dingin untuk membasahi kepala.
Bagi penderita sesak nafas meskipun sedang berpuasa diperbolehkan menyemprot mulut dengan sesuatu (berupa udara/gas) yang dapat melonggarkan pernafasan.
Orang yang sedang berpuasa diperbolehkan membasahi bibir dengan air bila terasa kering dan juga diperbolehkan berkumur-kumur namun dengan syarat tidak tertelan.
Disunnahkan mengakhirkan sahur, hingga menjelang Fajar dan segera berbuka setelah matahari terbenam (Maghrib).Diutamakan berbuka dengan kurma rutab (kurma yang masak), jika tidak ada rutab dengan kurma yang lain, dan jika tidak ada korma bisa berbuka denga apa saja yang halal atau berbuka dengan minum air apabila tidak menjumpai makanan.
Orang yang sedang berpuasa sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, seperti shalat sunnah, membaca al- Qur'an, berdzikir dan bershadaqah.
Bagi yang sedang berpuasa tetap diharuskan menjaga dan mengamalkan kewajiban-kewajiban yang lain serta menjauhi perbuatan-perbuatan haram.Hendaknya ia menjaga shalat dengan menjalankannya tepat pada waktunya dan berjama'ah di masjid bagi kaum pria.
Hendaknya selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela yang dapat menghapus pahala puasa seperti: Berdusta, berbuat curang, menipu, riba/rentenir, berbicara yang haram dan sebagainya. Nabi sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa tidak meninggalkan perkataan sia-sia (palsu), perbuatan tak berguna dan kebodohan maka Allah tidak butuh terhadap pusanya (berupa) meninggalakan makan dan minumnya." (Muttafaq 'alaih)

Keutamaan Puasa Ramadhan
Dengan puasa Ramadhan Allah mengampuni dosa orang yang berpuasa dan memaafkan semua kesalahannya, Nabi sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka Allah mengampuni dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Puasa Ramadhan tidak terhingga pahalanya, karena orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala tanpa batas. Setiap muslim amalannya akan diganjar sebesar 10 hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Firman Allah di dalam hadits qudsi, "...Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan mengganjarnya, ia menahan nafsu dan makan karena-Ku." (HR. Muslim)
Puasa dapat membuka pintu syafa'at nanti pada hari Kiamat. Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesunggunya puasa dan bacaan al-Qur'an memberi syafa'at kepada pelakunya pada hari Kiamat. Puasa berkata, "Ya Tuhanku aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa'at kepadanya. Berkata pula al-Qur'an, "Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa'at kepadanya. Nabi bersabda, "Maka keduanya diberikan izin untuk memberi syafaat." (HR. Ahmad). Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam, beserta para keluarga dan sahabatnya. Amin.

Tahukah Kita?

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita. Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah. Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita, sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang anda pikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan. Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya. Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

Mendekap cinta-Mu

Mendekap cinta-Mu

AlDakwah.org--Jam setengah empat. Aku terjaga oleh kokok ayam di halaman. Subhanallah mengalir dari bibir saat datangnya malaikat menyambut datangnya fajar. Malaikat yang menebar rezeki dan puji-pujian bagi Allah Sang Pencipta. Niatku segera kulakukan dengan harap membasuh jiwa dan kegalauan.

Sejenak kusapu pandang ke segala penjuru. Bangunan kecil di sebelah rumah yang berkonstruksi bambu terlihat mulai bergerak, tanda diawalinya kehidupan hari ini. Persegi empat dengan empat buah cagak kaki menggeliat oleh denyut pemiliknya, ayam-ayam yang ribut memberi kode akan datangnya hari. Kandang ayam yang tak seberapa tinggi segera riuh gempita saat sang jago mengepakkan sayap dan bertengger dengan anggun. Jengger dan bulunya menampakkan kegagahan sekaligus kesombongan. Gayanya sedikit pongah.


