kajian

"mengarungi samudra kehidupan kita ibarat para pengembara hidup ini adalah perjuangan tiada masa tuk berpangku tangan setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa segores luka dijalan Allah kan menjadi saksi pengorbanan.... "

Tuesday, August 29, 2006

SeBeLuM HilanG CINTA

Ada atikel bagus dari www.eramuslim.com

Sebelum Cinta Hilang ^ - ^

*********************************************
Ketika ada biasa saja, ketika tiada begitu
berharga. Gambaran inilah yang sering kita
rasakan ketika orang yang kita cintai telah pergi
meninggalkan kita. Ketika seseorang itu ada, hadir
di tengah-tengah kita, kadang kita bersikap biasa-
biasa saja. Namun ketika dia telah pergi
meninggalkan kita, kadang baru terasa dia
sungguh berharga dan bermakna. Kitapun
menyesal ketika belum bisa melakukan yang
terbaik untuknya semasa masih hidup dulu.


Saya mempunyai cerita tentang hal ini. Bukan
kisah saya, tapi kisah seorang sahabat saya yang
kini menetap di Kota Makasar. Saya pertamakali
berkenalan dengannya ketika sama-sama menjadi
delegasi pada acara Musyawarah Nasional
(Munas) Forum Lingkar Pena (FLP) di sebuah
hotel yang dingin sekitar Kaliurang Jogjakarta di
tahun 2005. Kesan pertama, dia begitu kalem, rapi
dan murah senyum. Setelahnya, saya menjalin
komunikasi dengannya melalui dunia maya.
Banyak cerita yang sempat terlontar, tak hanya
seputar kepenulisan tetapi juga tentang kisahnya
yang bagi saya sangat mengharukan.


Sahabat saya ini pernah kehilangan orang yang
begitu dicintainya, dialah isteri tercintanya.
Isterinya itu harus meninggalkannya lantaran sakit
ketika usianya masih cukup muda, kelahiran tahun
1983 dan meninggal tahun 2005. Wanita itu
meninggal ketika cinta sedang mekar di antara
mereka, ketika benih-benih cinta mulai tertanam.
Tapi, takdir berkata lain. Mereka harus
terpisahkan, kematian begitu cepat
menghantarkan wanita itu meninggalkan dunia
fana ini.


Saya membayangkan bagaimana perasaan
sahabat saat tadi ketika mendapati kenyataan
isterinya telah tiada. Sedih tentu saja menyelimuti
relung jiwanya. Layaknya seorang isteri, tentu ia
adalah sumber inspirasi dan penyemangat
hidupnya, menjadi mitra dalam kehidupan
kesehariannya di kala senang maupun susah.
Sahabat saya itu mengenangkan bagaimana
ketika isterinya memberikan semangat “Bang
skripsinya, ayo dong lekas dirampungkan”. Itu
salah satu kata yang sempat terngiang, sederhana
namun begitu dalam dirasakannya karena ucapan
itu keluar dari isteri tercintanya.


Ketika mengenangnya, kesedihan, tentulah
dirasakan sahabat saya. Tapi dia tak mau terus
terusan berkeluh kesah dan meratapi kepergian
isterinya itu. Dia mencoba bangkit, mencoba tegar
untuk memulai hidup baru. Bagaimanapun juga,
itulah kenyataan yang mesti dihadapinya.
Mencoba kembali menapaki langkah tanpa
kehadiran isterinya.


Hem... kematian memang misterius. Dia pasti
datang tapi kita tidak tahu kapan persisnya.

Namun, bagi seorang muslim justru kematian
menjadi jalan untuk bertemu kekasihnya, dialah
Allah SWT. Yang terpenting adalah bekal yang
cukup untuk kelak bisa bertemu denganNya.


****************************************************


Dari pengalaman seorang sahabat itu, kita bisa
belajar untuk menghargai orang yang kita cintai.
Sebelum hilang cinta, sebelum dia tiada, hargailah
ia. Siapapun, entah dia adalah ORANG TUA kita,
teman-teman kita, isteri atau suami kita, yang
pasti lakukan yang terbaiknya untuknya, berikan
sesuatu yang membuatnya merasa bahagia.


Perlakukan ia sebaik-baiknya, sepanjang yang kita
bisa agar dia bisa memperlihatkan senyum
tersimbul dari bibirnya, sebuah tanda atas
kebahagiaan. Mudah mudahan dengan cara
demikian, kelak kita tidak dihinggapi rasa bersalah
atas kematian orang yang kita cintai karena belum
bisa memberikan yang terbaik semasa hidupnya.
(yon’s revolta)


~Snow man in the mountain~, Agustus 2006

freelance_corp@yahoo.com


Semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua,
agar senantiasa berbuat baik kepada semua orang
dan makhluk hidup lainnya, sebelum semua itu
kembali kepada Sang Pencipta, Allah SWT
Aamiiin

Tuesday, November 01, 2005

Karakteristik Alumni Ramadhan

Ramadhan adalah syahrut tarbiyah (bulan pendidikan) dimana ruh, pemikiran, dan fisik kita digembleng selama satu bulan penuh. Tujuan puasa adalah meraih gelar takwa. Takwa adalah predikat tertinggi dan termlia di sisi Allah Swt. Dan dengan predikat takwa inilah kita meraih surga.

Ramadhan adalah madrasah tahunan umat Islam, dimana kita dapat belajar, beraktifitas (beramal), berkorban, dan menyempurnakan keimanan dan keislaman kita. Ramadhan adalah stimulus agar kita bisa mewarnai 11 bulan lainnya sepertui bulan Ramadhan.

Ada beberapa target atau sasaan puasa yang bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan amaliyat Ramadhan seperti di bawah ini. Kalau target-target itu bisa kita laksanakan setelah Ramadhan, Insya Allah kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.

Karakter yang diharapkan terbentuk
1. Memiliki kepekaan sosial, merasakan derita orang miskin, karena berpuasa adalah menahan haus dan lapar.
2. Memperhatikan kesehatan, Rasululah Saw. bersabda, "Shumuu tashihuu" (berpuasalah, niscaya kamu akan sehat).
3. Kuat menahan cobaan (Al-Baqarah:155).
4. Memperhatikan makanan yang masuk ke perut, yaitu yang halal dan baik.
5. Jujur, karena yang mengetahui orang berpuasa hanyalah dirinya dan Allah.
6. Disiplin dalam ibadah dan muamalah.
7. Memperbanyak amal (kerja) dan mengurangi tidur.
8. Meninggalkan perbuatan yang tak berguna, Rasulullah Saw. bersabda, "Min husnil islamil mar`i tarkuhu maa laa ya'nihi" (di antara tanda-tanda kebaikan seorang Muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna).
9. Mengendalikan nafsu; menjaga mata dari melihat hal-hal yang berbau maksiat; menjaga telinga dari mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat; menjaga hati dari sifat iri, dengki, hasad, dll.; menjaga otak dari pikiran-pikiran kotor; dan menjaga lidah dari membicarakan hal-hal yang tak berguna (gosip, ghibah, fitnah, dll.) (QS Al-A'raf: 179).
10. Membiasakan shalat berjamaah.
11. Membiasakan mengerjakan shalat-shalat sunnah nawafil.
12. Membiasakan qiyamul lail (shalat Tahajjud).
13. Memakmurkan masjid.
14. Membiasakan menghadiri majelis ilmu.
15. Terdorong untuk meningkatkan pengetahuan keislaman.
16. Menanamkan prinsip makan untuk ibadah hidup, bukan hidup untuk makan.
17. Hanya memakan makanan yang mendatangkan keberkahan.
18. Membiasakan membaca Al-Qur`an setiap hari.
19. Terdorong untuk belajar membaca Al-Qur`an dan meningkatkan kualitas bacaannya.
20. Menghilangkan penyakit hubbud dunya (cinta dunia) dan sejenak melupakan dunia.
21. Mencintai masjid.
22. Berkumpul dengan orang-orang shalih.
23. Berusaha meraih rahmat Allah Swt. dengan meraih lailatul qadr.
24. Menghilangkan penyakit materialistik.
25. Membersihkan jiwa.
26. Mejaga kebersihan harta.
27. Menumbuhkan sifat dermawan.
28. Menumbuhkan jiwa berkorban.

