kajian

"mengarungi samudra kehidupan kita ibarat para pengembara hidup ini adalah perjuangan tiada masa tuk berpangku tangan setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa segores luka dijalan Allah kan menjadi saksi pengorbanan.... "

Wednesday, July 27, 2005

tahayul ??...!!

“ ehh jangan duduk diatas meja nanti banyak utangnya lho…!”
pasti kamu pernah denger khan nasehat diatas itu… entah dari temen kamu ato siapa saja … ehh iya tau ngga itu apa?? Yup.. Itu namanya takhayul yang terkadang bikin kita bertanya-tanya “ bener kaga ya..??” Nah untuk itu kita akan ngasih kamu tentang takhayul yang katannya bikin nakutin…*_*
Takhayul selalu mengandung notasi yang buruk dianggap sebagai sumber orang Dungu, Pangir, Bodoh serta tidak logis dan ngga masuk akal.Istilah takhayul , Pamali, Tabu, Mitos memang sering beredar di tengah tangah kita. Bagi kita yang percaya pasti menganggapnya benar saja, tapi kalo ngga percaya biasanya cuek beibeh aja tuh…
Ngomong-ngomong pada tau kaga sihh awalnya takhayul??
Ehh iya Kalo kamu ngga tau simak aja dehh….sebenernya latar belakang adanya takhayul diindonesia ada tuh… misalnya ada beberapa hal :
1. Kepercayaan turun menurun
Takhayul ini yang dipercaya oleh seluruh atau beberapa anggota keluarga, beberapa anggota manusia ataupun masyarakat. Karena mereka harus percaya kata kata orang tua terdahulu atawa nenek moyangnya, jadinya terkadang hal yang membuat mereka percaya. Contohnya : Kalau hari sudah gelap anak kecil harus masuk rumah kalo ngga nanti diambil setan….ihh syeremm…(ini sebenernya dimaksudkan biar anak-anak ngga sering keluar malam hari karena berbahaya…)
2. Iklim penjajahan
Maksudnya adalah Takhayul berkembang dimasyarakat akibat dari penjajahan pada saat Jamannya kompeni (belanda). Contohnya : Larangan keluar rumah pada malem Jum`at kalo ngga ada roh jahat. (Soale pada jaman dahulu ini dibuat untuk mencegah tentara rakyat keluar biar kaga ditangkep ama kompeni atawa belanda )
3. Pengaruh Agama
Ternyata ada pengaruhnya Lho, disebabkan karena pengaruh agama yang mereka anut. Contohnya :
Bangun pagi sebelum matahari terbit biar rejekinya ngga hilang ( Padahal ini dibuat agar pada saat terbit matahari melaksanakan sholat Shubuh )
Nah pada tau kan sekarang, kira kira kaya gitu deh awalnya takhayul ini dibuat yang sebenernya awalnya untuk menyiratkan suatu kebaikan atau makna tertentu. Akan tetapi yang bikin heran pada saat sekarang ini yang dah modern dimana-mana kok masih ada aja orang yang percaya ama yang begituan
Dalam pandangan Islam dengan segala kesempurnaannya menentang adanya takhayul. Karena perbuatan ini mempersekutukan Allah dengan segala sesuatu yang lain ato dengan bahasa kerennya Syirik Nah itukan ganjarannya Dosanya Gueede banget. Makanya dalam Islam Takhayul ini digolongkan ebagai perbuatan Syirik.
Seperti petunjuk Al-Quran yang menjelaskan kenapa Takhayul tuh harus ita buang jauh jauh.
1. QS.AL-An Aam : 151
“ janganlah Kamu mempersekutukan ssatu dengan Dia”
2. QS.AL Ikhlas : 1-4
“ Katakanlah : Dialah Allah Yang MAha Esa. Allah Ada-lah Tuhan yang bergantung kepada Nya segala Sesuatu. Dia tidak beranak dan Tiada pula diperanakan. Dan Tiada seorangpun setara dengan Dia”
3.QS. Al Furqaan : 2-3
“ Yang kepunyaan Nya lah langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai Anak, dan tidak ada sekutu bagi Nya dalam Kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia telah menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. Kemudian mereka mengambil Tuhan Tuhan selain daripadaNya (Untuk disembah), yang Tuhan-Tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk ( menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil ) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan”

Nah benerkan,,,, apalagi dosa Syirik itu dosa yang ngga akan diampunin Allah SWT, kecuali bagi yang dikehendakinya ( QS. An Nissa:48), ehh iya ngga Cuma dari Al Qur`an doang yang jelasin kalo takhayul tuh ga boleh dari Sunah Rasul juga ada kok
1.Sabda Rasulullah SAW
“ Barangsiapa datang kepada seorang tukang Tilik, lantas bertanya kepadanya sutu perkara maka tidak akan diterima Sholatnya 40 malam “ ( H.R muslim)
“ Sesunguhnya jampi-jampian dan tangkal tangkalan dan jimat itu akan menjadikan Musyrik( H.R Ibnu Majah dan Hakim )
Aisyah berkata,” beberapa orang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang Dukun”
Kemudian jawab Rasulullah:”mereka bukan apa-apa “ kemudian orang orang itu berkata :”adakalanya yang mereka ceritakan itu benar terjadi”. Rasulullah berkata:” itu kalimat hak yang dicuri oleh jin, kemudian disampaikan kepada dukun itu , dan ditambahkan dengan ratusan kali dusta “ (H.R Bukhari dan Muslim )
Didalam riwayat yang laennya
Aisyah ra berkata Rasulullah SAW bersabda :”Malaikat turun di awan dan menceritakan hal hal yang diputuskan di langit, kemudian terdengar oleh jin, lalu disampaikan kepada dukundengan ditambah seratuskali dustanya “
Nah kalo udah jelas `n gambling kaya gini sapa coba yang mau percaya kalo duduk dimeja banyak utangnya ato kalo lagi nyapu diganti, pasangannya bisa ilang dan direbut ???!!!
Ikhsan salim

HaRi GeNe MeNCaRi YaGn SeMPuRNa.....!!!!!

Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orangsahabat yang terpisah sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah duluyang kemudian berlanjut dengan kehidupan mereka masing masing saat ini. "Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah ?" tanya yang seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang."Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanitayang sempurna. Itulah sebabnya sampai saat ini akumasih melajang. Dulu sih di Bandung aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku, namun ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya, dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ""Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanitarupawan nan ramah dan dermawan. Hatiku bergetardibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah wanita ideal bagiku. Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab. "Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir. Hingga suatu hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor. Aku pikir inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku.""Lantas," sergah temannya yang sedari tadimendengarkan, "Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?"Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan inimenjawab,"Baru belakangan aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna."

By: LM

tidak menikah dengan foto, ...???

Judul diatas barangkali agak membingungkan. Tidak mengapa, karena bahasan kita kali ini adalah berkenaan dengan masalah ta'aruf lewat email atau media internet. Memang , sedianya judulnya adalah "Tidak ta'aruf dengan foto, please...", tapi karena bahasan kita juga mengarah kepada pernikahan, maka jadilah judulnya seperti tersebut di atas.
Selanjutnya, setelah kita simak keadaan yang banyak berlaku saat ini, khususnya dalam hal usaha menjalin hubungan suci ke arah pernikahan, sedikit gambaran berikut ini mudah2-an dapat membantu kita untuk mewujudkan suatu usaha dengan arah yang jelas dan dengan yakin yang benar. Keduanya kita pentingkan agar dapat menjadi dasar atau fondasi yang kuat bagi bangunan rumah tangga yang akan kita bina di atasnya.
Barangkali hari ini bukan lagi suatu rahasia, dimana orang2 yang belum saling kenal dan berniat untuk mendapatkan pasangannya saling bertukar foto lewat email dan internet. Adakalanya image2 yang ditampilkan sedemikian rupa sehingga sang pengirim ter-kagum2 dengan penampilan baru pada fotonya sendiri yang 'sedikit' beda dengan keadaan sebenarnya (yang dia ketahui). Ini memang suatu fenomena yang tak terhindarkan sebagai salah satu dampak dari kemajuan teknologi sekaligus sebagai suatu bentuk kemunduran dalam hal keyakinan kepada Allah (swt).
Foto, seringkali tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Tidak itu saja, bahkan foto sama sekali tidak dapat mewakili gerak hati dan degup jantung orang yang bersangkutan; juga tidak dapat mewakili suasana dan keadaan yang timbul jika dua orang yang berlawanan jenis bertemu. Foto, sebaik dan sebagus apapun tidak akan dapat memberi pengaruh kepada getaran2 di hati, di jantung dan di kalbu sebaik dan sedahsyat apabila seseorang melihatnya dalam keadaan aslinya.
Sebagaiman kita sadari, perasaan malu dan perasaan2 lain yang mengiringi kesadaran seseorang saat bertemu dengan lawan jenisnya sangat mempengaruhi gerak-gerik dan tingkah laku yang tertentu. Kejadian tersebut sangat unik dan khas; suatu hal yang tidak mungkin dapat direkam oleh video recorder apalagi oleh kamera biasa. Oleh karena itu, orang2 yang memohon ta'aruf lewat foto, mereka akan mengambil kesimpulan tentang calon pasangannya yang boleh jadi salah atau bahkan sangat keliru. Dan pada kenyataannya betapa banyak orang yang tertipu oleh tampilan foto seseorang.
Jalan yang lebih baik daripada melihat foto seseorang adalah dengan menumpukan harapan kepada Allah (swt) lewat amal2 yang disyariatkan untuk itu. Kita lakukan sholat hajat dengan harapan yang bulat bahwa Allah (swt) akan mengabulkan hajat kita (untuk menikah) dan kita lakukan sholat istikhoroh dengan satu permintaan kepada-Nya agar pasangan kita kelak adalah pilihan terbaik Allah buat kita di sisi-Nya (bukan di sisi kita).
Bersamaan dengan sholat2 tersebut, kita berusaha membangun yakin yang sempurna kepada Allah (swt), termasuk di dalamnya adalah yakin kepada ketentuan2 dan janji2-Nya. Yakin bahwa Allah mendengar doa kita, yakin bahwa Dia akan memenuhi hajat kita, yakin bahwa Dia akan memberi kita pasangan yang sederajat dengan kita, yakin bahwa Dia yang lebih (maha) mengetahui apa saja yang terbaik buat kita dan yakin bahwa keputusan dan ketetapan Allah (swt) tidak pernah salah dan keliru.
Untuk itu kita lebih suka jika setiap calon pasutri (pasangan suami istri) tidak mendahului ta'aruf dengan foto. Lebih daripada itu, hendaknya setiap calon pasutri tidak memberi keputusan untuk segera menikah (dengan cara bergegas untuk ta'aruf), kecuali setelah yakinnya kepada ketentuan2 dan janji2 Allah (swt) menjadi baik atau minimal menjadi lebih baik. Hal ini sangat penting, mengingat banyak orang yang menolak calon yang dipertemukannya dalam satu ta'aruf (dengan berjuta alasan yang nampaknya seperti masuk akal). Padahal, hakikat yang sebenarnya adalah bahwa dia menolak pemberian Allah (swt) (karena dia belum yakin kepada-Nya).
Sungguh, Allah (swt) maha pemberi. Dia memberi apa saja yang sangat diperlukan oleh makhluk2-Nya. Dan khusus kepada manusia, Dia tidak saja memberi makanan, pakaian, tempat tinggal dan kesenangan2 yang tertentu, akan tetapi Dia juga memberi petunjuk kepada siapa saja yang mau menerimanya. Jika Allah (swt) memberi, maka pemberiannya tidak akan mengurangi khasanah-Nya. Padahal jika pemberian-Nya disyukuri oleh hamba-Nya, Dia tidak memberinya menurut 'deret tambah' tetapi bahkan dengan 'deret kali'.
Sadar atau tidak, adakalanya kita menolak petunjuk Allah (swt). Padahal jika kita menolak petunjuk-Nya, hal itu pasti tidak akan mengurangi kewibawaan-Nya, justru kita sendiri yang rugi. Dan jika kita menolak orang yang sudah siap untuk hidup bersama kita, maka kita tidak saja rugi karena tidak akan mendapat kebaikan2 dari Allah yang dimilikinya, tetapi kita juga rugi karena kita kehilangan kesempatan untuk menyempurnakan separuh agama untuk diri kita. Subhanallah.