Aku berwudhu. Basmalah terucap dari hati dan bibir, kusela-sela jemari tangan ini, berupaya menghilangkan kotoran yang mungkin masih tertinggal. Kotoran tangan, maupun kotoran dari kekotoran tangan. Semua kekotoran yang timbul karena keganasan tangan ini ingin kulebur, kubuang, kucampakkan, dan kukubur hingga lepas dari jiwa. Pun demikian ketika mulut, hidung, muka…lillahi ta'ala kulakukan semuanya hingga pembersihan akhir, kaki.
"Ushalli sunnatan…….lillahi ta'ala."


Kurengkuhkan niat shalat dengan hanya kepada Allah ta'ala. Mukena berenda merah jambu kasayanganku menunggu dipakai. Selembar sajadah sebagai alas sholat pun demikian tampaknya.


"Allahu Akbar. Allah Maha Besar." Betapa besar kuasaMu Ya Robbi. Hamba hanya setitik kutu di hamparan kulit yang kasat mata. Kucoba menghadirkan jiwa dan raga ini dalam proses pengikatan janji dan meyakini kehadiran-Mu. Angkatan takbir tersusun atas kesejajaran jemari tangan dengan jempol di bawah telinga. Barisan jari yang tidak terlalu rapat tak renggang pula mengawali gerakan sholat, bakti pada Ilahi Rabbi. Dan kedua tangan pun kusedekapkan.


"Allah, Maha Besar diriMu. Kupuji dengan sebanyak-banyak pujian. Kau.kutasbihkan di pagi hari dan sore hari………..…Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untukMu Yaa Allah. ….…..dan hamba adalah insan yang berserah diri padaMu" indah sekali kalimat itu terucap.
"Diriku berlindung dari segala godaan setan yang terkutuk yang selalu menggoda manusia pada kegelapan jiwa."


"Kusebut namaMu wahai dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hamba baca seraya minta dengan tulus pertolongan Wahai Dzat yang Maha Suci " …………….. rangkaian dendrit-neurit bahu-membahu menghantarkan impuls ke otak, ada berita dadakan yang menunggu tenggat waktu. Makalah yang mesti dikumpul esok lusa……


……….Maaliki yaumi ad din. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin …makalah, bahannya ? pinjam buku di perpusda atau ke perpustakaan sekolah ? lanjut ke Pak Saimun, makan rujak gobed, hmmm…panas-panas di sekitar Sagan, yang bis-bisnya sembarangan ambil jalan.…..


…'Ah, kenapa pikiran itu datang…..hentikan!!!!!...Kau masih dalam daerah penghambaan pada Allah. Jangan hancurkan sholatmu dengan makalah. Nanti ! Sekarang sholatlah dulu'… nurani ini mengingatkan… Nyaliku menciut. Allah…..Allah……Allah…….lantunan sirri Al Fatihah berlanjut …" Segala puji hanya tersaji pada Allah, Duhai Sang Pencita Alam. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Engkaulah pengusa hari pembalasan."


……"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan minta pertolongan" ……betapa kecilnya hamba di hadapan-Mu……… "Ya Rabbii tunjukkan pada kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang padanya dianugerahkan nikmat-Mu , bukan jalan mereka yang dimurkai oleh-Mu dan bukan pula orang yang sesat …… Aamiiin."


"Bismillahi ar rahmaani ar rahiim …… wal fajri, demi fajar….pada demikian itu terdapat sumpah yang dapat diterima orang yang berakal ..adakah aku masuk diantara orang berakal ? mampu menguak rahasia alam yang ditantang Tuhan ? ……….kaum firaun yang mempunyai pasak-pasak yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri….lalu mereka membuat banyak kerusakan dalam negeri itu ………. Karena Tuhanmu menimpakan kepada mereka azab…….. hampir sama dengan negeri ini, pranata yang diberi hak mengatur namun kurang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya……………….


….. …dan kamu memakan harta dengan memcampurbaurkan, dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan berlebihan …………. Apa aku termasuk di dalamnya ?.……………… jangan berbuat demikian …. … pada hari itu diperlihatkan jahannam, dan ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya….alangkah baiknya kiranya aku semasa hidup mengerjakan amal shaleh … seharusnya semua manusia di bumi ini mampu berbuat demikian, dan negeri ini akan aman, makmur, gemah ripah loh jinawi … Ah, pikiranku bercabang lagi…….