Ke-28 karakter di atas adalah target yang harus dicapai oleh para alumni Ramadhan. Bila tak sanggup seluruhnya, paling tidak sebagiannya yang urgen harus kita prioritaskan. Karena apa artinya Ramadhan, bila setelah itu kita tidak mengambil pelajaran darinya untuk kita aplikasikan di bulan-bulan lainnnya. Pembentukan insan muttaqin memang butuh waktu. Oleh karenanya dari Ramadhan ke Ramadhan mestinya ada peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. (sh)

ikhlas

“Alhamdulillah deh, kalo aku sih belum pernah tuh yang namanya absen sholat malem. Paling kalo lagi cape aja aku bisa kebablasan. Tapi itu juga `gak lebih dari satu atau dua hari setiap minggunya. Saum sunah juga begitu, trus dhuhanya juga, Alhamdulillah `gak pernah lewat…”, ujar Nisa suatu ketika saat rehat dalam rapat siang itu. Kontan saja perhatian teman-teman yang saat itu sedang diskusi langsung tertuju padanya. Pandangan kagum, pujian, bahkan sanjungan pun tak urung mulai mengalir dari masing-masing peserta diskusi. Adegan selanjutnya bisa di tebak, pembicara pun beralih pada Nisa yang makin semangat membeberkan kelebihan-kelebihan ibadahnya yang di atas rata-rata.
Masya Allah. Pernah `gak sih kalian juga mengalami hal seperti diatas ? Berdecak-decak kagum mendengar orang lain meriwayatkan segala jenis ibadahnya yang fantastis (atau bahkan jangan-jangan justru kalian/kita sendiri yang menjadi pelaku atas periwayatan ibadah-ibadah harian kita ?). Nah, sebenarnya boleh `gak sih kita melakukan hal seperti di atas ?
“Sah-sah aja sih, toh tidak melanggar Undang-undang, malah bagus kan, bisa memacu orang lain untuk beribadah lebih rajin”, sahut Ut (nama samaran).
“E.. gak boleh dong, itu namanya riya “, Ari menyahut `gak mau kalah.
“Ria ? maksud lo anak baru itu ? emang kenapa dia ?”, kali ini Moni menyahut `gak `mudheng`.