From :syahidah

Friendster.Com ...??!!

“Kamu ikut Friendster?” atau “Kirim aku testimonial donk.” Seperti itulah kira-kira pertanyaan dan permintaan yang sering dilontarkan. Percaya atau tidak, karena sangat ngetrendnya Friendster hingga yang biasanya jarang menggunakan internet, bisa menjadi berinternet ria. Atau yang semula gaptek internet menjadi ingin belajar internet karena sangat ingin bergabung dengan situs ini, bahkan orang-orang yang belum ikut Friendster bisa dicap ‘tidak gaul'
Friendster bisa digunakan untuk memperluas jaringan dengan manusia di seluruh dunia dan menjalin hubungan yang hampir memudar dengan teman-teman kita. Sampai-sampai kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa di SD, SMP, SMU, dan seterusnya. Friendster tidak hanya digunakan oleh individu, tetapi bisa juga oleh lembaga.
Friendster.com tentu bukan situs haram karena substansinya ia hanyalah fasilitas, dan halal haram sangat tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bila kita bergabung karena ingin menjalin silaturahim dengan teman-teman, tentu tidak masalah, justru berpahala. Namun bisa menjadi masalah bila ternyata digunakan untuk mencari cewek/cowok ganteng, bertemu kecengan semasa SMU, menonjolkan kelebihan identitas diri, pamer ketampanan/kecantikan di picture, dan lain-lain, nah ini nih yang harus diluruskan; niat dan caranya.
Banyak kalangan telah masuk ke situs ini, termasuk kalangan aktivis da'wah yang tak mau ketinggalan untuk memanfaatkannya sebagai ajang silaturahim dengan sesama aktivis maupun teman-teman da'wah fardiyah agar kian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Perkembangan teknologi memang sudah seharusnya digunakan untuk memperluas basis da'wah.
Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika bergabung dengan Friendster.com, yaitu pada testimonial atau kesaksian. Di sini biasanya seseorang memberi kesaksian tentang temannya. Dan berdasarkan pengamatan penulis, jarang sekali didapati isi testimonial itu berupa hal-hal yang buruk, umumnya adalah pujian-pujian yang bisa melenakan si penerima. Terlepas pujian itu jujur atau bohong, yang jelas PUJIAN sudah dilontarkan dan si penerima meng-approvenya.
Ketika seseorang menerima testimonial, tentu sebelumnya ia sudah mengetahui isinya. Lantas, layakkah pujian itu ditampilkan di depan khalayak? Apatah lagi bila sampai mengoleksinya! Mengoleksi pujian… Astaghfirullah, ya Rabbi…, sungguh bisa membuat hati kotor. Rasulullah saw bersabda, ”Taburkanlah pasir ke wajah orang yang suka memuji-muji.” Mintalah fatwa pada hatimu, tentu engkau rasakan kegelisahan karena mengoleksi pujian. Cukuplah amal-amal itu tersiar di kalangan penduduk langit saja.
Itulah yang harus dilakukan dari sisi si penerima pujian. Sedangkan dari sisi si pemberi pujian, ‘Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya, ”Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang).” (HR.Ahmad)
Mengapa dikatakan ‘memenggal leher'? Karena hakekatnya, pujian itu bisa melenakan si penerima. Bila tak kuat iman, pujian bisa membuatnya ujub (bangga diri), riya (ingin dipuji), sum'ah (ingin kebaikannya tersiar), sehingga hapuslah pahala-pahalanya dan membuatnya masuk neraka. Bayangkan, saudara kita yang semula telah sejengkal lagi memasuki surga menjadi terhempas ke neraka akibat ujub, riya, dan sum'ahnya muncul ke permukaan. Dan itu disebabkan pujian kita. Karena itu kasihanilah saudaramu, alangkah baiknya bila kita mengisi testimonial itu dengan tausiah (nasehat) kepadanya. Ini akan lebih menjaga saudara kita. Cukuplah pujian dan wujud kekaguman itu disimpan dalam hati kita masing-masing hingga akhir perjumpaan kita dengan-Nya, hingga kemenangan hakiki menuju surga tercapai.
Akhirnya, fenomena Friendster harus disikapi secara bijaksana dan diarahkan untuk mempererat silaturahim dengan saudara-saudara kita di seluruh penjuru dunia. Testimonials adalah bagian dari Friendster, namun bila ternyata testimonial dapat menjerumuskan saudara kita, adalah lebih baik dihindari.

Butir-butir Kesesatan Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad dan Sikap Kita

Publikasi: 19/07/2005 09:54 WIB
http://www.eramuslim.com/ks/us/57/20097,1,v.html

Assalamu'alaikum wr. wb.
Ustadz hal-hal yang mau saya tanyakan seputar "Aliran (sesat) Ahmadiyah" sebagai berikut:
1. Sebenarnya apa saja sih bentuk-bentuk penyimpangan aqidah Ahmadiyah itu. Bisakah disebutkan?
2. Aliran tersebut mengakui pendiri aliran tersebut sebagai nabi terakhir berarti gugurlah syahadat jamaah Ahmadiyah yang berarti "KAFIR"-lah mereka & percuma saja mereka sholat, puasa & melakukan ibadah zhohir lainnya lalu siapakah "Mirza Ghulam Ahmad"?
3. Aliran tersebut juga mempunyai kitab suci selain al-Qur'an yang diakui sebagai firman Alloh SWT kepada si pendiri tersebut, bagaimana tuh ustadz?
4. Lalu bagaimana sikap kita sebagai umat muslim yang berada di jalur lurus terhadap saudara kita yang di jalur salah tersebut atau ibaratnya jika di jalan kita ada di jalur cepat yang lurus saja tapi mereka berada di jalur lambat yang banyak belokan ke KIRI, apakah harus didiamkan saja karena toleransi beragama ataukah harus melalui dialog?
Terimakasih atas jawabannya.
Wasalamu'alaikum wr. wb.
Deniez
Jawaban:
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhAl-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du
1. Umumnya para ulama di dunia menyatakan bahwa Ahmadiyah itu bukan bagian dari Islam. Sebab doktrin-doktrin yang mereka ajarkan sudah terlalu jauh menyimpang dari aqidah Islam. Diantaranya apa yang telah diedarkan oleh Liga Fiqih Islam (Majma' Fiqih Islami) tentang sesatnya doktrin Ahmadiyah:
a. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Allah SWT itu seperti manusia, Dia melakukan puasa, shalat, tidur, bangun, menulis, bersalah bahkan melakukan hubungan seksual (Maha Suci Allah).
b. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tuhan mereka itu berkebangsaan Inggris, yang berbicara kepada Mirza Ghulam Ahmad dengan bahasa Inggris.
c. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kenabian itu belum selesai dan masih akan ada nabi terus. Menurut mereka Allah akan mengutus nabi berdasarkan keperluan. Dan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling utama dan paling agung dibandingkan semua nabi yang pernah ada.
d. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa malaikat Jibril turun kepada Mirza Ghulam Ahmad dan memberinya wahyu. Dan ilham-ilham yang diterima Mirza seperti Al-Qur'an.
e. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tidak ada Al-Qur'an kecuali yang dibawa oleh Al-Masih yang dijanjikan kedatangannya, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Tidak ada hadits kecuali apa yang diajarkan Mirza. Dan tidak ada nabi kecuali di bawah wewenangnya.
f. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kitab suci mereka diturunkan dengan nama 'Al-Kitab Al-Mubin', di mana yang dimaksud itu bukan Al-Qur'an.
g. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa mereka adalah pemeluk agama yang baru yang mandiri, dengan syariat yang independen, serta berkeyakinan bahwa kedudukan orang-orang yang menjadi teman Mirza Ghulam Ahmad seperti kedudukan para shahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
h. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kota Qodian itu seperti Mekkah dan Madinah, bahkan kota itu lebih suci dari keduanya. Tanah Qodian adalah tanah suci dan kota itu menjadi kiblat mereka serta kesana pula mereka melakukan ibadah haji.
i. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa bahwa perintah jihad tidak pernah ada serta mereka fanatik buta dengan keinginan penjajah Inggris. Dan bahwa penjajah Inggris adalah tuan mereka berdasarkan nash kitab suci mereka.
j. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama Islam itu kafir, kecuali mereka yang masuk dalam Ahmadiyah. Mereka pun melarang pengikutnya untuk menikah dengan orang lain kecuali dengan sesama pengikut mereka sendiri.
k. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa hukum khamar, opium, narkotika dan benda memabukkan lainnya tidak haram.
l. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah anak tuhan.
2. Siapakah Mirza Ghulan Ahmad?
Dia lahir pada tahun 1839 di India, tepatnya di kampung Qodian, wilayah Punjab. Dan meninggal di usia 69 tahun tepatnya pada tahun 1908. Dia lahir dari sebuah keluarga yang agak kurang baik di mata rakyat India, bahkan dikenal sebagai keluarga pengkhinat bangsa atas penjajahan Inggris. Latar belakang kisah berdirinya paham sesat buatan Mirza ini memang lebih terfokus kepada proses penjajahan Inggris atas India serta tipu daya penjajah itu dalam meredam semangat jihad perlawanan atas penjajahan Inggris.
Inggris ingin memanfaatkan ketokohan Mirza untuk dijadikan salah satu kaki tangan penjajah dalam rangka mengendorkan semangat perlawanan bangsa India muslim dalam mengusir penjajah. Maka diantara doktrin utama saat itu adalah menafikan perintah jihad. Juga mendoktrinkan bahwa tuhan itu adalah orang Inggris dan berfirman dalam bahasa Inggris.
Lalu dengan diback-up oleh beragam fasilitas penjajah, ajakan sesat Mirza ini dianggap efektif untuk meredam jihad. Sehingga pada periode berikutnya, Mirza semakin membabi buta dalam rangka mengobrak-abrik isi aqidah Islam, sebagaimana yang sudah kami sebutkan di atas. Maka dari hanya sekedar meredam jihad, paham sesat Mirza ini berkembang sampai dia mengatakan bahwa dirinya adalah nabi, bahkan nabi yang paling besar. Selanjutnya dia pun pernah menyebutkan bahwa dirinya adalah anak tuhan. Nauzu billahi min zalik.
Tentu saja para ulama di India marah besar terhadap ajaran sesat Mirza. Apalagi kita tahu bahwa India juga gudang para ulama besar dunia. Mereka pun sepakat untuk menyatakan bahwa Mirza dengan segala ajarannya itu sudah bukan muslim lagi alias kafir. Salah seorang ulama India, Syeikh Abul Wafa' yang juga pemimpin Jamaah Ahlul Hadits pernah mendebatnya, menjatuhkan semua hujjahnya dan membuka kedoknya. Namun ketika Mirza tidak bergeming dari pendirian sesatnya, beliau pun menantangnya bermubahalah (saling berumpah agar Allah menjatuh laknat kepada lawannya). Dan hanya berselang beberapa hari setelah mubahalah itu, Mirza pun meninggal dunia.
3. Salah satu kepastian bahwa ajaran Mirza ini kufur dari Islam adalah ketika mereka mengaku memiliki kiab suci sendiri selain Al-Qur'an yang kita kenal sekarang ini. Mengingkari Al-Qur'an Al-Kariem sebagai satu-satunya kitab suci sudah cukup untuk mengeluarkan seseorang dari pemeluk agama Islam.
4. Mendiamkan saja ajaran sesat seperti ini berarti sama saja mendiamkan kezhaliman dan kemunkaran. Adalah menjadi kewajiban semua umat Islam untuk menghadang laju penyebaran ajaran sesat yang mendompleng agama Islam. Masyarat muslim dan juga non muslim harus mendapatkan informasi sejelas-jelasnya bahwa ajaran ini bukan ajaran Islam, bahkan bila ada seorang muslim yang ikut dan meyakini ajaran seperti ini, dia bisa keluar dari agama Islam.
Kepada para pemimpin ajaran sesat ini, diminta untuk segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Kita punya kewajiban untuk meminta mereka merevisi kembali ajaran sesatnya, serta melarang mereka secara resmi mengajarkan ajaran munkar ini kepada siapapun. Untuk itu perlu ada sanki yang tegas dan bukan hanya sekedar basa-basi.
Bahkan dalam sistem hukum Islam yang berjalan secara formal, kepada para penyebar ajaran sesat seperti ini diberi waktu tiga hari untuk bertobat. Bila tidak mau bertobat juga, hakim berhak untuk mengeksekusi mati karena kemurtadannya. Namun semua itu harus dalam koridor hukum yang berlaku secara formal, dimana hukum itu memang berlaku secara sah di dalam sebuah negara. Dan kita dahulu pernah menghukum mati seorang yang murtad menjadi kafir, yaitu Syekh Siti Jenar, yang mengajarkan ajaran sesat paham wihdatul wujud. Para pendahulu kita, yakni para wali songo telah sepakat menghukumi Jenar sebagai orang yang murtad dengan ajarannya. Maka darahnya halal dalam pandangan hukum yang berlaku saat itu.
Memang ada beberapa oknum yang agak membela ajaran sesat ini. Mereka berlindung di balik hak asasi manusia. Sayangnya mereka tidak pernah berpikir bahwa agama Islam punya koridor dan batas-batas yang tegas untuk tidak boleh dilanggar. Pemeluk agama apapun akan marah bila agamanya diobrak-abrik seperti itu. Maka dalam hal ini, bukan tempatnya lagi bicara hak asasi. Tetapi waktunya untuk mempertegas antara yang hak dan yang batil. Seandainya oknum-oknum yang membela ajaran sesat ini masih punya iman dan masih takut kepada Allah SWT, pastilah mereka tahu bahwa ajaran ini memang sesat dan harus dihilangkan.
Namun kita juga tahu bahwa semua tindakan yang dibenarkan dalam Islam tidak boleh sampai masuk ke wilayah anarkis atau melakukan beragam pengerusakan. Kalau sampai terjadi hal itu, ada kemungkinan karena sebagian masyarakat kesal dan tidak mampu menaham amarah. Sebab sebenarnya ajaran sesat ini sudah dilarang secara resmi oleh pemerintah, tetapi didiamkan saja beraktifitas, bahkan sampai bisa memperbanyak pengikut. Maka itikad baik para aparat negara dalam hal ini amat dipertaruhkan. Mampukah mereka bertindak tegas dalam melarang penyebaran ajaran yang sudah resmi sesat ini?
Bila tidak mampu, maka tindakan anarkis ini memang mudah sekali terjadi. Meski bukan berarti kami membenarkan tindakan anarkis. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayahnya kepada kita semua dan menghilangkan ajaran-ajaran sesat dari negeri kita. Amien Ya Rabbal 'Alamin.
Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