"Allahu Akbar…..Maha suci Engkau Tuhanku Yang Maha Agung"………… ruku'ku, sudah sempurnakah gerakannya ? kepalaku terlalu tunduk ? sembilan puluh derajat ?………."Allah mendengar siapa yang memujinya"…………Allah..Allah..Allah…. Rabbana wa laka alhamdu…….


Allahu Akbar. Kedua lutut kuletakkan di atas hamparan sajadah. Berturut-turut kemudian dahi, hidung dan kedua telapak tangan. Oh ……kain penutup rambutku terlalu menutupi dahi , padahal dahi termasuk anggota badan yang harus terkena tempat sujud. Kalau tertutup seperti ini, ada sesuatu yang menghalanginya. "Syahkah sholatku ?" bangkit dari sujud………. berilah maghfirahMu, ya Allah………....kembali aku bersujud. Jerawat di hidung terasa sedikit perih saat bersatu sejajar kepala dengan kaki. Masya Allah……. Jerawat, jerawat ! … aku makan kacang atom kemarin di rumah eyang….Ah, eyang. Apa kabar, Yang ?


Allahu Akbar. Bismillahi ar rahmaani ar rahiim…Teruntuk padaMu puji-pujiian…Ar rahmaan Ar Rahiim.. pakai huruf ? atau ? Artinya bisa rusak kalau doanya salah …….. banyak orang yang kurang bisa membedakan makhraj huruf hijaiyah. Antara ha - ha - kha, a -'a, sa - sya - sha, dza - za - dla - zha masih banyak yang tertukar. Posisi lidah akan sangat menentukan, apakah di bibir, gigi, tenggorokan, pokoknya semua isi mulut harus kompromi dengan lidah untuk menghasilkan bacaan yang benar. Kesalahan umum, mungkin dianggap sambil lalu, padahal itu bahaya. Sayang sekali para penasyid banyak yang melakukan kesalahan ini dalam melantunkan lagunya, mereka kurang fashih. Jadi tak bisa disalahkan kalau ada sebagian dari umat islam tidak terlalu menikmati jenis musik ini karena kesalahan tadi. Mungkin karena sedari kecil, lama-kelamaan terbiasa dan susah dirubah.


Seekor nyamuk datang berkeliling tubuh, dengungnya keras sekali. Tampaknya makhluk ini mencari lokasi strategis untuk mmenghisap darahku, tapi……… ia memilih jerawat…aduh…. mesti ditabok nyamuknya ?


Kena ! tapi, jerawatku sakit.…jerawat ini memang sudah matang, cukup umur. Jadi sudah waktunya. Dan pasti, regangan pori-pori kulitnya akan membesar kalau pecah. Jadi mestinya langsung dikompres air dingin …………. kok ada yang tak berjerawat, ya ?……..ah, rawat muka terus pasti, pakai pembersih dan penyegar wajah !


Alhamdulillahirabbil'aalamiiin….ahad besok ada bazar rakyat, aku mesti cari pakaian pantas pakai. Lumayan, keuntungan banyak tapi sedikit modal. Resikonya ….. terkadang yang beli itu merangkap penjual, jadi baju yang masih bagus-bagus dijual lagi dengan harga yang lebih mahal. Target penjualan baju itu sendiri tak sampai ke orang yang lebih membutuhkan. Padahal sekarang harga-harga melangit. Baju satu saja harganya berapa ? belum lagi kalau peduli merk. Untung aku tak termasuk di dalamnya. Lebih sering beli kain dan dijahit . Tapi, ongkos jahit sekarang mahal juga….
maaliki yaumiddiin…..kasihan kan, yang seharusnya mendapat keringanan, justru nggak dapet…


Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin…….tapi di Indonesia juga sama. Yang seharusnya dapat subsidi justru tak sampai. Yang seharusnya dibantu, malah bantuannya dipakai foya-foya yang diserahi. Padahal itu amanah. Amanah itu bakal dipertanggungjawabkan besok di akherat. Bagaimana kalau kita tidak bisa mempertanggungjawabkan amanah itu. Lalu, kita diletakkan ke tempat yang serendah-rendahnya, di neraka.