Sekarang, coba simak kisah berikut ini,
Suatu ketika, tersebutlah 3 orang musafir yang sedang dalam perjalanan. Saat hari telah mulai gelap, ketiganya lalu memutuskan untuk beristirahat disebuah gua. Karena kelelahan dengan panjangnya perjalanan, ketiganya lalu segera saja tertidur lelap, dan tidak menyadari, bahwa sebuah batu besar tiba-tiba saja jatuh menggelinding sehingga menutup mulut gua. Paginya saat ketiganya terbangun untuk meneruskan perjalanan, mereka terkejut saat mendapati pintu gua ternyata telah tertutup oleh batu besar yang tadi malam terjatuh. Ketiganya lalu bergotong royong untuk menggeser batu besar tersebut. Tapi rupanya usaha mereka sia-sia, karena batu besar itu tidak satu inci pun bergeser. Karena kelelahan, mereka akhirnya pasrah dan memohon keajaiban dari Allah, berharap akan ada seorang yang lewat dan menolong mereka keluar dari dalam gua .
Dalam perasaan was-was itulah lalu terfikir oleh mereka untuk memohon kepada Allah dengan amalan-amalan yang mereka miliki.
Musafir pertama lalu berdoa, ` Ya Allah, dahulu hambamu ini selalu berbakti kepada kedua orang tuaku. Apa pun yang aku lakukan, aku tidak pernah melupakan kedua orang tuaku. Bahkan kebahagiaan keluargaku pun aku kesampingkan demi kebahagiaan orang tuaku. Suatu hari, sehabis aku membanting tulang seharian mencari nafkah bagi keluargaku, aku sempatkan membeli susu untuk kedua orang tuaku dan keluargaku.
Saat aku pulang, keduanya sedang tertidur lelap dan susu yang kubawa tak sempat aku berikan kepada kedua orang tuaku. Aku dan keluargaku tidak menyentuh sedikit pun susu tersebut, hingga pagi pun tiba. Setelah kedua orang tuaku terbangun dari tidurnya, aku serahkan susu tersebut kepada kedua orang tuaku. Setelah mereka meminumnya, sisanya aku minum sendiri bersama anak dan keluargaku. Ya Rabbku, jika perbuatanku itu aku lakukan ikhlas karena-Mu, geserkanlah batu besar ini Ya Allah.`
Tak disangka, tiba-tiba saja terjadi sebuah keajaiban. Batu besar tadi bergeser sedikit hingga terlihatlah sebuah celah kecil.
Kemudian musafir kedua pun berdoa pula kepada Allah, `Wahai Rabbku, dahulu ketika aku masih muda dan gagah serta tampan pula, aku sangat menyukai dan mencintai sepupuku. Dia adalah gadis tercantik dikampungku. Dia gadis yang sederhana, periang dan menyenangkan untuk diajak bersahabat. Tanpa terasa, hati ini tidak kuasa lagi untuk memendam rasa cinta padanya. Namun apa daya kuasaku pun belum tiba. Suatu hari, gadis yang aku idamkan itu datang kepadaku untuk meminta bantuanku. Yaitu menolong orang tuanya yang membutuhkan beberapa ribu dinar untuk membayar hutangnya. Saat itu setan la`natullah datang menghampiriku, dan membisikkan kata-kata indahnya agar aku mau menolongnya , lalu sebagai imbalannya gadis itu harus menemaniku malam ini. Kata-kata itu pun terlontar dari bibirku. Tapi sepupuku menolaknya. Tapi beberapa hari kemudian dia datang lagi padaku, dan aku tetap mengajukan tawaran yang sama. Akhirnya karena mungkin baginya tak ada lagi jalan keluar, dengan berat hati dia lalu mengiyakan ajakanku. Lalu malamnya, saat kami hendak melakukannya, sepupuku berkata,`tunggu dulu wahai kakak, jika Allah melihat perbuatan kita, apa nanti yang akan kita katakan pada-Nya ?`, mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir saudaraku, spontan pula aku tersadar dari jeratan setan tersebut. Aku dan dia tidak jadi melakukan perbuatan terkutuk itu, lalu aku penuhi janjiku untuk memberinya pinjaman. Aku berkata padanya,`pakailah dahulu uang ini untuk membayar hutang-hutang ayahmu, untuk pengembaliannya tidak usah kau pikirkan`. Jika apa yang aku lakukan itu ikhlas karena-Mu, geserkanlah batu besar ini Ya Allah”.
Subhanallah, batu besar itu pun kembali bergeser, hingga celah yang tadi, terlihat sedikit lebih besar.
Lalu kini tiba giliran musafir ketiga yang berdoa, `Wahai Rabbku, Engkau telah memberikan rezeki kepadaku dengan berlipat ganda. Usahaku Engkau beri rahmat. Ternakku berkembang dengan cukup pesat. Dalam perjalanan usahaku Engkau berikan tantangan dan kesenangan silih berganti kepadaku. Suatu hari, salah seorang pekerjaku mengundurkan diri tanpa sebab, dan pergi tanpa pamit, sedangkan aku belum lagi membayarka upahnya. Setalah aku tunggu untuk beberapa lama tak juga datang kabar darinya, akhirnya uang yang seharusnya aku bayarkan sebagai upahnya, aku belikan sepasang domba yang sehat dan aku pelihara dengan baik. Hingga bertahun-tahun lamanya aku merawat domba itu, dan dengan kasih sayang- MU domba-domba itu
berkembang biak menjadi sangat banyak. Lalu pada suatu hari, tiba-tiba saja pekerjaku itu datang lagi padaku dan menagih upahnya yang dahulu belum sempat diambilnya. Lalu aku ajak dia ke suatu padang ternak yang luas dan aku tunjukkan padanya,`inilah upahmu dahulu dan ambillah`,dia tidak begitu saja percaya padaku, akhirnya aku ceritakan padanya asal-usul domba-domba itu, barulah dia mempercayaiku dan mau menerima domba-domba itu. Ya Rabbku, jika aku lakukan itu semata-mata karena ikhlas dan hanya mengharapkan Ridho Mu saja, maka geserkanlah batu itu dari mulut gua`.
Saat musafir ketiga mengakhiri doanya, batu besar tadi bergeser lagi hingga akhirnya ketiga musafir itu pun bisa keluar dari dalam gua dengan selamat, dan meneruskan perjalanannya.
Subhanallah. Bisakah kalian melihat korelasi dari kisah ketiga musafir tersebut ?
Bagaimana harga sebuah keikhlasan, yang tulus, murni hanya untuk mengharapkan Ridho Allah semata, ternyata bisa menyelamatkan jiwa mereka.
Sebuah keikhlasan yang bersih dan tulus, jauh dari unsur pamer atau keinginan untuk di ketahui ibadahnya oleh orang lain. Allah SWT sangat mencintai hamba-hamba Nya yang berbuat sesuatu dengan ikhlas, tulus, dan hanya mengharapkan ridho dari-Nya semata.
Bahkan Rasulullah sendiri menegaskan dalam salah satu haditsnya, `
`sesungguhnya pada setiap amal perbuatan tergantung pada niat dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan…`(Diriwayatkan oleh dua ahli hadits).
Allah tidak menghendaki adanya sifat riya dalam diri hamba Nya. Karena sifat riya, selain dicela dan di benci Allah, hanya akan menimbulkan kesia-siaan belaka.
Ingin di puji adalah naluri dasar setiap manusia, karenanya ia akan selalu ingin mendapat penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dsb. Ia pun akan selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada dalam dirinya atau pun segala apa yang ia lakukan. Apalagi kalau yang ada dalam dirinya atau yang tengah ia lakukan itu berupa kebaikan. Allah ingin menguji manusia, sejauh mana ia bisa berlaku ikhlas, dengan di anugrahkannya fitrah riya, ingin pamer dan ujub dalam diri setiap manusia.
Karena sesungguhnya, setiap muslim seharusnya paham untuk apa ia di ciptakan, dan bagaimana seharusnya ia menjalani kehidupannya di tempat persinggahan ini.
`Dunia adalah ibarat sebuah pohon di tengah padang pasir, dimana di bawah pohon tersebut seorang musafir akan berteduh dan beristirahat untuk mengumpulkan tenaganya dan menyiapkan perbekalan untuk kemudian kembali meneruskan perjalanannya` ujar seorang ulama.
Dan Allah mengibaratkan kepribadian seorang muslim dengan perumpamaan,`…seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) kelangit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan se izin Tuhannya…` (QS. Ibrahim :24-25)
Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat, dan menyadari, bahwa sesungguhnya, ridho Allah, adalah puncak dari segala cita-cita.
Nah sekarang, sama-sama, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, sudahkah kita menjadikan ridho Allah sebagai prioritas di atas prioritas ?
Karena sesungguhnya, tak ada seseorang yang mengenal diri kita selain diri kita sendiri. Wallahu`alam. (MAF/1423 H)

Monday, October 31, 2005

Ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat?

Hudzaifah.org - Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa.

Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. 9: 71)

Di lapangan, ikhwan dan akhwat harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da'wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.

Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai LDK kampus tentang sedikit 'konfrontasi' ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da'wah para ikhwan yang notabene adalah partner da'wah dari akhwat.

Patut menjadi catatan, mengapa ADK akhwat selalu lebih banyak dari ADK ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda'wah akhwat, lebih unggul. Meski memang hidayah itu dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar.

Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri?
Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa LDK, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da'wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa diandalkan. Dan ada pula sebuah masjid kampus di Indonesia yang hampir semua agenda da'wahnya digerakkan oleh para akhwat. Entah hilang kemanakah para ikhwan.

Akibat seringnya menghadapi ikhwan semacam ini, yang mungkin karena sangat gemasnya, penulis pernah mendengar doa seorang akhwat, "Ya Allah…, semoga nanti kalau punya suami, jangan yang seperti itu… (tidak cepat tanggap–red)," ujarnya sedih. Nah!

Ikhwan GANTENG
Lantas bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da'wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini.

1. (G) Gesit dalam da'wah
Da'wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda'wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.

2. (A) Atensi pada jundi
Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? "Duh.., ikhwan ngga' liat-liat ke belakang apa ya?" Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.

3. (N) No reason, demi menolong
Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki oleh aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. "Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…," jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya.

4. (T) Tanggap dengan masalah
Permasalahan da'wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan.

Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, "Mmmm…."
"Lho… terus gimana? Kok cuma "mmmmm"…" tanya para akhwat bingung.
Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan.
"Aduh… gimana sih…." Para akhwat menjadi senewen.

5. (E) Empati
Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.

Contoh kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, "Nanti juga balik lagi akhwatnya."

6. (N) Nahkoda yang handal
Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah "gatal" ingin segera gerak cepat beraksi dalam da'wah, para akhwat berinisiatif untuk "menggedor" ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi.

7. (G) Gentle
Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. "Ada apa nih?" tanya para akhwat. Saat para akhwat menyadari adanya asap, barulah mereka ikut berhamburan keluar. "Kok ikhwan ninggalin gitu aja…" ujar seorang akhwat dengan kecewa.

Penutup
Fenomena ketidak-GANTENG-an ikhwan ini, akan dapat berpengaruh pada kinerja da'wah. Ikhwan dan akhwat adalah partner da'wah yang senantiasa harus saling berkoordinasi. Masing-masing ikhwan dan akhwat memang mempunyai kesibukannya sendiri, namun ikhwan dilebihkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu sebagai pemimpin. Sehingga wajar saja bila yang dipimpin terkadang mengandalkan dan mengharapkan sang qawwam ini bisa jauh lebih gesit dalam berda'wah (G), perhatian kepada jundinya (A), tidak banyak alasan dalam menolong (N), tanggap dalam masalah (T), empati pada jundi (E), menjadi nahkoda yang handal (N) dan mampu memberikan perlindungan (G). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..." (QS. An-Nisa':34).