Membongkar Kesesatan Dan Kedustaan Ahmadiyah

.1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmadadalah Nabi dan Rasul, kemudian barang siapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad
2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaituMirza Ghulam Ahmad dari India
3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci"Tadzkirah"
4.Kitab suci"Tadzkirah" tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan "tuhan" kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur'an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur'an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI
5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukanibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan:"Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar". Dan selama hidupnya "nabi" Mirza tidak pernah haji ke Makkah
6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajibdipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yangwajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26tersebut adalah "Nabi Mirza Ghulam Ahmad"
7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu:Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Tetapi bagi ajaran AhmadiyahQadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitabsuci yang ke-5 adalah kitab suci "Tadzkirah" yang diturunkan kepada"Nabi Mirza Ghulam Ahmad"8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahunsendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4.Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha' 11.Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasamereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulandan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifahAhmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad9.Berdasarkan firman "tuhan" yang diterima oleh "nabi" dan "rasul"Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci "Tadzkirah" yang artinya:"Dialah tuhan yang mengutus rasulnya "Mirza Ghulam Ahmad" denganmembawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atassegala agama-agama semuanya.("kitab suci Tadzkirah" hal. 621)
Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atasBAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYATERMASUK AGAMA ISLAM10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri,tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri sertakhalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas diInggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruhdunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang diluar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin denganlaki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentumengalami kehancuran11.Berdasarkan "ayat" kitab suci Ahmadiyah "Tadzkirah" bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur'an, dibatalkan dan diganti oleh "nabi" orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad11.1. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci'Tadzkirah" ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun." ("kitab suci" Tadzkirah hal.637)11.2. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:Artinya: "Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benarmencintai Allah, maka ikutilah aku" "kitab suci" Tadzkirah hal. 630)11.3.Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah Artinya: "Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam". (kitab suci "Tadzkirah" hal. 634)11.4. Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzkirah":Artinya: "Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku inimanusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku".("kitab suciTadzkirah hal. 633)11.5. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai MirzaGhulam Ahmad - kebaikan yang banyak" ("kitab suci" Tadzkirah hal.652)11.6. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai MirzaGhulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia" ("kitab suci" Tadzkirah hal. 630)11.7. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" "Tadzkirah":Artinya: "Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad -seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang MahaKuasa, Yang Rahim" ("kitab suci" Tadzkirah hal. 658-659)11.8. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatulqadr" (kitab suci Tadzkirah hal. 519)11.9. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:Artinya: "Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapiAllah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telahmengajarkan Al-Qur'an" ("kitab suci" Tadzkirah hal.620)Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an yang dibajaknya.Ayat-ayat "kitab suci" Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas,adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat IslamAl-Qur'an. Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari "tuhannya" di INDIA.
12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yangberbunyi sbb:PASAL 56 a:Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji NomorD/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwaAhmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayaiMirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa NabiMuhammad saw bukan nabi terakhir.13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysiasejak tanggal 18 Juni 1975.13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah diseluruh Brunei Darussalam.13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telahmengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusanbahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.14. K E S I M P U L A Na."Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh MirzaGhulam Ahmad di Qadiyan - INDIA (sekarang Pakistan) tahun 1889,yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalamAhmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaituAnjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore(Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan danmengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza GhulamAhmad.b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan DepartemenIndonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah LahoreIndonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyuitu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi.Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat AhmadiyahIndonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islamberdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islamumumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal.19,20,21)
P E N U T U PSebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yangmengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh "nabi" Mirza di atas.Allah swt berfirman:"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitabdengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: "Ini dari Allah",(dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit denganperbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagimereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)Catatan : Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini,alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikanoleh umat.
[Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar RumputJakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606]

Thursday, July 21, 2005

ibadah kita

Pemahaman seseorang tentang ibadah kadangkala terbatas pada kegiatan yang bersifat ritual. Seperti contohnya shalat, puasa, zakat dan sebagainya. Begitu sempitkah arti ibadah ? Bagaimana suatu pekerjaan itu bisa mempunyai nilai ibadah dimata Allah swt ?
Tujuan Penciptaan Manusia
Seseorang yang ditugaskan di suatu pos, tentu ia harus mengetahui, apa sebenarnya tujuan ia ditempatkan di pos tersebut. Demikian pula dengan manusia. Sudah sewajibnya ia tahu apa tujuan Allah menciptakan manusia. Untuk itu mari kita simak ayat berikut : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56).
Kini jelaslah, bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin hanyalah untuk menyembah Allah, beribadah kepada Allah semata.
Makna Ibadah
Secara bahasa ibadah berarti tunduk dan taat. Sedangkan menurut istilah ibadah berarti segala apa yang diridhai Allah dan dicintai-Nya dari apa yang diucapkan dan disembunyikan, baik yang bersifat lahir maupun bathin.
Namun kini ada sebagian orang yang salah dalam memahami arti dari ibadah. Mereka menganggap ibadah hanyalah terbatas pada hal-hal yang tercantum dalam rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Padahal sebenarnya ibadah sendiri tidak mempunyai arti sesempit itu. Sebaliknya rukun Islam inilah yang seharusnya menjadi titik tolak bagi seorang muslim dalam merealisasikan ibadah dalam seluruh aspek kehidupannya.
Muhammad Quthb dalam sebuah bukunya menuliskan : „Perasaan seorang muslim dalam perjalanan mencari rizki, mencari ilmu, mengupayakan kemakmuran bumi dan setiap aktivitas fisik, akal dan jiwanya adalah ibadah. Ibadah yang dilaksanakan dengan keikhlasan yang sama dengan keikhlasan untuk melaksanakan shalat."
Ternyata menuntut ilmu, mendidik & membesarkan anak, bekerja keras mencari nafkah untuk keluarga, bahkan menyingkirkan duri dari jalanan pun bisa mempunyai nilai ibadah. Tentunya ada syarat-syarat tertentu, hingga sesuatu yang kita kerjakan dinilai Allah sebagai ibadah.
Syarat Diterimanya Ibadah
Tiga syarat yang harus dipenuhi agar satu pekerjaan itu mempunyai nilai ibadah ialah:
1) Lillah,
yaitu niat yang ikhlash hanya untuk mencari keredhaan Allah. Niat yang ikhlash ini timbul dari hati yang bersih.
Rasulullah bersabda : „Bahwasan-nya segala amal perbuatan itu tergantung pada niat, ..." (HR. Bukhari-Muslim).
2) Billah,
yaitu cara pelaksanaan seperti yang diperintahkan Allah dan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Misalnya, kita mecontoh bagaimana Rasulullah shalat, puasa, bersillaturrahiim dan sebagainya.
3) Illallaah,
yaitu dengan tujuan hanya untuk mencari keridhaan Allah semata. Firman Allah : Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS. 2:207)
Ketiga syarat tersebut harus terpenuhi secara bersamaan. Jika satu saja syarat tidak terpenuhi, maka tidaklah layak suatu pekerjaan itu dinilai sebagai ibadah. Seperti contoh, seseorang ingin menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas mencari ridha Allah. Namun ternyata ia menempuh cara & jalan pintas yang tidak sesuai dengan syariat. Maka gugurlah nilai ibadah dari usaha menuntut ilmu tersebut.
Takwa Tujuan Ibadah
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (QS. 2:21)
Ayat tersebut menerangkan bahwa tujuan dari ibadah adalah untuk membentuk insan yang bertakwa. Jika ibadah itu tidak menghasilkan takwa, maka perlu ditinjau kembali kebenaran niat & pelaksanaan ibadah tersebut. Apakah sudah benar ia berniat dengan ikhlash mencari ridho Allah, apakah cara pelaksanaannya sudah sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasulullah, dsb.
Hasil Dari Takwa
Seorang muslim yang telah mampu mencapai derajat takwa akan diberi Allah beberapa hal, diantaranya :
1) Furqan,
yaitu pembeda antara yang haq dan yang bathil. „Hai orang- orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan ..." (QS. 8:29).
Banyak orang yang kini melihat sesuatu yang bathil itu seperti yang haq dan sebaliknya sesuatu yang haq itu seperti yang bathil hingga terjadi percampuran antara haq & kebathilan. Disinilah urgensi furqaan, yang dengannya kita dapat membedakan dan melihat dengan jelas bahwa sesuatu yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil.
2) Jalan keluar, rizki dan kemudahan.
„...Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya ... Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. 65:2,3,4).
Misalnya sebuah keluarga berada dalam kesulitan ekonomi. Tiba-tiba secara tidak disangka-sangka keluarga tersebut mendapat hadiah yang dapat mereka gunakan untuk meringankan beban ekonomi tersebut. Inilah rizki yang Allah janjikan bagi orang yang bertakwa.
3) Berkah atau kebaikan yang banyak.
„Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, ..." (QS. 7:96).
Sepiring makanan yang mempunyai berkah akan dapat mengenyangkan sekeluarga. Sebalik-nya, makanan yang tidak mengandung berkah tidak akan dapat mengenyangkan, walaupun hanya satu orang.
4) Ampunan & Surga.
Dan bersegera-lah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yg bertaqwa,(QS. 3:133)
Selain itu masih banyak lagi hasil dari takwa yang disebutkan dalam Al-Quran. Siapakah yang ingin mendapat anugerah tersebut ? Berusahalah menjadi manusia yang bertakwa dengan jalan taat beribadah kepada-Nya. 
Sumber : Al-Qur’an & Hadits

Sunday, July 17, 2005

surat dari Gadis Kecil Iraq

Dari Iman AL-SaadunSaya kirim surat ini kepada rakyat Inggris, khususnya
penduduk kota, London. Selama selang waktu beberapa jam, saat terjadinya beberapa ledakan bom di London, anda bisa rasakan sendiri menjalani hidup melewati saat-saat keputus asaan, kegelisahan dan tercekam horor. Pada saat-saat itu anda kehilangan sanak keluarga atau teman, dan kami berharap untuk mengatakan kepada anda, sejujur-jujurnya, bahwa kami juga ikut berduka ketika jiwa manusia tercabut, tewas jadi korban. Saya tidak bisa mengatakan kepada anda bagaimana derita kami saat kami menyaksikan keputus asaan dan kesakitan yang tergambar di wajah orang lain. Selama kami menjalani hidup melewati sutuasi seperti ini - dan akan terus menjalaninya setiap hari – sejak negara anda dan amerika membentuk persekutuan dan menjalankan rencana untuk memerangi Irak.