Waaa….…Pantas dulu Nabi Muhammad sedih mendengar gambaran neraka. Bayangkan ! Nabi Muhammad sendiri yang sudah pasti jaminannya dari Allah, masih juga bermunajat, mohon ampun. Beliau juga memikirkan ummatnya. Ummati…ummati….ucapnya saat sakaratul maut…... Lalu aku ?
Innalillahi. Aku kalah lagi ! Sholatku dicuri . Rusak ! Setan , pergi kau !…kenapa sholatku jadi begini ?
Shiraathalladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdlu bi 'alaihim waladlaaalliin amiin……….


Bismillahirrahmaanirrahiim…demi waktu..wal 'ashri…sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali orang beriman dan beramal sholeh nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…..aku …. aku… coba ke rumah Pak Ali, cari bajunya. Beliau tak pernah menolak dengan sumbangan, baju bekas lagi. Semoga bazar ini bisa dapat untung, untuk modal kegiatan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang …….
Allahu akbar…"Orang yang tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya, di waktu kematian tidak akan mendapat barokah Allah…maka sholatlah dengan tuma'ninah, jangan tergesa, hayatilah...."


Attahiyyat almubaarokatu ash sholawatu ath thoyyibaatu lillah…………assalaamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh ………. Ada hasrat buang angin …. asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah………sebentar lagi sholat selesai…assalamu'alaikum … assalamu'alaikum wa rahmatu allahi wa barakaatuhu……………………….

Kemana sholatku tadi ? kenapa aku tak merasakan kedalaman hati di sana ? Oh Allah, kecintaanku pada-Mu belum seberapa, ibadahku tidak ada artinya. Khusyu' belum kudapat, konsentrasiku buyar. Aku masih banyak salah langkah, walau bagaimana aku mencobanya…..
Allah, apa guna lafal-lafal yang terucap selama ini, kalau sekedar mampir di bibir, sekedar hafalan yang aku sendiri tak mendalami. Aku tahu makna dari bacaan sholat, tapi masih juga semua terlewat begitu saja. Untuk apa aku sholat seperti ini, kalau sholatku masih sekedar gerakan, tanpa ruh yang menggelayut di dalamnya ? Allah, beginikah ibadahku….


Aku berusaha menjaga semua. Niat tlah kubulatkan, wudlu kuhayati, dengan harap kucuran air di badan dengan harap menghapus seluruh kotoran jiwa dan raga. Suci dari hadats dan najis. Bajuku bersih, alat sholat, dan sajadah pun demikian. Aku pun menghadap ke kiblatMu, arah barat sedikit condong ke kanan. Masuk waktu sholat, ya…..ini waktu sholat…kurang apa lagi, Ya Ilahi Rabbi…..


CintaMu Ya Allah, yang ingin kurengkuh, suatu kecintaan hakiki yang tak lekang oleh masa. Kecintaan fitrah yang sudah menjadi impian tiap muslim. Kecintaan yang mengharap keridlaanMu dan tak mengharap pujian, memberikan ketenangan jiwa, bukan kegundahan dan keacuhan hati. Sebentuk cinta yang abadi.
Dengan tak mengubah posisi duduk kulantunkan istighfar. Kumantapkan hati dengan isian puji padaMu, Ilahi Rabbiii. Hati ini ingin…..ingin sekali menangis, merengek, dan meratap di hadapanMu, ya Allah, tapi mata ini kering, tak mampu mengeluarkan air mata.


Kotor ! hatiku terlalu kotor untuk mengharap dan mendekap cintaMu. Ya Allah, aku ingin sekali bersamaMu, ingin rasanya aku merasakan kedekatanMu, kebersamaanMu padaku yang hina dina ini.

Ya Allah…..syahkah sholatku tadi ?
Dan aku buru-buru mengambil air wudlu.