Kita harapkan, semoga semakin banyak lagi ikhwan-ikhwan GANTENG yang menjadi qiyadah sekaligus partner akhwat. Senantiasa berkoordinasi. Ukhuwah di dunia, dan di akhirat. Amiin. []



PS : Ayo kita budidayakan (memangnya ternak???) ikhwan GANTENG ini. Dan pada pembahasan selanjutnya, dapat dikupas tentang akhwat CANTIK. Nah, untuk ini, biarkan ikhwan yang menulis ^ _ ^

by:jhnsrh...

mengevaluasi taubat

Setiap orang pasti pernah melakukan taubat, Secara tidak loangsung maupun langsung dilakukan. Namun seringkali pula kita tidak serius dengan apa yang telah kita lakukan. Malamnya kita bertaubat, tapi siangnya kita sudah kembali melakukan dosa. Kalo kata Aidh Al Qorni, taubat yang seperti itu merupakan taubat yang rusak. Beliau menyebutkan tanda-tandanya, diantaranya adalah:

1. Lemah Tekad.
Orang yang bertaubat dari kemaksiatan tapi ibadah wajibnya masih diabaikan termasuk
kedalam orang yang mempunyai tekad yang lemah untuk berubah. Ya salah satunya kalo
dah denger adzan tiba, mereka tidak segera menyambut panggilan 4JJ1. 4JJ1 telah berfirman: Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai 4JJ1, ikutilah Aku, niscaya 4JJ1 mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. 4JJ1 Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imron: 31)

2. Kecenderungan Hati Terhadap Dosa.
Dari waktu kewaktu, hati cenderung bereaksi dengan dosa, seperti berzina, pandangan yang haram, berlebih-lebihan, dan sebagainya.

3. Terlalu Pe-De.
Sebagian orang merasa terlalu yakin akan dirinya yang menganggap bahwa taubatnya diterima dan tidak akan terjerumus kedalam dosa. Tetapi ketahuilah..4JJ1 maha berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya (QS. Yusuf:21).

4. Mata yang membeku.
Bukan berarti mata yang membeku itu adalah mata orang-orang yang terkena es sehingga
matanya membeku ^_^, tetapi mata yang membeku disini adalah matanya orang-orang
yang tidak pernah menangis ketika dia melakukan dosa. Kalo udah begini, tandanya hati didalam diri seseorang itu sudah rusak dan harus segera diobati.

5. Diingatkan masih lalai.
Orang yang seperti ini sering kita namain dy sebagai orang yang belet. Sudah banyak
kejadian-kejadian yang ditampakkan suapaya bisa dijadikan sebagai suatu pelajaran, tapi
teeetep aja ada yg gak mau sadar dan masih belum bisa mengambil hikmahnya.

6. Tidak melakukan amal sholih sedikitpun.
Orang yang seperti ini tidak pernah menambahkan amal shalihnya dan tidak berupaya menebus kesalahan-kesalahannya pada masa silam. Ia tetap saja berada dalam kesalahan demi kealahan yang serupa.

Ciri-ciri Taubat Nasuha (Yang Jujur dan Sungguh-Sungguh) :

1. Seorang hamba yang bertaubat kondisinya lebih baik daripada sebelum bertaubat.
Suatu hari Imam Ibnu Taimiyyah pernah di tanya, Apakah seorang hamba yang bertaubat
itu sama seperti sebelum dia berbuat dosa?
Ibnu Taimiyyah menjawab ada yang serupa, ada juga yang lebih baik, dan ada juga yang lebih rendah daripada sebelum bertaubat. Semuanya tergantung urusannya masing-masing. Terkadang dosa yang membuatnya merana di sepanjang hari menjadi sebab kebahagiaannya di dunia dan di akhirat kelak (karena ia bertaubat-ed).

2. Rasa takut senantiasa menghantui siang dan malam.
Rasa takut disini bukan karena ada penampakan pocong dan sejenisnya loh! Tapi rasa takut terhadap amalan dosa yang secara tidak sengaja dia perbuat dan tidak segera memohon ampun kepadanya. Selain itu juga takut akan kematian yang menimpa bila dia ditakdirkan meninggal dalam keadaan suul khotimah (akhir yang buruk).

3. Hendaknya hati kita patuh, tunduk, dan merendahkan hati kepada 4JJ1.
Sungguh, rintihan para pendosa lebih baik di sisi 4JJ1 daripada gemuruh kesombongan seorang ahli ibadah. Sebagian manusia bersikap sombong dan bangga dengan amal kebaikan dan amal-amal shalihnya, sehingga dia menjadi orang yang angkuh di hadapan 4JJ1. Sebagian lagi tunduk patuh dan khusyu dengan dosa-dosanya. Dia menangis, merasa hancur lebur dan penuh kekhusyuan kepada Robbnya, sehingga dosa ini menjadi penyebab kebahagiaannya di sisi 4JJ1.

4. Sebaiknya seorang hamba senantiasa berkomitmen dengan sesuatu yang membuat
4JJ1 ridha kepadanya.Misalnya senantiasa membaca Alquran. Kita pun senantiasa berkomitmen dengan berbagai amal ketaatan, hingga kematian menjemput diri kita. Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al-Hijr:99).
Wallahu a'lam bi shshawab

Wednesday, October 12, 2005

intropeksi bersama

Assalamu'alaikum Wr Wb...
Berikut cuplikan beberapa tausiyah, semoga dapat
menjadi bahan introspeksi bersama

Orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (al-Baqarah: 277)

Dunia hanya terdiri dari dua hal saja:
Positif-Negatif, Sukses-Gagal, Untung-Rugi, Senang-Susah. Karena itu, hadapilah dunia dengan dua hal saja :Sabar dan Syukur, Itulah ciri orang yang beriman.

"Hendaknya kita menyedari bahawa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji
sampai dimana kesabaran kita" (Ibnu Qayyim)

"Minta tolonglah kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan: 'Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu!'. Tetapi katakanlah: 'itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki-Nya dikerjakan-Nya'. Sebab kalimat 'Seandainya...'itu akan membuka pintu buat setan".(Al-Hadits)

Jiwa! Mengapa dirimu terlihat lemah? Mengapa semangat itu mulai memudar dan menjadi hampa? Ini belum apa-apa, Jiwa! Engkau belum mencapai surga! Ayo! Percikkan bara semangat dan berjuanglah dengan sempurna! Singkirkan duka dan pekikkan takbir yang membahana!

Allah, saat sepi yang tiada peduli, hanya Engkau yang menemani dan membelai dukaku. Kala gundah hadir tanpa sebab, hanya firmanMu yang memberikan cahaya Saat ku lelah dan berhenti berjalan, hanya Engkau yang menuntun langkah kakiku Ketika dunia tak lagi tersenyum, hanya Engkau yang mampu membuatku tersenyum Sungguh, aku merasakan cintaMu dalam tiap hembusan nafasku

Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa dan betapa banyak kegembiraan datang setelah kesusahan, Siapa yang berbaik sangka pada Pemilik Arasy, dia akan memetik manisnya buah yang dapat dipetik di tengah-tengah pohon berduri

Bacalah secara berulang ‘ La Hawla wala quwwata illa billahi ‘ karena dapat membuat hati tenteram, memperbaiki keadaan, membuat yang berat menjadi ringan dan Allah menjadi Ridha
Bertawakallah kepada 4JJI dan serahkan semua perkara kepadaNya. Terimalah semua ketentuanNya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepadaNya, dan bergantunglah kepadaNya karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.