Perdana Mentari negara anda, Tony Blair, mengatakan bahwa para pelaku peledakan bom London, melakukannya atas nama Islam. Menteri Luar Negeri amerika, Condoleezza Rice, menggambarkan pelaku pengeboman sebagai tindakan barbar. Dewan Keamanan PBB langsung mengadakan rapat dan mengutuk secara bersama atas kejadian itu.Saya tergoda untuk bertanya kepada anda semua, rakyat inggris yang bebas, ijinkan saya meminta penjelasan:

Atas nama siapa negara kami diblokade/embargo selama 12 tahun? Atas nama siapa kota-kota kami dibom pakai senjata-senjata yang terlarang secara internasional?
Atas nama siapa tentara inggris menyiksa rakyat Irak dan membunuh mereka?
Apakah atas nama anda, wahai orang-orang inggris yg bebas?
Atau atas nama agama anda? Atau atas nama kemanusiaan?
Atau kebebasan?
Atau demokrasi?
Apa sebutan untuk orang-orang yang membantai dan membunuh lebih dari Dua juta anak-anak Irak?
Apa sebutan untuk orang-orang yang menyebabkan tanah dan air kami terpolusi 'depleted uranium' dan zat-zat mematikan lainnya?

Bagaimana komentar anda tentang apa yang terjadi di penjara-penjara diIrak di Abu Ghraib, Camp Bucca dan sejumlah kamp penjara lainnya? Apa sebutan untuk orang-orang yang menyiksa pria, wanita dan anak-anak tak berdosa? Apa sebutan untuk orang yang mengikatkan bom ke tubuh seorang tahanan dan kemudian meledakkannya menjadi serpihan-serpihan? Bagaimana komentar anda tentang penyempurnaan metode penyiksaan untuk tahanan Irak seperti merenggut paksa tungkai/lengan, mencongkel mata sampai keluar, menyundut kulit dengan rokok menyala, membakar rambut dengan pemantik api? Apakah kata-kata 'barbar' cocok untuk menggambarkan kelakuan para tentara anda di Irak?

Bolehkah kami bertanya, mengapa Dewan Keamanan PBB tidak mengutuk pembantaian rakyat tak berdosa di al-Amiriyah dan apa yang terjadi di al-Fallujah, Tal'afar, Sadr City, dan an-Najaf? Mengapa seluruh dunia hanya menyaksikan saja saat rakyat kami dibunuh dan disiksa dan tanpa ada yang mengutuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap kami? Apakah karena anda semua manusia sedangkan kami jenis lain yang lebih rendah? Apakah anda pikir hanya anda saja yang bisa merasakan sakit dan kami tidak? Pada Kenyataannya, kamilah yang paling bisa merasakan bagaimana beratnya skala keskitan dari seorang ibu yang kehilangan anaknya, atau seorang ayah yang kehilangan keluarganya. Kami sangat tahu dan merasakan bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang sangat dicintai. Anda tidak pernah kenal para suhada kami, tapi kami mengenal mereka dengan baik. Anda tidak mengingat mereka, tetapi kami senantiasa akan mengingat mereka terus. Anda tidak
menangisi kepergian mereka, tetapi kami sangat menangisi mereka.

Apakah anda pernah mendengar nama seorang gadis kecil , Hannan Salih Matrud? Atau seorang anak laki-laki bernama Ahmad Jabir Karim? Atau Sa'id Shabram?

Ya, rakyat kami yang tewas mempunyai nama juga. Mereka mempunyai wajah-wajah dan cerita dan memori. Ada saatnya ketika mereka masih bersama kami, tertawa dan bermain bersama. Mereka mempunyai impian, seperti anda punya impian. Mereka mempunyai masa depan yang menunggu. Tapi sekarang mereka tertidur tanpa mempunyai hari esok yang kan membangunkan mereka.

Kami tidak membenci bangsa inggris atau bangsa-bangsa lain di dunia ini. Peperangan ini ditujukan atas kami, maka kami saat ini berjuang untuk mempertahankan diri kami. Karena kami ingin hidup di tanah air kami sendiri - tanah berdaulat kami, Irak - dan menjalani hidup sesuai dengan yang kami inginkan, bukan yang pemerintah anda dan pemerintah amerika inginkan.

Biarkan para keluarga korban yang terbunuh mengetahui bahwa tanggung jawab insiden pemboman London kamis pagi itu tertumpu di pundak Tony Blair dan politik luar negerinya. Hentikan peperangan terhadap bangsa kami! Hentikan pembunuhan yang dilakukan oleh para tentara anda yang dilakukan tiap hari itu! Akhiri penjajahan anda terhadap tanah kami!

Baghdad, July 9, 2005.
Iman AL-Saadun
From Milis.. KM

Hukum Sihir dan Perdukunan

Segala puji hanya kepunyaan Allah, semoga sholawat dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad e, tiada lagi Nabi sesudahnya .
Mengingat akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai thabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka ini banyak menyebar di berbagai negeri, orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka.
Maka atas dasar nasehat kepada Allah dan kepada hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap Islam dan ummat Islam, karena adanya ketergantungan kepada selain Allah, serta bertolak belakang dengan perintah Allah dan Rasul-Nya .
Dengan memohon pertolongan Allah Ta’aala saya katakan bahwa berobat dibolehkan menurut kesepakatan ulama, dan seorang muslim hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam maupun penyakit luar lainnya, untuk diperiksa apa penyakit yang diderita kemudian diobati sesuai dengan obat –obat yang dikenal dalam ilmu kedokteran .Dilihat dari sebab akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam Islam, karena Allah ta’aala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, ada diantaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui, akan tetapi Allah ta’aala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang diharamkan kepada mereka .
Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit mendatangi dukun-dukun yang menda’wakan dirinya mengetahui hal hal yang ghaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin, dan meminta tolong kepada jin-jin itu tentang sesuatu yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun- dukun tersebut telah melakukan perbuatan kufur dan kesesatan.
Rasulullah e menjelaskan dalam berbagai haditsnya sebagaimana riwayat berikut :

[ مَنْ أَتَى عَرَّافاً فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً].
“Barang siapa mendatangi ‘Arrof (peramal) dan menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima sholatnya selama empat puluh hari”. { HR Muslim}

[عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي e قال : مَنْ أَتَى كَاهِناً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ e [ رواه أبو داود]
Dari Abu Hurairah t dari Nabi e beliau bersabda : « barang siapa yang mendatangi kahin (dukun) dan membenarkan apa yang yang ia katakan maka sungguh telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad e » ( HR Abu Dawud )

Dikeluarkan oleh ahlu Sunan yang empat dan dishohihkan oleh Hakim dari Nabi e dengan lafal :
[مَنْ أَتَى عَرَّافاً أَوْ كَاهِناً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ e ].
« Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap yang diturunkan kepada Muhammad e. »

[ عن عمران بن الحصين رضي الله عنه قال : قال رسول الله e : لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَرَ أَوْ سُحِرَ لَهُ وَمَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ e ] رواه البزّار بإسناد جيد.
Dari Imron bin Hushain t ia berkata , Rasululloh e bersabda : « bukan dari golongan kami orang yang menentukan nasib sial dan untung berdasarkan burung dan lainnya, yang bertanya dan yang menyampaikannya, atau yang melakukan praktek dukun dan yang didukuni atau yang menyihir atau yang meminta bantuan sihir, dan barang siapa yang mendatangi kahin(dukun) dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir pada apa yang diturunkan kepada Muhammad e » ( HR Bazzar dengan sanad Jayyid) .

Hadits-hadits mulia ini menunjukkan larangan mendatangi ‘arrof, kahin dan sebangsanya, larangan bertanya kepada mereka tentang hal-hal yang ghaib, larangan mempercayai / membenarkan apa yang mereka katakan dan ancaman bagi mereka yang melakukannya .
Oleh karena itu, kepada para penguasa dan mereka yang mempunyai pengaruh di negerinya masing-masing, wajib bagi mereka mencegah segala bentuk praktek tukang ramal, dukun, dan sebangsanya, dan melarang orang-orang mendatangi mereka. Kepada yang berwenang supaya melarang mereka melakukan praktek di pasar-pasar atau di tempat-tempat lainnya dan secara tegas menolak segala yang mereka lakukan. Dan hendaknya tidak boleh tertipu oleh pengakuan segelintir manusia tentang kebenaran apa yang mereka lakukan, karena orang–orang tersebut tidak mengetahui tentang perkara yang dilakukan oleh dukun-dukun tersebut, bahkan kebanyakan mereka adalah orang-orang awam yang tidak mengerti hukum, dan larangan terhadap perbuatan yang mereka lakukan .
Rasulullah e telah melarang ummatnya mendatangi para kahin ,‘arrof, dan tukang tenung, dan melarang bertanya serta membenarkan apa yang mereka katakan, karena mengandung kemungkaran dan bahaya yang sangat besar pula. Karena mereka adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa .
Hadits–hadits Rasulullah e tersebut diatas membuktikan tentang kekufuran para kahin dan ‘arrof, karena mereka mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib dan mereka tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat, dan menyembah jin-jin, dan ini merupakan perbuatan kufur dan syirik terhadap Allah I. Orang orang yang membenarkan mereka atas pengakuan mereka dalam mengetahui hal-hal yang ghaib dan meyakininya, maka hukumnya sama seperti mereka, Dan setiap orang yang menerima perkara ini dari orang yang melakukannya, sesungguhnya Rasulullah e berlepas diri dari mereka .
Seorang muslim tidak boleh tunduk dan percaya terhadap dugaan dan sangkaan bahwa cara seperti yang dilakukan itu sebagai suatu cara pengobatan, semisal tulisan Azimat-azimat yang mereka buat, atau cairan timah, dan berbagai cerita bohong yang mereka lakukan. Semua ini adalah praktek-praktek pedukunan dan penipuan terhadap manusia, maka barang siapa yang rela menerima praktek-praktek tersebut tanpa menunjukkan sikap penolakannya, sesungguhnya ia telah menolong dalam perbuatan batil dan kufur.
Oleh karena itu tidak dibenarkan seorang muslim pergi kepada kahin, tukang tenung, tukang sihir dan semisalnya, dan menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan jodoh dan pernikahan anak atau saudaranya atau yang menyangkut hubungan suami istri dan keluarga, tentang kecintaan, kesetiaan, perselisihan, dan perpecahan yang terjadi, dan lain sebagainya, karena ini berhubungan dengan hal-hal yang ghaib yang tidak diketahui hakekatnya oleh siapapun kecuali Allah I .
Dan sihir sebagai salah satu perbuatan kufur yang diharamkan oleh Allah I, dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat : 102 tentang kisah dua malaikat :
}وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ{ (102) سورة البقرة
« Dan mereka mengikuti apa yang dibacakan oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman itu tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan kepada manusia apa yang diturunkan kepada dua Malaikat di negeri Babil yaitu Harut Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum mengatakan : sesungguhnya kami hanya cobaan maka janganlah kamu kafir, maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu, apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara suami dengan istrinya . Dan mereka itu ( ahli sihir) tidak bisa memberi madharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberikan madhorot kepada mereka dan tidak memberi manfaat, dan sungguh mereka mengetahui bahwa barang siapa yang menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, tidak ada baginya di akherat suatu keuntungan dan amat buruklah perbuatan mereka dalam menjual dirinya dengan sihir itu, kalau mereka mengetahui ». (QS Al Baqarah ayat : 102)

Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu sihir, sesungguhnya mereka mempelajari hal-hal yang hanya mendatangkan mudharat bagi diri mereka sendiri, dan tidak pula mendapatkan suatu kebaikan di sisi Allah I .Ini merupakan ancaman yang sangat besar yang menunjukkan betapa besar kerugian yang diderita oleh mereka di dunia ini dan di akherat kelak. Mereka sesungguhnya telah memperjual belikan diri mereka dengan harga yang sangat murah, itulah sebabnya Allah berfirman :
}وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ{ (102) سورة البقرة
Dan Alangkah buruknya mereka yang telah menjual diri mereka dengannya (sihir itu), seandainya mereka mengetahui.

Kita memohon kepada Allah kesehatan dan keselamatan dari kejahatan sihir dan semua jenis praktek pedukunan yang dilakukan oleh tukang sihir dan tukang ramal. Kita memohon pula kepadaNya agar kaum muslimin terjaga dari kejahatan mereka, dan semoga Allah I memberikan pertolongan kepada kaum muslimin agar senantiasa berhati-hati terhadap mereka, dan melaksanakan hukum Allah dengan segala sangsinya kepada mereka, sehingga manusia menjadi aman dari kejahatan dan segala praktek keji yang mereka lakukan.
Sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia.


CARA
MENANGKAL DAN MENANGGULANGI SIHIR

Allah telah mensyari’atkan kepada hambaNya supaya mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka, dan Allah menjelaskan pula tentang bagaimana cara pengobatannya bila ia terjadi pada diri mereka. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan ni’matNya kepada hambaNya.
Berikut ini beberapa penjelasan tentang usaha menjaga diri dari bahaya sihir sebelum terjadi, begitu pula usaha dan cara pengobatannya bila terkena sihir, yakni dengan cara-cara yang dibolehkan menurut syara’ .

1-Tindakan prefentif yakni usaha menjauhkan diri dari bahaya sihir sebelum terjadi. Cara yang paling penting dan bermanfa’at adalah penjagaan dengan melakukan dzikir yang disyariatkan, membaca do’a dan ta’awwudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah e diantaranya seperti di bawah ini :

A. Membaca ayat Kursi setiap selesai sholat lima waktu sesudah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam atau dibaca ketika akan tidur. Karena ayat kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya di dalam Al Qur’an. Rasulullah e bersabda dalam salah satu hadits shohihnya :

[مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِي فِيْ لَيْلَةٍ لمَْ يَزَلْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ حَافِظ وَلاَ يَقْرَبُهُ شَيْطَانٌ حَتىَّ يُصْبِح ].
“Barang siapa yang membaca ayat kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya sampai subuh.”

Ayat tersebut dalam surat Al Baqarah ayat: 255 yang Artinya :
}اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ{ سورة البقرة الآية :255

“Allah tidak ada Ilah( yang berhak disembah) kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurus makhluqNya, tidak terkena rasa mengantuk dan tidak tidur, kepunyaan-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi . Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya . Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

B. Membaca Surat Al Ikhlas, surat Al Falaq, dan Surat An Naas pada setiap selesai sholat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah subuh dan menjelang malam sebelum sholat Maghrib, sesuai dengan hadits riwayat Tirmidzi dan Nasa’i .

C. Membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah ayat 285-286, pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah e :
مَنْ قَرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ آخرِ سُوْرَةِ البَقَرَةِ فِيْ لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ (متفق عليه)
“Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya.”

Adapun arti bacaan ayat tersebut adalah sebagai berikut :
}آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ{(285) سورة البقرة
“Rosul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Robbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya, mereka mengatakan kami tidak membeda-bedakan seseorangpun dengan yang lainnya diantara Rasul-rasul-Nya, dan mereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat, mereka berdo’a : Ampunilah kami ya Robb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali .
}لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ{ (286) سورة البقرة
Allah tidak mebebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat pahala ( dari kebaikan ) yang diusahakannya dan mendapat siksa dari( dosa ) yang ia kerjakan. Mereka berdo’a : Ya Robb kami janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah . Ya Robb kami janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat, sebagaimana Engkau telah bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Yaa Robb kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang kami tidak sanggup memikulnya, dan maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami Engkaulah penolong kami , maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

D. Banyak membaca ta’awwudz dengan menggunakan kalimah Allah yang sempurna untuk memohon perlindungan diri dari kejahatan makhluq-Nya.
Hendaklah dibaca pada malam dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk dalam suatu bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut .


Sabda Rasulullah e :
مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً فَقَالَ أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرُّهُ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ (رواه مسلم) .
“Barang siapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan : أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ( aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan ) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu”.

E. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam :

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسِمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فيِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم (رواه أبو داود والترمذي)
“Dengan nama Allah, yang tidak ada yang membahayakan bersama namaNya sesuatupun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetaui”. ( HR Abu Dawuud dan Tirmidzi) .
Bacaan Dzikir dan ta’aawudz ini merupakan sebab yang besar untuk memperoleh keselamatan dan menjauhkan diri dari kejahatan sihir dan kejahatan lainnya, bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepadaNya dengan lapang dada dan hati yang khusu’.

2) Bacaan-bacaan seperti ini juga merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan sihir yang sedang menimpa seseorang, dengan cara dibaca dengan hati yang khusu’, tunduk, dan merendahkan diri , seraya memohon kepada Allah agar dihilangkan bahaya dan malapetaka yang dihadapi . Do’a-doa’ berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah e untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan lain sebagainya adalah sebagai berikut :

A- Rasulullah e meruqyah (menjampi-jampi) dengan bacaan :
( اللهمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً) رواه البخاري.
“Ya Allah Pemelihara manusia , hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan-Mu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. ( HR Bukhori)

Do’a yang dibaca Jibril u ketika menjampi Rasulullah e :
(بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ وَمِنْ كُلِّ شَرِّ نَفْسٍ أوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ ، اللهُ يَشْفِيك، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ)
“Dengan nama Allah aku menjampimu, dari segala yang mengganggumu dan dari segala kejahatan setiap jiwa, atau dari mata yang dengki, Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampi-Mu.”
Hendaklah do’a ini diulang tiga kali.

B- Pengobatan sihir dengan cara lainnya, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjima’ dengan istrinya karena terkena sihi, dengan cara mengambil tujuh lembar daun bidara yang masih hijau ditumbuk atau diulek dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam sebuah bejana atau wadah , kemudian tuangkanlah air ke dalam wadah itu secukupnya untuk mandi, bacakan ayat kursi ke dalam bejana tersebut, bacakan pula surat Al kafirun , Al Ikhlas, An-Nas dan ayat-ayat penangkal sihir yang lainnya dalam surat Al-A’raf ayat : 117-119, Yunus ayat : 79-82, Surat Thoha ayat : 65-69.

Surat A’-A’raf 117-119 artinya sbb :
}وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُون(117) فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ(118)فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَانقَلَبُواْ صَاغِرِينَ{ (119) سورة الأعراف

“Dan kami wahyukan kepada Musa : Lemparkanlah tongkatMu , maka sekonyong konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan, karena itu nyatalah yang benar dan batal-lah apa yang mereka kerjakan, Maka mereka terkalahkan di tempat itu dan jadilah mereka hina .

Bacaan surat Yunus 79-82: yang artinya :
}وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ(79) َفلَمَّا جَاء السَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَى أَلْقُواْ مَا أَنتُم مُّلْقُونَ(80) فَلَمَّا أَلْقَواْ قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللّهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِين (81) وَيُحِقُّ اللّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ{ (82) سورة يونس
“Fir’aun berkata : datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai, maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka : lemparkanlah apa yang kalian hendak lemparkan. Maka tatkala mereka telah melemparkan, Musa berkata : apa yang kamu lakukan dari sihir itu Allah akan menampakkan kebatilannya, Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan, dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang banyak dosa tidak menyukainya.”

Bacaan surat Thoha ayat : 65-69 : yang artinya :
}قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَن تُلْقِيَ وَإِمَّا أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى (65) قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى (66) فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُّوسَى(67)قُلْنَا لا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ الْأَعْلَى (68) وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى{(69) سورة طـه
“Mereka berkata Hai Musa pilihlah, apakah kamu yang melemparkan dahulu ataukah kamilah orang yang mula-mula melemparkan? Berkata Musa : silahkan kamu sekalian melemparkan, maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka . Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman : Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang) dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu hanya tipu daya tukang sihir ( belaka) .Dan tidak akan menang tukang sihir itu , dari mana saja ia datang.”

Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah minum sedikit dari airnya dan sisanya dipakai untuk mandi
Dengan cara ini mudah-mudahan Allah I menghilangkan penyakit yang sedang diderita , dan seandainya masih diperlukan pengobatan seperti ini beberapa kali , boleh saja dilakukan kembali dua kali atu lebih sampai benar-benar hilang penyakitnya.

C- Cara pengobatan lainnya , sebagai cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir terjadi , diatas gunung atau di tempat manapun berada dan bila sudah di ketahui tempatnya , diambil dan dimusnahkan sehingga lenyaplah sihir tersebut.

Inilah beberapa penjelasan tentang perkara-perkara yang dapat menjaga diri dari sihir dan usaha pengobatan atau cara penyembuhannya. Dan hanya kepada Allah-lah kita mohon pertolonganNya .
Adapun pengobatan dengan cara–cara yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir yaitu dengan mendekatkan diri kepada jin disertai penyembelihan hewan atau cara–cara mendekatkan diri lainnya, semua itu tidak dibenarkan karena termasuk perbuatan setan bahkan termasuk perbuatan syirik yang paling besar yang wajib dihindari.
Demikian pula pengobatan dengan cara bertanya kepada dukun ‘Arrof tukang ramal dan menggunakan petunjuk sesuai dengan apa yang mereka katakan, semua itu tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut adalah para pendusta dan pembohong yang mengaku mengetaui hal-hal yang ghaib dan kemudian menipu manusia .
Rasulullah e telah memperingatkan orang-orang yang menadatangi mereka, menanyakan mereka dan membenarkan apa yang yang merekla katakan, sebagaimana telah dijelaskan hukum-hukumnya dalam awal tulisan ini .
Kepada Allah I tempat kita memohon agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kepada mereka kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan dari segala kejahatan , dan semoga Allah melindungi mereka, agama mereka dan menganugerahkan kepada mereka pemahaman pada agama-Nya, serta memelihara mereka dari segala sesuatu yang menyalahi syariat-Nya.

Tuesday, July 12, 2005

Jika Hari Ini Saya Mati...