Wahai pelayan jasad, betapa engkau kelelahan melayaninya...Engkau bersusah payah untuk sesuatu yang membuatmu merugi...Berikan perhatian pada ruhmu...sempurnakan keutamaan-keutamaannya...Sebab dengan ruh engkau akan menjadi manusia...Bukan dengan jasad....

Jangan takut akan kesulitan, sebab kesulitan akan menguatkan hati, membuat kita dapat merasakan nikmat sehat, membulatkan tekad, dan memunculkan kesabaran, Insya ALLAH

Optimislah, jangan pernah berputus asa dan jangan pula menyerah tanpa usaha. Berbaiksangkalah kepada Rabb, dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan dariNya,
insya ALLAH

Kehidupan adalah Dinamika, bukan kevakuman dan kepasifan...Dia adalah pergerakan dan perkembangan, bukan kejumudan dan bukan kekerasan yang membatu...Dia adalah perasaan akan kemenangan, dan bukan kemenangan tanpa usaha...Dia adalah proses menikmati keletihan, bukan menikmati kemalasan...

Hamba 4JJI yang paling bahagia adalah orang yang paling banyak melakukan kebaikan dengan tangannya sendiri, yang paling banyak melakukan kebaikan kepada saudara-saudaranya, dan yang paling banyak bersyukur atas semua itu...Semoga kita dapat menjadi hamba 4JJI yang berbahagia...Amiin

Jika hati diliputi ketakutan, dihimpit kesedihan, dan dicekik kerisauan, maka segeralah bangkit untuk melakukan shalat, niscaya jiwa kan kembali tenang dan tentram...Sesungguhnya shalat itu-atas izin 4JJI-sangatlah cukup untuk menyirnakan kesedihan dan kerisauan.

Di belakangku ada kekuatan tak terbatas, Di depanku ada kemungkinan tak ebrakhir Di sekelilingku ada kesempatan tak terhitung Mengapa aku harus takut?

Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan, dan lakukan itu ada diantara engkau dan Tuhanmu.Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.Jangan pikir dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang lain,dimana orang lain akan berfikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa, mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur,dan berbuat baik.Dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu.

Ketika hatimu terluka parah, hanya ada tiga aturan main : Jangan mengenyahkan kepedihan itu, Jangan pernah mencoba tuk mengerti, dan Jangan tenggelam daLam kepedihan itu...

ya Allah, betapa gundah gulana hati oleh dunia, betapa berat ujian yang kau timpa di atas pundak kami, namun biarkan ujian itu selama kasih sayang Mu tak berhenti, kuatkan jiwa kami, akal kami dan mental kami menerima cobaanMu, amin

"Lihatlah hari ini, sebab ia adalah kehidupan, kehidupan dari kehidupan. Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. Nikmat pertumbuhan. Pekerjaan yang indah. Indahnya kemenangan. Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi. Dan esok hari hanyalah bayangan. Namun hari ini ketika Anda hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian yang indah. Setiap hari esok adalah bayangan yang penuh harapan. Maka lihatlah hari ini."

Ya Allah Tuhanku, temani aku seperti kau temani orang yang mencintaiMu, belai dukaku sebagaimana Kau membelai dukanya, beri Aku cahaya saat Kau sinari dia, tuntun kakiku, giring hatiku kepada cinta, agar cintaMu mengalir dalam tiap hembusan nafasku.

by:faizah

Friday, September 09, 2005

persiapan ramadhan ....

Berikut ini adalah petunjuk singkat mengenai puasa yang meliputi: Segi hukumnya, golongan manusia dalam soal puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan beberapa keutamaannya. - Puasa adalah ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. - Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang agung, sebagaimana sabda Nabi sallallahu 'alaihi wasallam, "Islam itu didirikan di atas lima perkara; Bersaksi tiada sesembahan yang hak melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah." ( Muttafaq 'alaih)
Golongan Manusia dalam Berpuasa.
Puasa diwajibkan kepada setiap muslim, baligh, mampu dan bukan dalam keadaan musafir (bepergian).
Orang kafir tidak diwajibkan berpuasa dan jika ia masuk Islam tidak diwajibkan mengqadha' (mengganti) puasa yang ditinggalkannya selama ia belum masuk Islam.
Anak kecil di bawah usia baligh tidak diwajibkan berpuasa, tetapi dianjurkan untuk dibiasakan berpuasa.
Orang gila tidak wajib berpuasa dan tidak dituntut untuk mengganti puasa dengan memberi makan, walau pun sudah baligh. Begitu pula orang yang kurang akalnya dan orang pikun.
Orang yang sudah tidak mampu untuk berpuasa disebabkan penyakit, usia lanjut, sebagai pengganti puasa ia harus memberi makan setiap hari satu orang miskin (membayar fidyah).
Bagi seseorang yang sakit dan penyakitnya masih ada kemungkinan untuk dapat disembuhkan, jika ia merasa berat untuk menjalankan puasa, maka dibolehkan baginya tidak berpuasa, tetapi harus mengqadha'nya setelah sembuh.
Wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui jika dengan puasa ia merasa khawatir terhadap kesehatan dirinya dan anaknya, maka dibolehkan tidak berpuasa dan kemudian mengqadha'nya di hari yang lain.
Wanita yang sedang dalam keadaan haidh atau dalam keadaan nifas, tidak boleh berpuasa dan harus mengqadha'nya pada hari yang lain.
Orang yang terpaksa berbuka puasa karena hendak menyelamatkan orang yang hampir tenggelam atau terbakar, maka ia mengqadha' puasa yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.
Bagi musafir boleh memilih antara berpuasa dan tidak berpuasa. Jika memilih tidak berpuasa, maka ia harus mengqadha'nya di hari yang lain. Hal ini berlaku bagi musafir sementara, seperti berpergian untuk melaksanakan umrah, atau musafir tetap, seperti sopir truk dan bus (luar kota), maka bagi mereka boleh tidak berpuasa selama mereka tinggal di daerah (negeri) orang lain dan harus mengqadha'nya.
Beberapa Rukhsah yang Tidak Membatalkan Puasa.
Jika seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang membatalkan puasa disebabkan lupa atau tidak mengerti atau pun tidak sengaja, maka puasanya tidak batal. Berdasarkan ayat, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah." (QS. al-Baqarah : 286) "Dan tiada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) adalah yang disengaja di hatimu." (QS. al-Ahzab : 5)
Jika orang yang sedang berpuasa makan dan mimun karena ia yakin bahwa matahari telah terbenam, maka puasanya tidak batal; dan tidak batal pula puasa orang yang makan dan minum karena yakin bahwa fajar belum terbit (padahal yang sebenarnya waktu sahur telah habis, red).
Jika orang yang sedang berpuasa berkumur, lalu masuk sebagian air ke dalam tenggorokannya tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. Dan tidak batal puasa seseorang yang ketika tidur bermimpi (hingga keluar mani), karena tidak ada nash yang menyatakan hal tersebut batal.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Hal-hal yang membatalkan puasa ada delapan:
Melakukan jima' (hubungan intim suami istri) pada siang hari Ramadhan bagi yang sedang berpuasa, maka wajib mengqadha' puasanya dan membayar kafarah mughallazhah (denda berat) yaitu dengan memerdekakan seorang hamba sahaya. Jika tidak mendapatkan hamba sahaya maka wajib baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Dan jika tidak mampu, maka ia berkewajiban memberi makan enam puluh orang miskin.
Mengeluarkan air mani dengan cara onani atau masturbasi, mencium, memeluk, merangkul dan lain-lainnya.
Makan minum atau menghisap sesuatu, baik yang bermanfaat atau yang berbahaya seperti rokok.
Menyuntikkan obat yang dapat mengenyangkan dan dapat menahan rasa lapar, karena melakukan itu berarti sama dengan minum. Sedang menyuntikkan obat yang tidak mengenyangkan, maka hal tesebut tidak membatalkan puasa, walaupun disuntikkan pada otot atau urat nadi, baik terasa di kerongkongan atau tidak.
Keluar darah haidh dan nifas
Mengeluarkan darah dengan jalan hijamah (membekam) atau yang serupa. Sedang keluar darah dengan sendirinya atau karena mencabut gigi dan yang semisalnya, tidak membatalkan puasa, karena hal tersebut tidak termasuk dalam pengertian hijamah.
Muntah disengaja, tetapi jika muntah tanpa disengaja atau dibuat-buat, maka tidak batal puasanya.
Transfusi darah sebagai pengganti darah yang keluar, seperti seseorang yang sedang berpuasa terluka (kecelakaan dan sejenisnya) yang mengakibatkan keluarnya darah.