"Kalau bukan hari ini, mungkin besok. Tapi datangnya sudah pasti...benarkah hari ini?" saya terus bertanya-tanya selepas subuh tadi, dan terusbertanya ketika di perjalanan hingga tiba di kantor. Tapi jika memang betulwaktunya tiba hari ini, jika saat yang tak pernah benar-benar dinanti oleh siapa pun itu menjumpai saya hari ini, sungguh celakalah saya.Semalam saya tak terjaga untuk menangis sejadinya atas semua kekhilafandan memohonkan ampun kepada-Nya. Padahal saya sungguh sadar Dia selalumenunggu kapan pun saya mau memberikan semua sesal sepanjang hidup. Saya terlalu sering lupa berlutut serendah-rendahnya di hadapan-Nya, padahal saya sadar Dia senantiasa menghulurkan tangan-Nya untuk hamba yang nista ini.Kemarin saya masih berselisih lidah dengan teman sekantor dan belum sempatmeminta maaf, sebelumnya saya sempat berpandangan tak ramah dengantetangga, juga belum sempat memperbaikinya. Saya juga belum sempat menelepon seorang kerabat yang kemarin seharian menunggu kehadiran keluarga saya. Mungkin ia telah menyiapkan penganan kecil yang tak boleh disentuh anak-anaknya sebelum kami datang. Saya dan keluarga tak datang tanpa kabar, sementara kering sudah air mata anak-anak kerabat saya berharap kue yang tak tersentuh hingga pagi.Semalam saya terlalu ego dengan rasa lelah saya, bekerja keras seharian dikantor membuat badan terasa berat hingga tiba di rumah langsung merebahkan diri. Tak lagi saya pedulikan wajah-wajah kecil yang sejak sore menunggu kepulangan saya berharap laki-laki besar ini menemani mereka bermain atau melihat bintang. Saya tetap terlelap lelah meski tangan-tangan kecil mereka menarik-narik lengan saya agar bangun. Padahal pinta mereka cuma satu; dongeng pengantar tidur seperti malam-malam sebelumnya.Saya juga masih merasa bersalah semalam melewatkan komunikasi denganisteri. Bisa jadi sejak siang ia menunggu saat malam untuk bisa mencurahkan semua beban dan membaginya kepada saya. Tapi saat yang dinanti tiba, saya justru terlelap dan sudah pasti ia tak ingin mengganggu saya. Pagi harinya, hanya kata maaf untuk semalam. Namun saya belum memastikan keikhlasannya.Duhai Allah, saya tak ingin meninggalkan beban untuk isteri dan anak-anakberupa dering telepon dari orang-orang yang menagih pinjaman sepeninggalsaya. Sungguh, malam ini saya masih ingin melihat senyum-senyum kecilbidadari di rumah saat saya berdongeng putri bergaun merah muda dengankereta kencana. Terlihat bening matanya menerawang seolah merekalah sangputeri nan cantik itu. Setidaknya, saya tak ingin meninggalkan isteri sayadengan segunung gundah yang belum tertumpahkan sejak kemarin malam,mungkinkah bisa saya tuntaskan malam ini?Ya Robb, tak perlu saya ragukan bahwa Engkau teramat tahubegitu banyak hal dan persoalan yang kan kuadukan malam ini. Engkau pun pasti bisa melihat seberapa banyak air mata yang siap tumpah di penghujung malam di atas hamparan sajadah. Dapat juga Kau duga betapa ingin saya curahkan selangit syukur atas semua nikmat-Mu, atas semua kedip mata yang tak sanggup terhitung, atas setiap tarikan dan hembusan nafas yang tak mungkin terbilang.Jika hari ini saya mati, setidaknya Engkau tahu betapa ingin saya melakukanitu semua. Semoga belum terlambat. Terlalu banyak titik dosa yang terukir di lembaran hidup hamba, tak sebanding dengan amalan kebajikan yang hamba lakukan. Robb, beri hamba kekuatan untuk bangkit menuju-Mu. agar hati ini kembali tenang. Agar segala yang hamba lakukan mendapat ridho-Mu. Hidup hamba gersang, Tuhanku. Tak ada air sejuk yang mengaliri jalan yang hamba tempuh. tak ada tempat mengadu seperti dulu Ya Allah.. hamba terlalu memanjakan diri hamba untuk tidur semalaman, hanya karena alasan terlalu lelah. Padahal, kelelahan yang sesungguhnya adalah saat ini, saat hamba jauh dari-Mu. Ya Allah.. ampunkan dosa hamba, Robb. Terima hamba kembali Ya Allah.. jangan biarkan hamba jauh dari nur-Mu Yaa Rohim. Hamba ingin sekali kembali, berkhalwat dengan-Mu setiap malam dan menunaikan segala perintah-Mu seperti dulu lagi. Hamba rindu kepada-Mu Ya Allah

Sudah Sedemikian Keraskah Hati Ini?

Di dalam perjalanan menuju kantor, saya terlelap menikmati sejuknya
udara dalam bis. Tak terasa hingga kondektur bis membangunkanku untuk
menagih ongkos, dengan mataku yang masih merejap kuulurkan sejumlah
uang untuk membayar ongkos bis. Dan ... samar mataku menangkap sosok
seorang ibu setengah baya berdiri tak jauh dari tempatku duduk. Tapi,
rasa kantuk dan lelah ku mengalahkan niat baik untuk memberikan tempat duduk untuk ibu tersebut.
Turun dari bis, baru lah sisi baik hati ini bergumam, "Andai saya
berikan tempat duduk kepada ibu tadi, mungkin pagi hari ini keberkahan bisa kuraih". "Siapa tahu ridha Allah untuk ku di hari ini dari doa dan terima kasih ibu itu jika saja kuberikan tempat dudukku ..." Ah, kenapabaru kemudian diri ini menyesal?
Semalam dalam perjalanan pulang dengan kereta api, duduk di hadapan
saya seorang bapak berusia 40-an. Lewat seorang penjual air minum
kemasan, dan ia segera menyetopnya untuk membeli. Tangan kirinya
memegang segelas air minum kemasan sementara tangan satunya merogoh-rogoh kantongnya. Sesaat ia memperhatikan beberapa keping yang ia mampu raih dari bagian terdalam kantongnya, ternyata ... ia
mengembalikan segelas air minum kemasan yang sudah digenggamnya kepada
penjual air sambil menahan rasa hausnya.
Saya yang sedari tadi di depan bapak itu hanya bisa menjadikan serangkaian adegan itu sebagai tontonan. Tidak ada tawaran kebaikan
keluar dari mulut ini untuk membelikannya air minum, meski di kantong
saya terdapat sejumlah uang yang bahkan bisa untuk membeli dua dus air
minum kemasan! Bayangkan, cuma 500 rupiah yang dibutuhkan bapak itu
tapi hati ini tak juga tergerak?
Kemarin, sebelum Isya, juga dalam perjalanan pulang. Hanya berjarak
200 meter dari kantor, saya melewati pemandangan yang menyentuh hati. Di pinggir jalan Wijaya, Jakarta Selatan, sekeluarga pemulung tengah
menikmati penganan kecil berbuka puasa mereka. Suami, istri beserta
dua naknya itu tetap lahap meski yang mereka nikmati hanya sebungkus kue entah pemberian siapa. Sempat langkah ini terhenti setelah tujuh atau delapan langkah melewati mereka, sempat pula saya berpikir untuk
menghampiri keluarga itu untuk sekadar mengajak mereka makan. Tapi ...
bayangan ingin segera bertemu anak-anakku di rumah mengalihkan
langkahku untuk meneruskan perjalanan.

Padahal, dengan uang yang saya miliki saat itu, sepuluh bungkus nasi
goreng pun bisa saya belikan. Apalagi jumlah mereka hanya empat
kepala. Dan kalau pun harus tergesa-gesa, toh semestinya saya bisa memberikan sejumlah uang untuk makan mereka malam itu, atau juga untuk sahur esok hari. Duh, kenapa kaki ini justru meneruskan langkah sekadar untuk memburu kecupan kedua putriku sebelum mereka tidur?
Pagi ini. Saya coba renungi semua perjalanan hidup ini. Ya Tuhan,
Sudah sedemikian keras kah hati ini? Sehingga tanpa rasa berdosa kulewatkan begitu banyak kesempatan berbuat baik. Bukankah selama ini saya selalu berdoa agar Engkau memberikanku kemudahan untuk berbuat baik terhadap sesama? Tetapi ketika Engkau berikan jalan itu, aku malah melewatkannya.Berikan kesempatan itu lagi untukku, Tuhan.

Meraup Pahala Menjelang Shalat

Mempersiapkan diri untuk shalat artinya mempersiapkan sebuah pekerjaan yang sangat besar dan mulia. Maka persiapan shalat di dalam Islam memiliki keutamaan tak terhingga. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu kita perhatikan sebelum kita shalat.

1. BERWUDHU
Diantara keutamaan wudhu adalah sebagai berikut:

* Kecintaan Allah, sebagaimana firman-Nya, artinya,
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. 2:222)

* Dosa Berguguran Bersama air wudhu
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, maka tatkala ia membasuh wajahnya keluarlah dari wajahnya seluruh dosa yang dilakukan matanya bersamaan dengan air itu atau dengan tetesan terakhirnya. Apabila dia membasuh dua tangannya maka akan keluar seluruh dosa yang
dilakukan tangannya bersamaan dengan air itu atau tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh dua kakinya maka keluarlah seluruh dosa yang telah dilangkahkan oleh kakinya bersama air atau tetesannya yang terakhir sehingga dia selesai wudhu dalam keadaan bersih dari dosa-dosa." (HR.Muslim)

* Anggota Wudhu bercahaya di Hari Kiamat
Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan ghurran muhajjilin (wajahnya bercahaya dan badannya bersinar) karena bekas wudhu, maka barang siapa mampu untuk
memanjangkan ghurrah hendaklah melakukannya." (HR al Bukhari dan Muslim).

* Dosa Terhapus dan Derajat Terangkat
Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat beberapa derajat?" Para sahabat menjawab, Tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabada,
"Menyempurnakan wudhu' dalam keadaan tidak disukai (spt cuaca sangat dingin -red), memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah shalat, dan itulah ribath, itulah ribath.' (HR Muslim)

Yang dimaksud ar-ribath (ikatan) adalah karena amalan- amalan itu mengikat yang bersangkutan dari berbagai kemaksiatan dan dosa. Sebagian lagi ada yang mengatakan bahwa selalu ingat tali yang melingkar dileher musuh, karena ingin mendapat kan syahid dan ampunan Allah. Wallahu a'lam.

* Dosa Terampuni dan Masuk Surga

Utsman bin Affan ra, dia berwudhu lalu berkata, "Aku melihat Rasulullah saw berwudhu seperti wudhuku ini lalu bersabda, "Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini lalu shalat dua rakaat tanpa berbicara sesuatu terhadap diri sendiri dalam dua rakaat itu maka akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR Muslim) Uqbah bin 'Amir Radhiallaahu anhu berkata, Rasulullah saw bersabda,
"Tidaklah seseorang berwudhu lalu membaguskan wudhunya dan shalat dua rakaa'at, hati dan wajahnya khusyu' pada dua rakaat itu kecuali wajib baginya Surga." (HR al-Bukhari dan Muslim)

2. DZIKIR (DOA) SETELAH WUDHU
Dzikir setelah wudhu juga memiliki keutamaan yang sangat besar, diantaranya adalah:

* Bebas Masuk Surga Dari Pintu Mana Saja.
Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu , Rasulullah saw bersabda, artinya,
"Tidakalah salah seorang diantara kalian berwudhu, lalu membaguskan wudhunya kemudian mengucapkan, "Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh, kecuali akan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan lalu dia boleh
masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan." (HR Muslim)

* Ditulis dalam Lembaran Yang tidak rusak hingga hari Kiamat Diriwayatkan dari Abu Sa'id al Khudri Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullha Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, "Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik, maka akan ditulis di dalam lembaran lalu di kunci dan tidak akan rusak hingga Hari Kiamat."(HR ath-Thabrani dalam al Ausath, sebagimana dikatakan al Mundziri dalam at-Targhib)

3. BERSIWAK (BERSIKAT GIGI)
Siwak adalah kebersihan bagi mulut dan mendatangkan keridhaan Allah, sebagaimana hadits yang bersumber dari Aisyah ra dia berkata bahwa Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, "Siwak adalah kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb."

4. BERSEGERA MENUJU SHALAT
Nabi saw bersabda, artinya,
"Andaikan orang-orang mengetahui apa (kebaikan) yang ada pada adzan dan shaf awal lalu mereka tidak mendapati kecuali dengan mengundinya tentu mereka akan mengundi, dan andaikan mereka tahu apa yang diperoleh ketika bersegera menuju shalat maka tentu mereka akan berlomba menuju ke
sana."(Muttafaq 'alaih)

Hal ini juga merupakan bukti ketergantungan hati kita dengan masjid yang dijanjikan oleh Rasulullah saw mendapatkan naungan dari Allah pada Hari Kiamat.

5. MENIRU UCAPAN MUADZIN
Menirukan muadzin memiliki keutamaan yang tidak ternilai, yaitu masuk surga. Dalam hal ini bukan sekedar menirukan, akan tetapi dengan segenap hati, memahami dengan benar maknanya serta mengamalkan apa yang dia ucapkan itu.

Diantara hadits yang menjelaskan hal itu adalah yang diriwayatkan Abu Hurairah ra dia berkata, "Kami bersama Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lalu Bilal berdiri mengumandang kan adzan, ketika bilal diam beliau bersabda, "Barang siapa yang mengucapkan seperti yang diucapkan
Bilal ini dengan yakin niscaya masuk surga." (HR Ahmad, an Nasai dan Ibnu Hibban)

6. DZIKIR SETELAH ADZAN
Dzikir setelah adzan memiliki keutamaan sebagai berikut:

* Dosa Terampuni
Dari Sa'ad bin Abi Waqash, Dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Barang siapa ketika mendengar adzan mengucapkan, " Wa ana asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lahu wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu, radhitu billahi rabba, wabil islami diina, wa bimuhammadin rasula, maka Allah akan mengampuni dosanya." (HR Muslim)

* Mendapatkan syafa'at Nabi saw
Jabir bin Abdillah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda bahwa barang siapa ketika mendengar adzan mengucapkan, "Allahumma rabba hadzihid da'watit taammah... dan seterusnya maka berhak mendapatkan syafaat beliau.

7. BERJALAN MENUJU MASJID
Orang yang berjalan menuju masjid mendapatkan keutamaan sebagai berikut:

* Peristirahatan di Surga
Hal ini ditunjukkan dalam sebuah hadits muttafaq alaih dari Abu Hurairah bahwa barang siapa yang berjalan menuju masjid maka Allah akan menyediakan untuknya tempat peristirahatan di dalam surga.