Beberapa Petunjuk Berkenaan dengan Masalah Puasa
Seorang yang dalam keadaan junub tetap harus berniat puasa, meskipun ia mandi janabah setelah terbit fajar (Shubuh).
Wanita yang suci dari haidh sebelum fajar tiba (bulan Ramadhan), maka wajib berpuasa walaupun ia mandi besar setelah terbit fajar.
Seseorang yang sedang berpuasa dibolehkan mencabut gigi, mengobati luka atau menggunakan obat tetes mata/telinga.
Diperbolehkan bagi yang sedang berpuasa untuk bersiwak, baik diwaktu pagi maupun siang hari, bahkan itu termasuk sunnah Nabi sallallahu 'alaihi wasallam.
Untuk mengurangi rasa panas dan dahaga dibolehkan menggunakan AC atau air dingin untuk membasahi kepala.
Bagi penderita sesak nafas meskipun sedang berpuasa diperbolehkan menyemprot mulut dengan sesuatu (berupa udara/gas) yang dapat melonggarkan pernafasan.
Orang yang sedang berpuasa diperbolehkan membasahi bibir dengan air bila terasa kering dan juga diperbolehkan berkumur-kumur namun dengan syarat tidak tertelan.
Disunnahkan mengakhirkan sahur, hingga menjelang Fajar dan segera berbuka setelah matahari terbenam (Maghrib).Diutamakan berbuka dengan kurma rutab (kurma yang masak), jika tidak ada rutab dengan kurma yang lain, dan jika tidak ada korma bisa berbuka denga apa saja yang halal atau berbuka dengan minum air apabila tidak menjumpai makanan.
Orang yang sedang berpuasa sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, seperti shalat sunnah, membaca al- Qur'an, berdzikir dan bershadaqah.
Bagi yang sedang berpuasa tetap diharuskan menjaga dan mengamalkan kewajiban-kewajiban yang lain serta menjauhi perbuatan-perbuatan haram.Hendaknya ia menjaga shalat dengan menjalankannya tepat pada waktunya dan berjama'ah di masjid bagi kaum pria.
Hendaknya selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela yang dapat menghapus pahala puasa seperti: Berdusta, berbuat curang, menipu, riba/rentenir, berbicara yang haram dan sebagainya. Nabi sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa tidak meninggalkan perkataan sia-sia (palsu), perbuatan tak berguna dan kebodohan maka Allah tidak butuh terhadap pusanya (berupa) meninggalakan makan dan minumnya." (Muttafaq 'alaih)

Keutamaan Puasa Ramadhan
Dengan puasa Ramadhan Allah mengampuni dosa orang yang berpuasa dan memaafkan semua kesalahannya, Nabi sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka Allah mengampuni dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Puasa Ramadhan tidak terhingga pahalanya, karena orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala tanpa batas. Setiap muslim amalannya akan diganjar sebesar 10 hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Firman Allah di dalam hadits qudsi, "...Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan mengganjarnya, ia menahan nafsu dan makan karena-Ku." (HR. Muslim)
Puasa dapat membuka pintu syafa'at nanti pada hari Kiamat. Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesunggunya puasa dan bacaan al-Qur'an memberi syafa'at kepada pelakunya pada hari Kiamat. Puasa berkata, "Ya Tuhanku aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa'at kepadanya. Berkata pula al-Qur'an, "Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa'at kepadanya. Nabi bersabda, "Maka keduanya diberikan izin untuk memberi syafaat." (HR. Ahmad). Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam, beserta para keluarga dan sahabatnya. Amin.

Tahukah Kita?

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita. Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah. Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita, sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang anda pikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan. Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya. Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

Mendekap cinta-Mu

Mendekap cinta-Mu

AlDakwah.org--Jam setengah empat. Aku terjaga oleh kokok ayam di halaman. Subhanallah mengalir dari bibir saat datangnya malaikat menyambut datangnya fajar. Malaikat yang menebar rezeki dan puji-pujian bagi Allah Sang Pencipta. Niatku segera kulakukan dengan harap membasuh jiwa dan kegalauan.

Sejenak kusapu pandang ke segala penjuru. Bangunan kecil di sebelah rumah yang berkonstruksi bambu terlihat mulai bergerak, tanda diawalinya kehidupan hari ini. Persegi empat dengan empat buah cagak kaki menggeliat oleh denyut pemiliknya, ayam-ayam yang ribut memberi kode akan datangnya hari. Kandang ayam yang tak seberapa tinggi segera riuh gempita saat sang jago mengepakkan sayap dan bertengger dengan anggun. Jengger dan bulunya menampakkan kegagahan sekaligus kesombongan. Gayanya sedikit pongah.


Aku berwudhu. Basmalah terucap dari hati dan bibir, kusela-sela jemari tangan ini, berupaya menghilangkan kotoran yang mungkin masih tertinggal. Kotoran tangan, maupun kotoran dari kekotoran tangan. Semua kekotoran yang timbul karena keganasan tangan ini ingin kulebur, kubuang, kucampakkan, dan kukubur hingga lepas dari jiwa. Pun demikian ketika mulut, hidung, muka…lillahi ta'ala kulakukan semuanya hingga pembersihan akhir, kaki.
"Ushalli sunnatan…….lillahi ta'ala."


Kurengkuhkan niat shalat dengan hanya kepada Allah ta'ala. Mukena berenda merah jambu kasayanganku menunggu dipakai. Selembar sajadah sebagai alas sholat pun demikian tampaknya.


"Allahu Akbar. Allah Maha Besar." Betapa besar kuasaMu Ya Robbi. Hamba hanya setitik kutu di hamparan kulit yang kasat mata. Kucoba menghadirkan jiwa dan raga ini dalam proses pengikatan janji dan meyakini kehadiran-Mu. Angkatan takbir tersusun atas kesejajaran jemari tangan dengan jempol di bawah telinga. Barisan jari yang tidak terlalu rapat tak renggang pula mengawali gerakan sholat, bakti pada Ilahi Rabbi. Dan kedua tangan pun kusedekapkan.


"Allah, Maha Besar diriMu. Kupuji dengan sebanyak-banyak pujian. Kau.kutasbihkan di pagi hari dan sore hari………..…Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untukMu Yaa Allah. ….…..dan hamba adalah insan yang berserah diri padaMu" indah sekali kalimat itu terucap.
"Diriku berlindung dari segala godaan setan yang terkutuk yang selalu menggoda manusia pada kegelapan jiwa."


"Kusebut namaMu wahai dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hamba baca seraya minta dengan tulus pertolongan Wahai Dzat yang Maha Suci " …………….. rangkaian dendrit-neurit bahu-membahu menghantarkan impuls ke otak, ada berita dadakan yang menunggu tenggat waktu. Makalah yang mesti dikumpul esok lusa……


……….Maaliki yaumi ad din. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin …makalah, bahannya ? pinjam buku di perpusda atau ke perpustakaan sekolah ? lanjut ke Pak Saimun, makan rujak gobed, hmmm…panas-panas di sekitar Sagan, yang bis-bisnya sembarangan ambil jalan.…..


…'Ah, kenapa pikiran itu datang…..hentikan!!!!!...Kau masih dalam daerah penghambaan pada Allah. Jangan hancurkan sholatmu dengan makalah. Nanti ! Sekarang sholatlah dulu'… nurani ini mengingatkan… Nyaliku menciut. Allah…..Allah……Allah…….lantunan sirri Al Fatihah berlanjut …" Segala puji hanya tersaji pada Allah, Duhai Sang Pencita Alam. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Engkaulah pengusa hari pembalasan."


……"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan minta pertolongan" ……betapa kecilnya hamba di hadapan-Mu……… "Ya Rabbii tunjukkan pada kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang padanya dianugerahkan nikmat-Mu , bukan jalan mereka yang dimurkai oleh-Mu dan bukan pula orang yang sesat …… Aamiiin."


"Bismillahi ar rahmaani ar rahiim …… wal fajri, demi fajar….pada demikian itu terdapat sumpah yang dapat diterima orang yang berakal ..adakah aku masuk diantara orang berakal ? mampu menguak rahasia alam yang ditantang Tuhan ? ……….kaum firaun yang mempunyai pasak-pasak yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri….lalu mereka membuat banyak kerusakan dalam negeri itu ………. Karena Tuhanmu menimpakan kepada mereka azab…….. hampir sama dengan negeri ini, pranata yang diberi hak mengatur namun kurang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya……………….


….. …dan kamu memakan harta dengan memcampurbaurkan, dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan berlebihan …………. Apa aku termasuk di dalamnya ?.……………… jangan berbuat demikian …. … pada hari itu diperlihatkan jahannam, dan ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya….alangkah baiknya kiranya aku semasa hidup mengerjakan amal shaleh … seharusnya semua manusia di bumi ini mampu berbuat demikian, dan negeri ini akan aman, makmur, gemah ripah loh jinawi … Ah, pikiranku bercabang lagi…….


"Allahu Akbar…..Maha suci Engkau Tuhanku Yang Maha Agung"………… ruku'ku, sudah sempurnakah gerakannya ? kepalaku terlalu tunduk ? sembilan puluh derajat ?………."Allah mendengar siapa yang memujinya"…………Allah..Allah..Allah…. Rabbana wa laka alhamdu…….


Allahu Akbar. Kedua lutut kuletakkan di atas hamparan sajadah. Berturut-turut kemudian dahi, hidung dan kedua telapak tangan. Oh ……kain penutup rambutku terlalu menutupi dahi , padahal dahi termasuk anggota badan yang harus terkena tempat sujud. Kalau tertutup seperti ini, ada sesuatu yang menghalanginya. "Syahkah sholatku ?" bangkit dari sujud………. berilah maghfirahMu, ya Allah………....kembali aku bersujud. Jerawat di hidung terasa sedikit perih saat bersatu sejajar kepala dengan kaki. Masya Allah……. Jerawat, jerawat ! … aku makan kacang atom kemarin di rumah eyang….Ah, eyang. Apa kabar, Yang ?


Allahu Akbar. Bismillahi ar rahmaani ar rahiim…Teruntuk padaMu puji-pujiian…Ar rahmaan Ar Rahiim.. pakai huruf ? atau ? Artinya bisa rusak kalau doanya salah …….. banyak orang yang kurang bisa membedakan makhraj huruf hijaiyah. Antara ha - ha - kha, a -'a, sa - sya - sha, dza - za - dla - zha masih banyak yang tertukar. Posisi lidah akan sangat menentukan, apakah di bibir, gigi, tenggorokan, pokoknya semua isi mulut harus kompromi dengan lidah untuk menghasilkan bacaan yang benar. Kesalahan umum, mungkin dianggap sambil lalu, padahal itu bahaya. Sayang sekali para penasyid banyak yang melakukan kesalahan ini dalam melantunkan lagunya, mereka kurang fashih. Jadi tak bisa disalahkan kalau ada sebagian dari umat islam tidak terlalu menikmati jenis musik ini karena kesalahan tadi. Mungkin karena sedari kecil, lama-kelamaan terbiasa dan susah dirubah.


Seekor nyamuk datang berkeliling tubuh, dengungnya keras sekali. Tampaknya makhluk ini mencari lokasi strategis untuk mmenghisap darahku, tapi……… ia memilih jerawat…aduh…. mesti ditabok nyamuknya ?


Kena ! tapi, jerawatku sakit.…jerawat ini memang sudah matang, cukup umur. Jadi sudah waktunya. Dan pasti, regangan pori-pori kulitnya akan membesar kalau pecah. Jadi mestinya langsung dikompres air dingin …………. kok ada yang tak berjerawat, ya ?……..ah, rawat muka terus pasti, pakai pembersih dan penyegar wajah !


Alhamdulillahirabbil'aalamiiin….ahad besok ada bazar rakyat, aku mesti cari pakaian pantas pakai. Lumayan, keuntungan banyak tapi sedikit modal. Resikonya ….. terkadang yang beli itu merangkap penjual, jadi baju yang masih bagus-bagus dijual lagi dengan harga yang lebih mahal. Target penjualan baju itu sendiri tak sampai ke orang yang lebih membutuhkan. Padahal sekarang harga-harga melangit. Baju satu saja harganya berapa ? belum lagi kalau peduli merk. Untung aku tak termasuk di dalamnya. Lebih sering beli kain dan dijahit . Tapi, ongkos jahit sekarang mahal juga….
maaliki yaumiddiin…..kasihan kan, yang seharusnya mendapat keringanan, justru nggak dapet…


Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin…….tapi di Indonesia juga sama. Yang seharusnya dapat subsidi justru tak sampai. Yang seharusnya dibantu, malah bantuannya dipakai foya-foya yang diserahi. Padahal itu amanah. Amanah itu bakal dipertanggungjawabkan besok di akherat. Bagaimana kalau kita tidak bisa mempertanggungjawabkan amanah itu. Lalu, kita diletakkan ke tempat yang serendah-rendahnya, di neraka.