* Terhapusnya dosa dan terangkatnya derajat
Dari Abu Hurairah, Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, "Barang siapa bersuci di rumahnya lalu beranjak menuju salah satu rumah Allah untuk melakukan kewajiban dari kewajiban-kewajiban yang ditentukan Allah maka seluruh langkahnya yang satu akan menghapus kesalahannya dan yang lain akan mengangkat derajatnya." (HR Muslim)

* Mendapatkan Pahala yang Sangat Besar
Dari Abu Musa Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Sesunguhnya orang yang paling besar pahalanya di dalam shalat adalah yang paling jauh perjalanannya (ke masjid)." (Muttafaq alaih)

* Mendapatkan Cahaya yang Sempurna di Hari Kiamat
Dari Buraidah Radhiallaahu anhu , dari nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,artinya,
"Orang yang berjalan menuju masjid dalam kegelapan mendapatkan kabar gembira dengan cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat."

* Terampuninya dosa
Berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah yang menyebutkan ribath, dimana salah satunya adalah banyak melangkah menuju masjid, (lihat bab wudhu, sub bab terhapusnya dosa dan terangkatnya derajat)

* Mendapat Pahala Shadaqah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,artinya, "Kalimat yang baik adalah shadaqah, dan setiap langkah yang diayunkan
menuju shalat adalah shadaqah." (HR Muslim)

8. BERSEGARA MENUJU SHAF PERTAMA

* Mendapat Kebaikan yang Sangat Besar
Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa andaikan orang tahu apa yang diperoleh dalam shaf pertama maka mereka tentu akan berundi untuk mendapatkannya.

* Meniru para Malaikat
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menyebutkan bahwa shafnya para malaikat adalah, "Menyempurnakan shaf awal dan merapatkan shaf."(HR. Muslim)

* Shaf Terbaik Bagi Laki-laki
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, "Sebaik-baik shaf laki-laki adalah shaf yang pertama, dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir." (HR Muslim)

* Bebas dari Ancaman Nabi saw, yang menyebutkan bahwa suatu kaum yang selalu terlambat menuju shalat maka Allah akan membuat mereka selalu berada paling belakang.

* Shalawat Allah dan Malaikat untuk Shaf awal
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda, artinya, "Sesungguhnya Allah dan malaikat Nya bershalawat kepada shaf-shaf yang pertama." (HR Abu Dawud dengan sanad hasan)

9. SUNNAH RAWATIB
Diantara keutamaan sunnah rawatib adalah:

* Dijanjikan Rumah di dalam Surga.
Doa dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , kepada yang menjaga qabliyah Ashar, artinya, "Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar."

10. BERDOA ANTARA ADZAN DAN IQAMAH.
Antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajabah untuk dikabulkannya doa. (Faidzin berkomentar: dalam naskah aslinya tidak isertakan haditsnya)

11. MENUNGGU SHALAT
Menunggu shalat berdasarkan hadits-hadits Nabi saw memiliki keutamaan sebanding dengan shalat, dimintakan ampun oleh para malaikat, mengahapus dosa serta mengangkat derajat. (Faidzin berkomentar: dalam naskah aslinya tidak disertakan haditsnya)

12. MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN BERDZIKIR DAN BERDOA.
Orang yang datang ke masjid lebih awal dapat memanfaatkan waktu untuk bertaqarrub kepada Allah dengan berdoa, berdzikir ataupun membaca al Qur'an. Itu semua dapat menunjang kekhusyukan shalat yang akan dilakukan.

pedang yang bernama doa

Doa adalah kata kata yang baik. Dan ketika kita mengucapkanya, sesungguhnya kita telah melepaskannya dari mulut kita, agar ia berjalan menuju langit. Jika kata itu memiliki wacana penyangga yang kuat, ia akan segera melampaui cakrawala, menembus angkasa dan mencapai langit.Dan wacana penyangga itu adalah amal shaleh. Dengarlah firman Allah swt,
"Kepada-Nyalah kata yang baik itu menaik dan amal shaleh-lah yang akan (terus) mengangkatnya." (QS. Fathir : 10)

Itulah sebabnya Rasulullah saw menganjurkan kita beramal shaleh sebelum berdoa. Misalnya bersedekah dan melakukan kebaikan-kebaikan lainnya. Sujud Sang Jiwa

Kata dalam doa adalah untaian surat dari sang jiwa kepada Tuhannya. Maka jika engkau ingin surat itu sampai kepada-Nya, tulislah ia saat jiwamu benar-benar sedang bersujud pada-Nya.

"Ya Allah, jika pasukan ini binasa,tak kan pernah ada lagi di bumi iniyang akan menyembah-Mu, selamanya"
Rasulullah saw terus melantunkan doa itu, sampai selendangnya terjatuh, sampai Abu Bakar ra datang meng-hampirinya dan mengatakan, "Cukuplah, Ya Rasulullah, Allah pasti akan menolongmu."

Tidakkah engkau lihat bagaimana Rasul yang mulia itu merengek-rengek di depan Tuhannya, Tuhan yang mengutusnya menyampaikan risalah ini dan berjanji akan menolongnya ??? Bukankah yang ia ucapkan itu telah melampaui batas permohonan menjadi sebuah tuntutan ??? Siapakah yang dapat menjamin bahwa tak kan ada lagi yang menyembah Allah jika pasukan itu binasa ???
Apakah Allah tidak sanggup menciptakan makhluk lain yang akan menyembah-Nya ?? Tidak !!!! Tidak !!!
Tapi begitulah kejujuran dalam berharap melahirkan kalimat yang kuat, penuh keyakinan, yang hampir hampir tak dapat di bedakan dari tuntutan.Maka dengarlah jawaban bagi jiwa yang bersujud itu. Dan kemudian Allah swt mengabulkan doanya dengan mengutus Jibril untuk mengatakan kepadanya:
"Ambillah segenggam tanah, lalu taburkanlah ke wajah mereka." Lalu beliaupun melakukannya, dan tak seorangpun dari pasukan musyrik melainkan tanah itu pasti mengenai matanya, lalu lubang hidungnya dan mulutnya dari gengggaman tanah itu, maka mereka pun lari tunggang langgang. "(HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmadi)
Dan Raga pun Menyertainya

Apa yang dilakukan oleh sang jiwa saat ia bersujud, haruslah terlihat pula dalam wacana raga kita. Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan kita agar mengekspresikan sujud sang jiwa itu dalam gerak raga kita.

* Maka ia menganjurkan kita bersuci sebelum berdoa
* Ia juga menganjurkan kita menghadap ke kiblat saat berdoa
* Akhirnya, ia juga menganjurkan mengangkat kedua tangan kita saat
berdoa

Sebab jiwa yang bersujud itu haruslah suci, maka raga yang menyertainya sebaiknya juga suci. Sebab walaupun Allah swt ada di semua penjuru alam, namun Ia jugalah yang menetapkan Ka'bah sebagai kiblat kaum muslimin. Sedang mengangkat kedua tangan merupakan ekspresi paling sempurna dari permohonan dan rasa butuh, dan bahwa;

"Allah itu Maha Pemalu lagi Maha Mulia, dan merasa malu menolak, ketika seseorang mengangkat tangannya ke langit dan mengembalikannya dalam keadaan kosong dan kecewa"(HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Santun Dalam Berharap

Jika engkau telah melakukan semua itu, maka rangkailah kata-katamu dalam doa dengan susunan yang baik, sopan dan indah.
Karena engkau sedang meminta, maka mulailah permohonan itu dengan pujian-pujian yang baik kepada siapa engkau memohon.

Lalu haturkanlah selawat serta salam kepada rasulullah saw, sebab"Itu akan dibalas sepuluh selawat dari Allah " (HR. Muslim)
Sebab, " Rasulullah saw pernah mendengar seorang laki laki berdoa tanpa memuji Allah dan menghaturkan selawat baginya, maka beliaupun mengatakan "Orang ini terlalu tergesa-gesa"(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Kemudian bertaubatlah dan memohon ampunlah (istigfar) atas dosa-dosa yang telah engkau lakukan. Sebab dosa-dosa itu akan menjadi hijab yang menghalangi sampainya doa ke langit. Dan hanya taubat dan istigfar itu yang akan mengangkat hijab
itu. Nama Allah yang maknanya sesuai dengan makna permohonanmu. Sebab,"Rasulullah saw penah mendengar seorang laki laki berdoa dengan mengucapkan:
"Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon pada-Mu dengan kesaksianku bahwa Engkau adalah Allah, Tiada Tuhan selalin Engkau, Yang Maha Esa, Tempat bergantung, Yang tiada beranak dan tidak di peranakkan, Yang tiada sekutu bagi-Nya."

Maka Rasulullah saw pun bersabda;
"Sungguh ia telah memohon kepada Allah dengan sebuah nama yang jika Ia di mintai dengan nama itu, Ia pasti memberi, dan jika Ia dipanggil dengan nama itu, Ia pasti menjawab."(HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban).

* Lalu tutuplah doa itu dengan penuh keyakinan akan terkabul, sembari menghaturkan pujian-pujian kepada Allah swt.
"Dan akhir dari doa mereka, adalah bahwa; segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam"(QS. Yunus : 10)

Memilih Waktu, Tempat dan Momentum yang Tepat

Diantara ajaran Rasulullah saw tentang doa adalah perlunya memperhatikan waktu, tempat dan momentm tertentu, dimana Allah berkenan menerima dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya dan tidak menolaknya.
Adapun waktu waktu itu adalah ;

* sepertiga terakhir dari waktu malam
* ketika adzan sedang berkumandang
* antara adzan dan iqomat
* setelah shalat fardhu
* ketika imam naik ke mimbar di waktu Jum'at sampai selesai selesai
shalat
* dan saat-saat terakhir setelah Ashar dari hari Jum'at itu.

Adapun tempat-tempat tertentu itu,adalah ;

* ketika melihat Ka'bah
* ketika melihat masjid Rasulullah saw
* ketika melakukan Thawaf di Baitullah
* ketika berada di sisi multazam
* ketika berada di belakang maqam Ibrahim
* ketika berada di sisi sumur Zamzam
* ketika berada di atas bukit Shofa dan Marwah
* ketika bearada di Arafah, Mudzalifah, Mina
* ketika berada di sisi Jamarat (tempat melontar jumrah) yang tiga
* ketika berada di masjid

Adapun momentum yang tepat itu adalah;

* ketika turun hujan
* ketika menghadapi barisan musuh dalam perang
* ketika sujud dalam shalat
* ketika sedang terzalimi
* ke tika sedang berada dalam perjalanan
* ketika sedang berbuka puasa

Hijab Antara Langit dan Bumi

Boleh jadi engkau telah memenuhi semua syarat doa diatas, tapi engkau melihat bahwa tak ada tanda-tanda doamu terkabul. Maka jika engkau menyaksikan situasi itu, segeralah menengok kedalam dirimu apakah ada hijab yang menghalangi doamu sampai ke langit :
Dosa. Itulah salah satu hijab doa. Sebab dosa memang harus dibalas dengan hukuman, dan hukumannya adlah penolakan. Sebutlah misalnya, mengkomsumsi makanan atau minuman atau pakain yang haram. Itulah yang disebut oleh
Rasulullah saw dalam sabdanya;

yang melakukan perjalanan jauh,
rambutnya kusut masai,
wajahnya berdebu,
ia menengadahkan kedua tangannya ke langit,
sembari berseru;
"Ya Tuhan .. Ya Tuhan .."
Tapi makanannya haram,
minumannya haram,
pakaiannya haram,
dan di beri makan yang haram,
bagaimana mungkin doanya akan terkabul ?"
(HR. Muslim dan Abu Huraerah)

Berdoa untuk sebuah dosa.

Ini juga merupakan hijab yang menghalangi doa sampai ke langit.

Terlalu tergesa gesa mengharap jawaban.
Ini juga merupakan faktor yangmenyebabkan doa tertolak. Misalnya ketika engkau mengatakan; "Aku telah berdoa, tapi tidak di kabulkan. Jadi aku berhenti saja berdoa.Percuma"
Memutuskan tali silaturrahim.
Inilah faktor lain yang juga menghalangi doa sampai ke langit.
Tiga yang terakhir ini kita temukan dalam sabda Rasulullah saw ;
"Doa seorang hamba selalu akan terkabul,selama ia tidak berdoa untuk sebuah dosa,memutuskan tali silaturrahim,
dan tidak tergesa gesa."(HR Muslim dan Abu Hurairah)

Kebaikan Yang Tertunda

Tapi jika engkau telah melakukan semua syarat itu, dan merasa tidak melakukan dosa-dosa yang akan menghalangi doamu sampai ke langit, bahkan juga senantiasa bertaubat dan memohon ampunan-Nya, namun doa yang engkau sampaikan kepada Allah swt belum juga memperlihatkan hasil, itulah saatnya engkau harus melakuan nasihat Ibnul Jauhari berikut ini:

"Teruslah berdoa, dan jangan pernah bosan melakukannya. Sebab mungkin penundaan jawaban lebih baik bagimu. Atau bahkan penerimaan itu sama sekali bukan maslahat bagimu. Tapi engkau pasti di beri pahal. Dan doamu dikabulkan dengan cara yang lebih bermanfaat bagimu. Dan boleh jadi diantara manfaat itu bahwa permintaanmu tidak dikabulkan, tapi diganti dengan sesuatu yang lain."
"Dan jika Iblis datang padamu lalu berkata; "Berapa banyak sudah engkau berdoa, namun tak juga ada yang terkabul" Maka katakanlah padanya ;"Aku justru beribadah dengan doa itu. Dan aku percaya bahwa jawaban doaku itu jelas ada. Tapi mungki n ia di tunda untuk maslahat yang lain, dan jawaban itu tidak juga kunjung datang, yang pasti aku telah beribadah dan mendapat pahala"

"Maka janganlah pernah memohon sesuatu tanpa menyertainya dengan permintaan bahwa jawaban itu baik bagimu. Sebab boleh jadi ada bagian dari dunia yang engkau minta, yang jawabannya justru akan menghancurkanmu. Dan jika untuk urusan dunia engkau di perintahkan bermusyawarah dan meminta pendapat sahabatmu dalam berbagai masalah yang engkau tidak sangggup menyelesaikannya, dan melihat bahwa apa yang terjadi padamu itu tidak bermanfaat, maka mengapa engkau tidak menanyakan Tuhanmu tentang apakah yang engkau minta itu bermanfaat bagimu atau tidak ? bukankah Tuhanmu yang Maha mengetahui semua maslahat? Demikianlah istikharah itu merupakan bagian dari cara bermusyawarah yang cerdas"

Seni Menggunakan Pedang

Demikianlah engkau melihat bahwa seni berdoa itu mirip dengan seni menggunakan pedang. Pedang yang tajam itu jelas penting. Tapi yang jauh lebih penting adalah orang yang memegang pedang itu. Maka pedang yang tajam, yang tergenggam kuat dalam tangan dingin seorang pemberani, yang digunakan pada waktu dan sasaran yang tepat; itulah yang akan mematikan musuh.

Tapi jika ada salah satu dari unsur itu yang tidak efektif, maka selamanya dia itu tak kan menghasilkan pengaruh apa-apa. Sekarang apakah engkau menguasai seni menggunakan pedang yang bernama doa ???

Friday, July 01, 2005

teman sejati

Allah berfirman (yang artinya), "Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabnya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas." (Al-Kahfi: 28).

Allah menciptakan manusia dalam berbagai macam bentuk rupa, warna kulit, dan lidah yang berbeda-beda. Banyak sekali hikmah dan maksud dari semua itu, di antaranya adalah agar manusia mengetahui sebagian tanda-tanda kebesaran Allah. Perbedaan dan keragaman manusia satu dengan yang lainnya tidak terbatas pada hal-hal tersebut, tetapi karakter dan budaya manusia satu dengan yang lain juga berbeda. Sebagai anggota dari koloni yang sangat besar itu, masing-masing individu dari manusia haruslah menyadari dirinya, menyadari posisinya, menyadari akibat dari perbuatannya, dan peka terhadap apa yang ada di sekelilingnya, sehingga dia tampil sebagai sosok yang professional dan proporsional, dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam menjalani kehidupannya. Itulah yang dituntut dari seorang muslim. Sehingga, ia tidak menempatkan dirinya pada posisi dan tempat yang salah.
Dalam mengomentari ayat di atas, Ibnu Katsir mengatakan, "Maksudnya, duduklah bersama orang-orang yang berzikir kepada Allah, bertahlil, bertahmid, bertasbih, bertakbir, dan berdoa kepadanya pada pagi dan sore hari, baik yang miskin maupun yang kaya, baik yang kuat maupun yang lemah."

Mengenai kalimat berikutnya, "dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia ini," Ibnu Abbas mengatakan, "Janganlah engkau mengabaikan mereka karena orang lain. Yakni, engkau mencari ganti mereka dengan orang-orang terhormat dan yang banyak kekayaannya."

Selanjutnya Ibnu Katsir menerangkan bahwa yang dimaksud dengan, "Dan, janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaan mereka itu melampaui batas," yaitu janganlah mengikuti orang yang mengabaikan agama dan ibadah karena sibuk dengan urusan dunia. Sedang amal dan perbuatannya sebagai bentuk kebodohan, tindakan melampaui batas, dan sia-sia. Dan janganlah kamu taat kepadanya, jangan menyukai jalannya, dan jangan iri dengan keadaannya.

Meskipun ada yang mengatakan bahwa ayat di atas turun berkenaan dengan Rasulullah SAW dan para pemuka Quraisy waktu itu, yaitu ketika para pemuka Quraisy menginginkan hanya duduk bersama Rasulullah SAW saja tanpa para sahabat dari kaum lemah, seperti Bilal, Khabab, dan yang lainnya, yang para pemuka Quraisy menyuruh Rasulullah SAW untuk mengusir mereka, ayat di atas sebenarnya juga berlaku untuk seluruh umatnya. Karena, ada kaidah yang sangat bermanfaat mengatakan, "Ibrah itu dengan keumuman lafaz, bukan dengan kekhususan sebab." Jadi, Islam ini adalah ditujukan untuk seluruh umat, meskipun Alquran turun dengan sebab-sebab tertentu, akan tetapi hal itu berlaku untuk seluruh umat dan tidak hanya khusus berlaku pada sebab turunnya itu.

Masyarakat, yang kita hidup di dalamnya, terdiri dari berbagai macam kasta, dari mulai yang elit sampai yang alit, dari mulai jendral sampai kopral, dari yang kelas atas sampai arus bawah; semuanya lengkap dengan pemikiran, budaya, dan tradisi masing-masing. Dan dari semua tingkatan itu, sangat sulit untuk mencari pergaulan yang baik, lingkungan yang sejuk, dan tempat yang aman dan damai. Padahal, lingkungan hidup mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membentuk kepribadian seseorang.
Kebanyakan manusia keliru dalam memilih lingkungan bergaul. Padahal, keliru dalam hal ini bisa berakibat fatal. Karena, seseorang akan cenderung mengikuti temannya, dan nantinya dia akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya. Sebagian orang membatasi pergaulannya hanya dengan orang-orang yang dianggap selevel dengan mereka, atau memilih orang-orang tertentu yang cocok untuk mereka. Tetapi, seringnya pertimbangan mereka dalam menentukan siapa yang cocok untuk mereka pergauli adalah keliru. Biasanya, pertimbangan mereka itu berdasarkan kepentingan dan kesenangan dunia. Jalinan hubungan mereka terdiri atas orientasi dunia, yang notabene melalaikan dari zikir kepada Allah. Adapun bagi orang muslim, ada tolok ukur lain dalam memilih tempat bergaul dan memilih teman sejati.

Ayat di atas menganjurkan kita untuk duduk bergaul dengan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, tanpa pandang bulu, baik itu dari kalangan atas, kalangan menengah, ataupun arus bawah yang miskin, yang kedudukannya tidak dihiraukan oleh masyarakat sekalipun. Orang yang banyak berzikir, pada umumnya adalah orang-orang yang baik. Banyak berzikir di sini sangatlah luas, bisa jadi lidahnya selalu basah dengan zikir, tasbih, tahmid, tahlil, dan kalimat-kalimat thayibah lainnya, atau semua perilakunya senantiasa bermuatan zikir. Maka dari itu, hendaknya kita hanya membatasi pergaulannya dengan orang-orang yang baik, siapa pun dia. Jika kita bergaul dengan orang-orang yang baik, banyak sekali manfaat dan faedah yang didapatkan.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah bagaikan penjual (pembawa) minyak wangi dan tukang (peniup) pandai besi. Penjual minyak wangi, mungkin akan memberimu, atau engkau bisa membeli darinya, atau paling tidak engkau akan mendapat aroma yang enak. Sedangkan tukang pandai besi, kalau tidak membakar bajumu, paling tidak engkau akan mendapatkan bau busuk (tak sedap) darinya." (HR Mutaffaq 'alaih). Demikian adalah permisalan dari Rasulullah SAW tentang teman yang baik dan teman yang buruk, berikut manfaat bergaul dengannya.

Terkadang, hanya karena mengejar kesenangan di dunia, manusia mengorbankan kesenangan yang hakiki, yaitu ketika mereka salah dalam memilih teman duduk dan lingkungan pergaulan. Kebanyakan manusia lebih memilih teman yang bisa diajak bersenang-senang, hura-hura, dan menyia-nyiakan usia mereka ketimbang bergaul dengan orang yang baik, banyak berzikir, dan orang-orang yang takut kepada Allah. Karena, memang orang yang banyak zikir (orang-orang saleh) di mata masyarakat umum kurang disenangi, atau bahkan dianggap asing. Pandangan ini timbul karena masyarakat sudah mengalami krisis multidimensi, dan terutama adalah dekadensi moral yang sangat parah. Sehingga, orang yang seharusnya dijadikan teman duduk dan dipergauli justru dijauhi.

Padahal, syarat untuk menjaga keimanan dan mempertahankan akidah adalah dengan selalu bergaul bersama orang-orang yang saleh dan memilih lingkungan pergaulan yang baik. Hal itu seperti yang dikisahkan oleh Rasulullah SAW tentang orang yang ingin bertobat padahal sudah membunuh 99 kali dan belum pernah melakukan kebaikan. Ketika bertanya kepada seorang rahib tentang peluang tobatnya, sang rahib mengatakan tidak ada lagi peluang untuk tobat, maka kemudian dibunuhlah rahib itu dan genaplah 100 nyawa yang yang melayang melalui tangannya. Lalu, dia mendatangi seorang alim, kemudian orang alim itu memberikan kabar gembira bahwa Allah akan menerima tobat hamba yang bersungguh-sungguh. Hingga ahkirnya, orang alim itu menyuruh laki-laki tersebut untuk meninggalkan kampung halaman dan lingkungan pergaulannya yang dahulu, lalu berhijrah menuju perkampungan orang-orang saleh. Tetapi, Allah berkehendak lain. Di tengah-tengah perjalanan malaikat maut mencabut nyawanya. Akhirnya malaikat rahmat dan malaikat azab saling berebut tentang urusan laki-laki tersebut. Kemudian, malaikat rahmat diperkenankan membawanya. Karena, setelah diukur, ternyata jasad laki-laki itu lebih dekat jaraknya dengan perkampungan orang-orang yang saleh dibanding dengan lingkungannya yang dulu.

Kisah di atas hendaknya menjadi pelajaran bagi kita bahwa lingkungan yang baik dan bergaul dengan orang-orang saleh adalah sangat mutlak kita butuhkan untuk menjaga eksistensi keimanan.

Oleh karena itu, dalam memilih teman dan lingkungan, kita harus selektif, yaitu memilih orang-orang saleh yang banyak berzikir, meskipun di mata manusia mereka bukanlah orang yang terpandang. Tetapi, di sisi Allah mereka mempunyai kedudukan yang tinggi. Mereka itulah yang hendaknya kita jadikan teman sejati. Agar efek samping yang kita dapatkan adalah kebaikan. Jangan sampai kita memilih teman dan lingkungan yang tidak baik, karena lambat laun dikhawatirkan kita akan tertular atau paling tidak ikut terkena getahnya. Ada pepatah Arab yang mengatakan, "Akhlak yang buruk itu akan menular."

Semoga Allah membimbing kita agar mampu memilih teman yang benar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah. (haiqal)

Wallahu a'lam bish showwab