Waaa….…Pantas dulu Nabi Muhammad sedih mendengar gambaran neraka. Bayangkan ! Nabi Muhammad sendiri yang sudah pasti jaminannya dari Allah, masih juga bermunajat, mohon ampun. Beliau juga memikirkan ummatnya. Ummati…ummati….ucapnya saat sakaratul maut…... Lalu aku ?
Innalillahi. Aku kalah lagi ! Sholatku dicuri . Rusak ! Setan , pergi kau !…kenapa sholatku jadi begini ?
Shiraathalladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdlu bi 'alaihim waladlaaalliin amiin……….


Bismillahirrahmaanirrahiim…demi waktu..wal 'ashri…sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali orang beriman dan beramal sholeh nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…..aku …. aku… coba ke rumah Pak Ali, cari bajunya. Beliau tak pernah menolak dengan sumbangan, baju bekas lagi. Semoga bazar ini bisa dapat untung, untuk modal kegiatan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang …….
Allahu akbar…"Orang yang tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya, di waktu kematian tidak akan mendapat barokah Allah…maka sholatlah dengan tuma'ninah, jangan tergesa, hayatilah...."


Attahiyyat almubaarokatu ash sholawatu ath thoyyibaatu lillah…………assalaamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh ………. Ada hasrat buang angin …. asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah………sebentar lagi sholat selesai…assalamu'alaikum … assalamu'alaikum wa rahmatu allahi wa barakaatuhu……………………….

Kemana sholatku tadi ? kenapa aku tak merasakan kedalaman hati di sana ? Oh Allah, kecintaanku pada-Mu belum seberapa, ibadahku tidak ada artinya. Khusyu' belum kudapat, konsentrasiku buyar. Aku masih banyak salah langkah, walau bagaimana aku mencobanya…..
Allah, apa guna lafal-lafal yang terucap selama ini, kalau sekedar mampir di bibir, sekedar hafalan yang aku sendiri tak mendalami. Aku tahu makna dari bacaan sholat, tapi masih juga semua terlewat begitu saja. Untuk apa aku sholat seperti ini, kalau sholatku masih sekedar gerakan, tanpa ruh yang menggelayut di dalamnya ? Allah, beginikah ibadahku….


Aku berusaha menjaga semua. Niat tlah kubulatkan, wudlu kuhayati, dengan harap kucuran air di badan dengan harap menghapus seluruh kotoran jiwa dan raga. Suci dari hadats dan najis. Bajuku bersih, alat sholat, dan sajadah pun demikian. Aku pun menghadap ke kiblatMu, arah barat sedikit condong ke kanan. Masuk waktu sholat, ya…..ini waktu sholat…kurang apa lagi, Ya Ilahi Rabbi…..


CintaMu Ya Allah, yang ingin kurengkuh, suatu kecintaan hakiki yang tak lekang oleh masa. Kecintaan fitrah yang sudah menjadi impian tiap muslim. Kecintaan yang mengharap keridlaanMu dan tak mengharap pujian, memberikan ketenangan jiwa, bukan kegundahan dan keacuhan hati. Sebentuk cinta yang abadi.
Dengan tak mengubah posisi duduk kulantunkan istighfar. Kumantapkan hati dengan isian puji padaMu, Ilahi Rabbiii. Hati ini ingin…..ingin sekali menangis, merengek, dan meratap di hadapanMu, ya Allah, tapi mata ini kering, tak mampu mengeluarkan air mata.


Kotor ! hatiku terlalu kotor untuk mengharap dan mendekap cintaMu. Ya Allah, aku ingin sekali bersamaMu, ingin rasanya aku merasakan kedekatanMu, kebersamaanMu padaku yang hina dina ini.

Ya Allah…..syahkah sholatku tadi ?
Dan aku buru-buru mengambil air wudlu.

Monday, August 29, 2005

Wudlu Aktifkan Titik-titik Biologis

Wudlu adalah ritual penyucian yang mengutamakan unsur kesehatan. Bagian‑bagian yang dibasuh merupakan titik‑titik penting peremajaan tubuh. Di lain pihak juga merupakan pintu masuk bagi ribuan kuman, virus, dan bakteri. Bagaimana wudlu menangkalnya?

Stimulasi Titik Biologis

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan State Medical Academy' dijelaskan bagaimana wudlu dapat menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes) atau titik‑titik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titik-titik refleksologi Cina.

Bedanya, terang Dr. Magomedov, untuk menguasai titik‑titik refleksi Cina dengan tuntas paling tidak dibutuhkan waktu 15‑20 tahun. Bandingkan dengan praktek wudlu yang sangat sederhana. Keutamaan lainnya, refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan sedangkan wudlu sangat efektif mencegah masuknya bibit penyakit.

Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik refleks Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudlu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut, di mana bagian ini juga, merupakan area wudlu yang tidak diwajibkan.

Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan syaraf yang ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air wudlu dalam konsep pengobatan modern adalah hidromassage alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.

Membasuh area wajah misalnya, pijatan air akan memberi efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjar pituitari, otak yang mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang bertugas mengatur pengeluaran hormon dan mengendalikan pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit

Hancurkan Penyusup

Dari sudut pandang pengobatan medis, Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers: a Sport for the Body and Soul (Shalat: Olahraga untuk jasmani dan Rohani) menjelaskan bahwa wudlu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan‑bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengenyahkan risiko ini adalah membersihkannya secara rutin. Berwudlu lima kali sehari adalah antisipasi yang lebih dari cukup.

Menurut Salem, membasuh wajah meremajakan sel‑sel kulit muka dan membantu mencegah munculnya keriput. Selain kulit, wudlu juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus depan pertahanan tubuh. Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada dua senjata pamungkas yang sudah dimiliki, manusia secara alami, yaitu limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B).

Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening dan mampu menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika fungsi mereka terganggu. Sebaliknya, wudlu meningkatkan daya kerja mereka.

Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam wudlu disunatkan menghirup air dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Cara ini adalah penangkal efektif ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), TBC, dan kanker n.asofaring secara dini.

Seorang muslim disarankan mengambil air wudlu tak hanya ketika akan salat, tetapi juga di waktu yang lain. Misalnya saat hendak membaca Alquran, setelah ziarah ke makam, setelah menyentuh jenazah, berangkat tidur atau akan azan.

Selain fungsi‑fungsi fisiologis, wudlu juga efektif mengendalikan emosi. Setiap kali merasa ingin marah, seorang muslim disarankan untuk mengm ambil air wudlu untuk mendinginkan dan menyejukkan hati. Apa pun yang telah diperintahkan oleh Allah tentu memberi banyak manfaat dan solusi tanpa meninggalkan resiko

Wednesday, August 10, 2005

puasa rajab...!!!

Sabtu tanggal 06 Agustus 2005 kita memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah bulannya Allah. Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab itu.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:
* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT;
* Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1424/Isra Mi'raj (Kamis, 01 September 2005 ) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa;
* Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT;
* Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab, 6,7,8 Agustus 2005) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat;
* Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya akan dikabulkan;
* Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga;
* Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya."
Sabda Rasulullah SAW lagi :"Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: "Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?"Maka berkata Jibrilb a.s.: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini".
Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT.Lalu saya bertanya kepada beliau:"Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?"Lalu beliau bersabda :"Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka".
Sabda beliau lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur."
Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur ?"Sabda beliau: "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun."
Sabda beliau lagi: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku". "Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab,Sya'ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka."